{"id":116746,"date":"2026-10-10T17:05:38","date_gmt":"2026-10-10T10:05:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/pbpi-genjot-pembinaan-atlet-padel-junior\/"},"modified":"2026-10-10T17:05:38","modified_gmt":"2026-10-10T10:05:38","slug":"pbpi-genjot-pembinaan-atlet-padel-junior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/pbpi-genjot-pembinaan-atlet-padel-junior\/","title":{"rendered":"PBPI Genjot Pembinaan Atlet Padel Junior"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/10\/1791626594_8b5c1197eb1505668802.jpg\" alt=\"PBPI Genjot Pembinaan Atlet Padel Junior\"\/><figcaption>Turnamen West Games di Dash Padel House, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.(MI\/Dhika Kusuma Winata)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMBINAAN atlet usia muda menjadi fokus Perkumpulan Besar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/padel\" title=\"padel\">Padel<\/a> Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pbpi\" title=\"pbpi\">PBPI<\/a>) untuk membangun pembinaan sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi peluang padel dipertandingkan di Olimpiade 2032. Pengembangan atlet juga dinilai perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri padel agar popularitas olahraga ini dapat menghasilkan prestasi jangka panjang.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PBPI Mochtar Sarman saat menghadiri turnamen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/west-games\" title=\"West Games\">West Games<\/a> di Dash Padel House, Kedoya Selatan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jakarta\" title=\"Jakarta\">Jakarta<\/a> Barat, Sabtu (10\/10). West Games digelar PBPI Jakarta Barat yang mengumpulkan <em>venue <\/em>serta berbagai komunitas se-Jakarta Barat dalam satu turnamen untuk memperkuat kolaborasi antarpelaku olahraga padel.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Mochtar mengatakan capaian padel Indonesia di ajang Asian Games 2026 dengan satu medali perak dan satu perunggu menunjukkan padel memiliki potensi sebagai cabang olahraga prestasi dan bukan sekadar tren rekreasi. Karena itu, federasi mulai memperkuat fondasi pembinaan terutama melalui kompetisi usia muda.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/928312\/demi-berhemat-tarif-ojol-anker-tetap-ke-stasiun-karet-\" title=\"Demi Berhemat Tarif Ojol, Anker Tetap ke Stasiun Karet \" target=\"_blank\">Demi Berhemat Tarif Ojol, Anker Tetap ke Stasiun Karet <\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kita sudah buktikan dari tahun lalu ketika tim putri Indonesia juara tiga di Piala Asia. Kemudian untuk pertama kalinya padel dipertandingkan sebagai cabang medali di Asian Games dan kita bisa merebut perak dan perunggu,&#8221; kata Mochtar.<\/p>\n<p>&#8220;Ini membuktikan bahwa olahraga padel itu bukan olahraga FOMO. Ini olahraga yang bisa berprestasi. Semoga kita juga bisa menghasilkan atlet-atlet padel yang berprestasi ke depannya,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, capaian Indonesia di Asian Games menjadi modal untuk mendorong pembinaan yang lebih terarah. Meski perkembangan padel di Indonesia relatif baru dibandingkan sejumlah negara lain, atlet nasional mampu bersaing dan meraih medali di Asian Games.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/880924\/kalila-padel-cup-vol-2-standar-baru-kompetisi-padel-nasional-di-jakarta\" title=\"Kalila Padel Cup Vol. 2: Standar Baru Kompetisi Padel Nasional di Jakarta\" target=\"_blank\">Kalila Padel Cup Vol. 2: Standar Baru Kompetisi Padel Nasional di Jakarta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>PBPI juga melihat besarnya partisipasi atlet muda dalam kompetisi junior sebagai indikator positif. Mochtar mencontohkan turnamen FIP Promises yang berlangsung di Bandung yang diikuti lebih dari 250 atlet junior, dengan sekitar 85% peserta berasal dari Indonesia. Kompetisi tersebut mempertandingkan kelompok usia 12, 14, 16, dan 18 tahun, baik putra maupun putri.<\/p>\n<p>\u201cIni menjadi fondasi yang harus kita bangun supaya ekosistem dan prestasi padel bisa berkembang secara sehat. Kita perlu menyiapkan atlet sejak usia muda, bukan hanya mengandalkan pemain yang saat ini aktif di kategori senior,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>PBPI juga menjadwalkan turnamen FIP Junior Asia Cup di Jakarta pada November mendatang dengan partisipasi 14 negara. Kejuaraan tersebut mempertandingkan kategori junior kelompok usia 14, 16, dan 18 tahun. Ajang itu menjadi salah satu kesempatan bagi atlet muda Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi pesaing dari negara lain.