{"id":116700,"date":"2026-10-10T15:05:38","date_gmt":"2026-10-10T08:05:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/peringatan-100-tahun-frans-seda-tumbuhkan-inspirasi-generasi-penerus\/"},"modified":"2026-10-10T15:05:38","modified_gmt":"2026-10-10T08:05:38","slug":"peringatan-100-tahun-frans-seda-tumbuhkan-inspirasi-generasi-penerus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/peringatan-100-tahun-frans-seda-tumbuhkan-inspirasi-generasi-penerus\/","title":{"rendered":"Peringatan 100 Tahun Frans Seda Tumbuhkan Inspirasi Generasi Penerus"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/10\/1791619193_ca75d59e217d8a8cfdd0.jpeg\" alt=\"Peringatan 100 Tahun Frans Seda Tumbuhkan Inspirasi Generasi Penerus\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Bagaimana jika generasi masa kini dapat bertanya langsung kepada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/frans-seda\" title=\"Frans Seda\">Frans Seda<\/a>, negarawan, tokoh pendidikan, dan salah satu pendiri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya? Pengalaman lintas generasi ini menjadi salah satu sorotan Frans Seda Centennial Celebration: Empowering the Next Generation, yang digelar di Ballroom Gedung Yustinus Lantai 15, Kampus Semanggi, Unika Atma Jaya, pada Jumat (9\/10). Dengan memanfaatkan teknologi, acara ini mengajak generasi muda mengenal pemikiran dan keteladanan Frans Seda sekaligus menemukan cara baru untuk meneruskan warisannya.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Frans Seda dan Komitmennya pada Pendidikan<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Kontribusi Frans Seda dalam dunia pendidikan tercermin antara lain melalui perannya sebagai salah satu pendiri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada 1960. Baginya, membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan kepemimpinan, tetapi juga melalui pengembangan manusia dan pendidikan. Warisan ini terus hidup melalui Atma Jaya, yang berupaya membentuk insan berilmu, berintegritas, dan peduli terhadap masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan pesan peringatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/100-tahun-frans-seda\" title=\"100 tahun frans seda\">100 tahun Frans Seda<\/a>: memberi ruang bagi generasi penerus untuk belajar, bertumbuh, dan menghadirkan dampak bagi bangsa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/701645\/frans-seda-tokoh-di-balik-penetapan-hari-perhubungan-nasional\" title=\"Frans Seda, Tokoh di Balik Penetapan Hari Perhubungan Nasional\" target=\"_blank\">Frans Seda, Tokoh di Balik Penetapan Hari Perhubungan Nasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Rangkaian peringatan diawali dengan pembukaan pameran \u201cJejak Sejarah Frans Seda\u201d di ATMACultura Exhibition Room, Kampus Unika Atma Jaya pada 2 September. Pada 1 Oktober, Frans Seda Foundation bersama Atma Jaya Institute of Public Policy (AJIPP) dan Kompas Gramedia Group menyelenggarakan Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda bertajuk \u201cKebijakan Ekonomi di Masa Sulit\u201d, dengan keynote speaker Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu. Rangkaian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Frans Seda pada 4 Oktober.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Puncak acara diawali dengan Misa Syukur di Kapel St. Albertus Magnus yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya dan Anggota Luar Biasa Frans Seda Foundation, Ignatius Kardinal Suharyo bersama Rm. Ignasius Wahyudi Paweling, Pr., dan Rm. Hendrikus Meko, SVD. Dalam homilinya, Kardinal Suharyo merefleksikan kesadaran Frans Seda sejak muda akan panggilan awam Katolik untuk mewartakan nilai-nilai Injil di tengah tata dunia, termasuk melalui politik, ekonomi, budaya, kesehatan, dan pendidikan. Ia mengajak generasi muda menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan Frans Seda dengan menemukan cara-cara baru yang relevan dengan zaman.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">\u201cWarisan ini diteruskan kepada kita untuk kita jaga, untuk kita rawat, dan untuk kita kembangkan dengan mencari jalan-jalan yang baru. Intinya sama, tujuannya sama, yaitu meresapi tata dunia yang semakin jauh dari nilai-nilai Injil,\u201d ujar Kardinal Suharyo.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/699445\/erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki-bandara-frans-seda-maumere-tak-beroperasi-2-bulan\" title=\"Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Tak Beroperasi 2 Bulan\" target=\"_blank\">Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Tak Beroperasi 2 Bulan<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Dalam sambutannya, Managing Director Frans Seda Foundation Stefanus Ginting menyampaikan bahwa Frans Seda merupakan sosok panutan dengan kiprah dan pemikiran yang melampaui zamannya, sebagai negarawan, tokoh keagamaan, dan tokoh pendidikan. Ia menjelaskan bahwa tema \u201cEmpowering the Next Generation\u201d diwujudkan dalam format yang dekat dengan generasi muda, melalui pemanfaatan teknologi AI, musik, dan drama musikal.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), mengajak hadirin menjadikan Frans Seda sebagai teladan nyata semangat \u201cUntuk Tuhan dan Tanah Air\u201d. Menurutnya, peringatan satu abad ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menghidupkan kembali semangat pengabdian tersebut dalam pilihan dan tindakan sehari-hari.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Suasana perayaan semakin semarak dengan permainan sasando oleh Mateo Jubileo serta penampilan Ningsyh and Friends. Teater \u201cUntuk Tuhan dan Tanah Air\u201d (UTTA), yang melibatkan mahasiswa, alumni, staf Atma Jaya, dan sahabat Atma, mempersembahkan drama musikal tentang perjalanan hidup Frans Seda dari masa kecil hingga kiprahnya sebagai menteri. Nusa Wicastya menulis naskah, menyutradarai, sekaligus memerankan Frans Seda, bersama J. Rizhan sebagai Frans Seda kecil, Maria Vernanda sebagai Johanna Seda, dan Harris Syaus sebagai Soekarno.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Setelah menyaksikan perjalanan hidupnya di atas panggung, hadirin diajak mengikuti sesi \u201cBincang Bersama Frans Seda\u201d. Sesi ini diawali dengan pesan Frans Seda melalui video, lalu dilanjutkan dengan pertanyaan dari lima perwakilan lintas generasi: Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Pengurus Yayasan Atma Jaya Linus M. Setiadi, Rektor Unika Atma Jaya Prof. Yuda Turana, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan pelajar SMA. Melalui teknologi, dialog ini menjadi ruang refleksi tentang bagaimana nilai dan pemikiran Frans Seda tetap relevan bagi masa kini. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942837\/peringatan-100-tahun-frans-seda-tumbuhkan-inspirasi-generasi-penerus\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Bagaimana jika generasi masa kini dapat bertanya langsung kepada Frans Seda, negarawan, tokoh pendidikan, dan salah satu pendiri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya? Pengalaman lintas generasi ini menjadi salah satu sorotan Frans Seda Centennial Celebration: Empowering the Next Generation, yang digelar di Ballroom Gedung Yustinus Lantai 15, Kampus Semanggi, Unika Atma Jaya, pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116701,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116700\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}