{"id":116874,"date":"2026-10-10T22:37:43","date_gmt":"2026-10-10T15:37:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/empat-tahun-beruntun-karya-guru-besar-uin-jakarta-masuk-daftar-top-2-persen-ilmuwan-dunia-2026\/"},"modified":"2026-10-10T22:37:43","modified_gmt":"2026-10-10T15:37:43","slug":"empat-tahun-beruntun-karya-guru-besar-uin-jakarta-masuk-daftar-top-2-persen-ilmuwan-dunia-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/empat-tahun-beruntun-karya-guru-besar-uin-jakarta-masuk-daftar-top-2-persen-ilmuwan-dunia-2026\/","title":{"rendered":"Empat Tahun Beruntun Karya Guru Besar UIN Jakarta Masuk Daftar Top 2 Persen Ilmuwan Dunia 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/10\/1791624583_6064089e99b5a576af49.jpeg\" alt=\"Empat Tahun Beruntun! Karya Guru Besar UIN Jakarta Masuk Daftar Top 2 Persen Ilmuwan Dunia 2026\"\/><figcaption>Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem.(Dok. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KARYA ilmiah berbasis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penelitian\" title=\"penelitian\">penelitian<\/a> lapangan di Indonesia kembali mendapat pengakuan luas di panggung akademik internasional. Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, kembali tercantum dalam daftar World\u2019s Top 2% Scientists 2026 untuk kategori dampak sitasi tahunan.<\/p>\n<p>Kajian pertama dirujuk Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR), sedangkan kajian kedua dikutip peneliti dari sejumlah universitas dunia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ini merupakan tahun keempat berturut-turut namanya tercantum, sejak 2023. Capaian itu memperlihatkan keberlanjutan pengaruh karya ilmiahnya di tengah perkembangan penelitian dunia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/913419\/penelitian-pcos-tingkatkan-risiko-penyakit-jantung-dan-kardiovaskular\" title=\"Penelitian: PCOS Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Kardiovaskular\" target=\"_blank\">Penelitian: PCOS Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Kardiovaskular<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hasil pengolahan daftar TOPSCINET menempatkan Maila pada urutan kedua dalam subbidang pendidikan dan ketiga dalam bidang ilmu sosial di antara ilmuwan berafiliasi di Indonesia yang tercantum. Pada pendidikan, ia berada di sekitar 1,2 persen teratas dunia.\u00a0<\/p>\n<p>Profilnya juga mencatat Artificial Intelligence and Image Processing sebagai subbidang kedua, memperlihatkan keterkaitan publikasinya lintas bidang.<\/p>\n<p>Dalam kajian tentang tsunami Aceh 2004, Maila dan timnya menelaah mengapa begitu banyak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perempuan\" title=\"perempuan\">perempuan<\/a> meninggal ketika bencana terjadi. Penelitian yang melibatkan Husni Rahim serta akademisi University of South Florida, Robin Ersing, itu bertumpu pada kisah 27 penyintas yang masih anak-anak saat tsunami. Pengalaman mereka menjadi sumber untuk memahami risiko yang dihadapi perempuan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/731671\/dokter-as-label-minuman-beralkohol-harus-cantumkan-peringatan-risiko-kanker\" title=\"Dokter AS: Label Minuman Beralkohol Harus Cantumkan Peringatan Risiko Kanker\" target=\"_blank\">Dokter AS: Label Minuman Beralkohol Harus Cantumkan Peringatan Risiko Kanker<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penelitian yang terbit dalam International Journal of Disaster Risk Reduction pada 2021 itu membahas tanggung jawab terhadap keluarga, norma sosial, dan pengetahuan keselamatan yang memengaruhi kerentanan perempuan. Pengalaman para penyintas membantu menjelaskan bahwa risiko bencana berkaitan pula dengan keadaan sosial yang membentuk kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>UNDRR mengutip penelitian tersebut dalam materi kampanye Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023. Temuan dari Aceh menjadi bahan untuk menjelaskan hubungan antara ketimpangan dan risiko bencana kepada masyarakat dunia. Penggunaan itu memperlihatkan bagaimana penelitian di tingkat masyarakat dapat ikut mendukung upaya meningkatkan kesadaran keselamatan di berbagai negara.<\/p>\n<p>Perhatian terhadap kehidupan anak juga hadir dalam artikel Storytelling in early childhood education: Time to go digital. Melalui studi kasus di Jakarta, Maila mengkaji penggunaan teknologi sederhana untuk menghidupkan cerita dan melibatkan anak dalam pembelajaran. Kemampuan guru mengolah gambar, suara, dan presentasi menjadi bagian penting dari pembahasannya.<\/p>\n<p>Artikel yang terbit pada 2021 tersebut dirujuk peneliti dari sejumlah universitas, antara lain University of Oxford di Inggris, Edith Cowan University di Australia, dan The Education University of Hong Kong. Praktik pembelajaran yang diteliti di Indonesia pun ikut menjadi bahan percakapan akademik mengenai pendidikan anak usia dini.<\/p>\n<p>Data UNESCO Institute for Statistics yang dipublikasikan pada Oktober 2026 menunjukkan bahwa perempuan mencakup 31,4 persen peneliti dunia pada 2023. Angka itu mengingatkan bahwa ruang penelitian masih membutuhkan lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh dan mempertahankan karier akademiknya.<\/p>\n<p>Kini, Maila juga menjalankan tugas sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru. Pengalaman meneliti pembelajaran berkaitan dengan kebutuhan tugas tersebut, terutama dalam memahami cara guru mendampingi murid, menggunakan teknologi, dan menghubungkan pengetahuan dengan persoalan sehari-hari. STEM memadukan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam pemecahan masalah.<\/p>\n<p>Daftar ilmuwan ini bersumber dari basis data indikator sitasi yang disusun John P.A. Ioannidis dari Stanford University dan diterbitkan melalui Elsevier Data Repository. Pemutakhiran 2026 untuk kategori tahunan menggunakan sitasi selama 2025. Penilaiannya memperhitungkan dampak sitasi dan kepengarangan, sehingga menggambarkan penggunaan karya dalam literatur ilmiah.<\/p>\n<p>Pada daftar tahunan 2026, TOPSCINET mencatat 272 ilmuwan berafiliasi di Indonesia, meningkat dari 92 pada 2023. Pertumbuhan tersebut memberi konteks bagi capaian Maila: penelitian Indonesia semakin hadir dalam rujukan ilmiah dunia, termasuk melalui persoalan pendidikan dan kehidupan sosial yang dekat dengan masyarakat.<\/p>\n<p>Empat tahun berturut-turut menjadi kabar baik sekaligus contoh bagi peneliti muda, terutama perempuan. Kisah penyintas, kebutuhan guru, dan pengalaman belajar anak menyimpan pertanyaan yang layak diteliti dengan tekun.\u00a0<\/p>\n<p>(P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942866\/empat-tahun-beruntun-karya-guru-besar-uin-jakarta-masuk-daftar-top-2-persen-ilmuwan-dunia-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem.(Dok. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) KARYA ilmiah berbasis penelitian lapangan di Indonesia kembali mendapat pengakuan luas di panggung akademik internasional. Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, kembali tercantum dalam daftar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116874"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116874\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}