{"id":116652,"date":"2026-10-10T13:01:41","date_gmt":"2026-10-10T06:01:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/kebiasaan-sehari-hari-bisa-ganggu-kesehatan-ginjal-anak-ini-yang-perlu-diwaspadai\/"},"modified":"2026-10-10T13:01:41","modified_gmt":"2026-10-10T06:01:41","slug":"kebiasaan-sehari-hari-bisa-ganggu-kesehatan-ginjal-anak-ini-yang-perlu-diwaspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/kebiasaan-sehari-hari-bisa-ganggu-kesehatan-ginjal-anak-ini-yang-perlu-diwaspadai\/","title":{"rendered":"Kebiasaan Sehari-hari Bisa Ganggu Kesehatan Ginjal Anak, Ini yang Perlu Diwaspadai"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/10\/1791609868_4dc55f8bd9525d28a5ea.png\" alt=\"Kebiasaan Sehari-hari Bisa Ganggu Kesehatan Ginjal Anak, Ini yang Perlu Diwaspadai\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENYAKIT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ginjal\" title=\"ginjal\">ginjal<\/a> selama ini sering kali diidentikkan sebagai masalah kesehatan orang dewasa. Padahal, anak-anak juga rentan mengalami gangguan organ vital ini, baik yang dipicu oleh kelainan bawaan, infeksi, maupun pengaruh pola hidup dan kebiasaan sehari-hari.<\/p>\n<p>Ginjal memiliki fungsi penting dalam menyaring limbah dari darah, membuang kelebihan cairan melalui urine, serta menjaga keseimbangan mineral di dalam tubuh. Apabila fungsi ginjal terganggu, limbah dan cairan dapat menumpuk sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gangguan ginjal pada anak dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi, seperti kelainan bawaan, penyakit genetik, infeksi saluran kemih, sindrom nefrotik, hingga tekanan darah tinggi. Artinya, penyakit ginjal pada anak tidak selalu disebabkan oleh gaya hidup.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/794524\/3-makanan-sehat-untuk-menjaga-fungsi-ginjal\" target=\"_blank\" title=\"3 Makanan Sehat untuk Menjaga Fungsi Ginjal\">3 Makanan Sehat untuk Menjaga Fungsi Ginjal<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski begitu, kebiasaan sehari-hari tetap penting diperhatikan karena dapat memengaruhi kesehatan anak secara keseluruhan dan berhubungan dengan beberapa faktor risiko gangguan ginjal.<\/p>\n<p>Salah satu kebiasaan yang perlu diawasi adalah konsumsi makanan tinggi garam secara berlebihan. Makanan olahan, camilan asin, makanan instan, serta sejumlah makanan cepat saji dapat mengandung natrium dalam jumlah tinggi.<\/p>\n<p>National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), lembaga di bawah National Institutes of Health Amerika Serikat, menjelaskan bahwa asupan natrium perlu diperhatikan pada anak dengan kondisi tertentu, termasuk anak yang berisiko mengalami batu ginjal. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada anak.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/941953\/sering-muncul-tanpa-gejala-ini-pentingnya-deteksi-dini-penyakit-ginjal-kronis\" target=\"_blank\" title=\"Sering Muncul Tanpa Gejala, Ini Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronis\">Sering Muncul Tanpa Gejala, Ini Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, orang tua sebaiknya membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayur, buah, dan makanan segar. Bukan berarti anak harus menghindari seluruh makanan instan, tetapi frekuensi dan jumlah konsumsinya perlu dikendalikan.<\/p>\n<p>Kurang Minum Juga Perlu Diwaspadai<\/p>\n<p>Kebiasaan kurang minum dapat membuat urine menjadi lebih pekat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada anak yang rentan mengalaminya.<\/p>\n<p>NIDDK menyebutkan bahwa mencukupi kebutuhan cairan, terutama melalui air putih, merupakan salah satu perubahan gaya hidup penting untuk membantu mencegah batu ginjal pada anak dan remaja. Kebutuhan cairan setiap anak berbeda, bergantung pada usia, aktivitas, kondisi kesehatan, dan keadaan lingkungan.<\/p>\n<p>Orangtua dapat membiasakan anak membawa botol minum saat sekolah atau beraktivitas. Namun, anak yang telah didiagnosis mengalami gangguan ginjal tertentu perlu mengikuti anjuran dokter mengenai jumlah cairan yang sesuai.<\/p>\n<h2>Kurang Bergerak dan Berat Badan Berlebih<\/h2>\n<p>Aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga kesehatan anak. Kebiasaan terlalu lama duduk dan kurang bergerak dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan. Sementara itu, berat badan berlebih diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko batu ginjal pada anak.<\/p>\n<p>Membiasakan anak bermain aktif, berolahraga sesuai kemampuan, serta mengonsumsi makanan seimbang dapat membantu menjaga berat badan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski demikian, kebiasaan tersebut bukan jaminan bahwa anak terbebas dari penyakit ginjal karena penyebab gangguan ginjal pada masa kanak-kanak sangat beragam.<\/p>\n<h2>Kenali Gejala Gangguan Ginjal pada Anak<\/h2>\n<p>Gangguan ginjal terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. NIDDK menjelaskan bahwa tanda yang dapat muncul meliputi pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, atau tungkai; perubahan jumlah urine; urine berbusa; urine berwarna merah muda atau seperti teh; mudah lelah; serta gangguan pertumbuhan.<\/p>\n<p>Apabila orang tua menemukan gejala tersebut, terutama jika menetap atau disertai kondisi anak yang memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan penyebabnya, karena gejala tersebut tidak selalu berarti anak mengalami penyakit ginjal.<\/p>\n<h2>Jangan Abaikan Riwayat Kesehatan Anak<\/h2>\n<p>Menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-ginjal\" title=\"kesehatan ginjal\">kesehatan ginjal<\/a> anak tidak cukup hanya dengan mengubah pola makan. Riwayat kelainan bawaan, penyakit genetik, infeksi saluran kemih berulang, serta penyakit tertentu juga perlu menjadi perhatian.<\/p>\n<p>Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa anak-anak dapat mengalami gangguan ginjal akibat berbagai kondisi medis. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa penyakit ginjal terjadi akibat kebiasaan tertentu.<\/p>\n<p>Menerapkan pola makan seimbang, mencukupi kebutuhan cairan sesuai kondisi anak, mendorong aktivitas fisik, serta segera memeriksakan gejala yang mencurigakan merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan anak.<\/p>\n<p>(NIDDK\/P-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/942817\/kebiasaan-sehari-hari-bisa-ganggu-kesehatan-ginjal-anak-ini-yang-perlu-diwaspadai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) PENYAKIT ginjal selama ini sering kali diidentikkan sebagai masalah kesehatan orang dewasa. Padahal, anak-anak juga rentan mengalami gangguan organ vital ini, baik yang dipicu oleh kelainan bawaan, infeksi, maupun pengaruh pola hidup dan kebiasaan sehari-hari. Ginjal memiliki fungsi penting dalam menyaring limbah dari darah, membuang kelebihan cairan melalui urine, serta menjaga keseimbangan mineral di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116653,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116652"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116652\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}