<\/p>\n<p>Mochtar menegaskan, target jangka panjang pembinaan tersebut adalah menyiapkan atlet Indonesia untuk bersaing di panggung internasional, termasuk jika padel masuk dalam Olimpiade Brisbane 2032. Menurut dia, untuk mencapai target tersebut, pengembangan atlet harus dimulai dari tingkat komunitas dan klub.<\/p>\n<p>\u201cTarget jangka panjang kita adalah Olimpiade 2032 di Brisbane. Karena itu, kita harus mempersiapkan atlet sejak sekarang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam proses tersebut, PBPI mendorong pengurus daerah untuk merangkul pemilik klub dan venue agar turut berperan dalam melahirkan atlet muda. Dukungan fasilitas, program latihan, serta pembentukan akademi dinilai penting untuk menyediakan jalur pembinaan yang konsisten.<\/p>\n<p>PBPI juga menilai pertumbuhan bisnis padel juga harus berjalan seiring dengan pengembangan prestasi. Venue berpotensi menjadi pusat pembinaan melalui penyelenggaraan kompetisi junior dan pengembangan akademi.<\/p>\n<p>\u201cPengurus daerah perlu merangkul pemilik klub agar mereka ikut berkontribusi melahirkan atlet-atlet muda. Dukungan fasilitas dan pelatihan sangat dibutuhkan. Kami juga berharap semakin banyak klub yang memiliki akademi sehingga talenta muda mendapat arahan dan pembinaan yang tepat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3>Cari Bibit Lewat Kompetisi<\/h3>\n<p>Arah pembinaan tersebut juga mulai diterapkan PBPI Jakarta Barat melalui sejumlah agenda kompetisi. Ketua PBPI Jakarta Barat Alit Aryaguna mengatakan pihaknya menempatkan pencarian dan pengembangan atlet muda sebagai prioritas.<\/p>\n<p>Salah satu langkah awalnya ialah West Games, turnamen sekaligus pertemuan antarpelaku padel yang digelar di Dash Padel House. Kegiatan perdana tersebut diikuti 33 pasangan putra yang mewakili sekitar 25 venue, sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi antara federasi, komunitas, dan pengelola lapangan.<\/p>\n<p>Alit menyampaikan agenda tersebut tidak berhenti pada kompetisi antarvenue. Pada awal November, PBPI Jakarta Barat berencana menggelar West Games khusus junior untuk kelompok usia 14, 16, dan 18 tahun. Peserta dapat berasal dari sekolah di Jakarta Barat atau berdomisili di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTarget utama kami adalah menemukan talenta muda dari Jakarta Barat yang bisa dibina untuk naik ke level yang lebih tinggi, misalnya mewakili Jakarta untuk PON atau nantinya bersaing di tingkat internasional. Kompetisi menjadi salah satu cara untuk melihat potensi mereka,\u201d kata Alit.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemetaan atlet junior padel di Jakarta Barat masih perlu diperkuat. Sejumlah pemain muda sudah mengikuti kompetisi, tetapi banyak di antaranya masih bertanding di wilayah lain. Karena itu, PBPI Jakarta Barat berencana memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah agar lebih banyak pemain muda teridentifikasi.<\/p>\n<p>Alit menambahkan, pada Desember mendatang pihaknya juga merencanakan kompetisi sosial yang mempertemukan komunitas, termasuk orang tua murid dari sejumlah sekolah di Jakarta Barat. Program tersebut diharapkan dapat memperluas basis partisipasi sekaligus mendekatkan olahraga padel dengan lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p>Mulai tahun depan, tambahnya, PBPI Jakarta Barat menargetkan pengembangan West Games menjadi liga dengan beberapa seri pertandingan. Kompetisi akan mencakup kategori antarvenue, junior, dan komunitas, dengan pertandingan digelar bergantian di sejumlah lapangan.<\/p>\n<p>\u201cKita harus mulai membangun pembinaan junior yang konsisten. Kalau akademi dan kompetisi usia muda berjalan rutin, perkembangan padel akan lebih berkelanjutan,\u201d kata Alit. (H-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/942874\/pbpi-genjot-pembinaan-atlet-padel-junior\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Turnamen West Games di Dash Padel House, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.(MI\/Dhika Kusuma Winata) PEMBINAAN atlet usia muda menjadi fokus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) untuk membangun pembinaan sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi peluang padel dipertandingkan di Olimpiade 2032. Pengembangan atlet juga dinilai perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri padel agar popularitas olahraga ini dapat menghasilkan prestasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116747,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116746"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116746\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}