{"id":116618,"date":"2026-10-10T11:34:39","date_gmt":"2026-10-10T04:34:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/ketua-dewan-pers-desak-keadilan-ekonomi-media\/"},"modified":"2026-10-10T11:34:39","modified_gmt":"2026-10-10T04:34:39","slug":"ketua-dewan-pers-desak-keadilan-ekonomi-media","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/ketua-dewan-pers-desak-keadilan-ekonomi-media\/","title":{"rendered":"Ketua Dewan Pers Desak Keadilan Ekonomi Media"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/10\/1791606552_7cf6aacd0d44ef21bc3e.jpg\" alt=\"Ketua Dewan Pers Desak Keadilan Ekonomi Media\"\/><figcaption>Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat(Dewan Pers)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Di tengah pesatnya arus teknologi dan monetisasi konten di era digital, industri pers menghadapi disrupsi ekonomi yang kian mengkhawatirkan. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dewan-pers\" title=\"Dewan Pers\">Dewan Pers<\/a> menekankan pentingnya pembagian nilai ekonomi yang adil bagi para pencipta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karya-jurnalistik\" title=\"Karya Jurnalistik\">karya jurnalistik<\/a> di tengah dominasi platform digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI).<\/p>\n<p>Ketua Dewan Pers <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/komaruddin-hidayat\" title=\"Komaruddin Hidayat\">Komaruddin Hidayat<\/a> menilai ekosistem informasi saat ini memicu paradoks besar bagi keberlanjutan profesi jurnalisme. Di satu sisi, karya pers menjangkau jutaan pembaca secara instan, tetapi di sisi lain pendapatan ekonomi justru tergerus oleh platform yang mengagregasikan dan memonetisasi berita tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Komaruddin menegaskan bahwa prinsip mendasar yang harus diperjuangkan oleh seluruh pemangku kepentingan adalah pembagian hasil yang setara bagi setiap pihak yang menghasilkan karya bagi publik.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/929906\/dewan-pers-kecam-aksi-wartawan-peras-guru-di-sukabumi\" title=\"Dewan Pers Kecam Aksi Wartawan Peras Guru di Sukabumi\" target=\"_blank\">Dewan Pers Kecam Aksi Wartawan Peras Guru di Sukabumi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Mungkin prinsip yang harus kita pertahankan itu sederhana, mereka yang menciptakan nilai publik harus mendapatkan bagian yang adil dari nilai yang mereka ciptakan,&#8221; kata Komaruddin saat memberikan pidato pembuka kegiatan ASEAN Forum on the Protection of Journalistic Works in the Copyright Regime in the Digital Era di Bali, Sabtu (10\/10).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, selama bergenerasi-generasi jurnalis telah mengabdi sebagai mata dan telinga masyarakat dengan memverifikasi fakta, menyelidiki kekuasaan, serta menyampaikan cerita bagi publik. Jurnalistik bukan sekadar profesi, melainkan bentuk layanan publik dan pilar demokrasi.<\/p>\n<p>Namun, kehadiran platform digital dan ekonomi platform kerap mengambil bagian substansial dari nilai ekonomi konten berita, sementara jurnalis serta organisasi media hanya menerima porsi yang sangat kecil. Kondisi ini membuat keberlanjutan pers berada dalam ketidakpastian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/921393\/haedar-nashir-terima-kartu-wartawan-utama-khusus-dewan-pers\" title=\"Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus Dewan Pers\" target=\"_blank\">Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus Dewan Pers<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ada sesuatu yang sangat mengkhawatirkan ketika orang-orang yang menyelidiki realitas tidak mendapatkan imbalan yang memadai atas realitas yang mereka hasilkan, sementara mereka yang mendistribusikan, mengagregasikan, dan memonetisasi karya tersebut mengambil bagian nilai ekonomi yang tidak proporsional,&#8221; tutur Komaruddin.<\/p>\n<p>Persoalan itu disebut bukan lagi sebatas masalah finansial, melainkan persoalan etika mendasar. Jika jurnalistik memegang peranan krusial bagi demokrasi, maka profesi ini tidak boleh dibiarkan goyah secara ekonomi.<\/p>\n<p>Tantangan tersebut kini makin kompleks seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan. Sistem AI mampu merangkum, memproduksi, dan mendistribusikan konten secara instan berdasarkan data intelektual yang dipelajari dari hasil kerja jurnalis selama puluhan tahun. Hal ini melahirkan pertanyaan mendasar mengenai hak dan apresiasi bagi jurnalis atas nilai baru yang diciptakan oleh mesin-mesin tersebut.<\/p>\n<p>Sebab itu, Komaruddin menyerukan agar komunitas pers di kawasan ASEAN tidak sekadar menjadi konsumen dari perubahan teknologi, melainkan aktif berpartisipasi merumuskan aturan main. Melalui forum tersebut, para jurnalis se-ASEAN diimbau memanfaatkan momentum untuk saling memperkuat solidaritas dan bertukar pengalaman demi masa depan industri media. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/942804\/ketua-dewan-pers-desak-keadilan-ekonomi-media\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat(Dewan Pers) Di tengah pesatnya arus teknologi dan monetisasi konten di era digital, industri pers menghadapi disrupsi ekonomi yang kian mengkhawatirkan. Dewan Pers menekankan pentingnya pembagian nilai ekonomi yang adil bagi para pencipta karya jurnalistik di tengah dominasi platform digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI). Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116619,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}