{"id":116670,"date":"2026-10-10T13:49:03","date_gmt":"2026-10-10T06:49:03","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/komdigi-soroti-ancaman-generative-ai-terhadap-ekosistem-jurnalisme\/"},"modified":"2026-10-10T13:49:03","modified_gmt":"2026-10-10T06:49:03","slug":"komdigi-soroti-ancaman-generative-ai-terhadap-ekosistem-jurnalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/komdigi-soroti-ancaman-generative-ai-terhadap-ekosistem-jurnalisme\/","title":{"rendered":"Komdigi Soroti Ancaman Generative AI terhadap Ekosistem Jurnalisme"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/10\/1791611836_969d442f738e59f20b45.jpg\" alt=\"Komdigi Soroti Ancaman Generative AI terhadap Ekosistem Jurnalisme\"\/><figcaption>Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya(DJKI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (<em>generative AI<\/em>) dan platform digital kian mengancam ekosistem <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jurnalisme\" title=\"Jurnalisme\">jurnalisme<\/a> independen. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pentingnya perlindungan karya pers dari praktik penyedotan data tanpa izin oleh teknologi AI demi menjaga keberlanjutan media.<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemkomdigi\" title=\"kemkomdigi\">Kemkomdigi<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fifi-aleyda-yahya\" title=\"FIfi Aleyda Yahya\">Fifi Aleyda Yahya<\/a>, menyoroti maraknya praktik penarikan data (<em>crawling<\/em> dan <em>scraping<\/em>) yang memanfaatkan hasil kerja profesional jurnalis sebagai bahan pengembangan sistem kecerdasan buatan tanpa penghargaan yang sepadan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Fifi menegaskan bahwa inovasi teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan penghormatan penuh terhadap hak cipta serta pengakuan atas investasi intelektual para pekerja media.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/938874\/tingkat-adopsi-ai-di-indonesia-tinggi-tapi-produktivitas-masih-perlu-diperluas\" title=\"Tingkat Adopsi AI di Indonesia Tinggi, tapi Produktivitas masih Perlu Diperluas\" target=\"_blank\">Tingkat Adopsi AI di Indonesia Tinggi, tapi Produktivitas masih Perlu Diperluas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Tantangan tersebut semakin kompleks dengan berkembangnya AI generatif. Teknologi ini membuka peluang inovasi, tetapi juga dapat memanfaatkan karya jurnalistik melalui proses <em>crawling<\/em>, <em>scraping<\/em>, dan pengolahan data, termasuk sebagai sumber untuk pengembangan sistem AI,&#8221; ujar Fifi saat memberikan sambutan dalam kegiatan <em>ASEAN Forum on the Protection of Journalistic Works in the Copyright Regime in the Digital Era<\/em> di Bali, Sabtu (10\/10).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, karya jurnalistik lahir dari proses kerja profesional, pertimbangan editorial, serta investasi yang tidak sedikit. Karya-karya tersebut menyediakan informasi yang dapat diandalkan untuk mendukung pengambilan keputusan dan menjaga partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Oleh karena itu, perlindungan terhadap karya jurnalistik tidak sekadar berfokus pada hak ekonomi pencipta, melainkan menjadi benteng utama dalam menjaga keberlangsungan jurnalisme yang independen, terpercaya, dan berkualitas.<\/p>\n<p>Guna menjawab tantangan tersebut, Indonesia telah melangkah dengan mengolaborasikan kerangka hak cipta dan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Langkah ini diambil untuk memastikan kepemilikan karya dihargai secara adil dan transparan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/850077\/insentif-ekonomi-untuk-jurnalisme-berkualitas\" title=\"Insentif Ekonomi untuk Jurnalisme Berkualitas\" target=\"_blank\">Insentif Ekonomi untuk Jurnalisme Berkualitas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski demikian, Fifi menekankan bahwa penyelesaian masalah ini tidak hanya berhenti pada urusan kompensasi atau lisensi semata. Kejelasan sumber karya, transparansi perizinan, keberlanjutan perusahaan media, serta jaminan akses masyarakat terhadap informasi yang terpercaya juga harus menjadi perhatian utama.<\/p>\n<p>Mengingat tantangan ini melampaui batas wilayah nasional, negara-negara di kawasan Asia Tenggara didorong untuk saling bertukar pengalaman dan memperkaya perspektif kebijakan, meskipun memiliki kerangka hukum dan sistem media yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>&#8220;Perlindungan karya jurnalistik merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem informasi yang sehat, sehingga masyarakat tetap memiliki akses terhadap informasi yang andal, beragam, dan berkualitas,&#8221; tutur Fifi.<\/p>\n<p>&#8220;Upaya ini membutuhkan keseimbangan, teknologi harus tetap membuka ruang bagi inovasi, sementara karya jurnalistik dan proses profesional yang melahirkannya tetap dihormati,&#8221; pungkasnya. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/942825\/komdigi-soroti-ancaman-generative-ai-terhadap-ekosistem-jurnalisme\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya(DJKI) Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (generative AI) dan platform digital kian mengancam ekosistem jurnalisme independen. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pentingnya perlindungan karya pers dari praktik penyedotan data tanpa izin oleh teknologi AI demi menjaga keberlanjutan media. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116671,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116670"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116670\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}