{"id":116578,"date":"2026-10-10T09:40:45","date_gmt":"2026-10-10T02:40:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/terbukti-pungli-dan-palsukan-data-badal-haji-kemenhaj-cabut-izin-kbihu-al-fatah-purwakarta\/"},"modified":"2026-10-10T09:40:45","modified_gmt":"2026-10-10T02:40:45","slug":"terbukti-pungli-dan-palsukan-data-badal-haji-kemenhaj-cabut-izin-kbihu-al-fatah-purwakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/terbukti-pungli-dan-palsukan-data-badal-haji-kemenhaj-cabut-izin-kbihu-al-fatah-purwakarta\/","title":{"rendered":"Terbukti Pungli dan Palsukan Data Badal Haji, Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/10\/1791597471_b245482c491eb93904f2.png\" alt=\"Terbukti Pungli dan Palsukan Data Badal Haji, Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta\"\/><figcaption>Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo(Kemenhaj)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/haji\" title=\"haji\">Haji<\/a> dan Umrah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenhaj\" title=\"Kemenhaj\">Kemenhaj<\/a>) Republik Indonesia mengambil langkah tegas dengan mencabut izin operasional Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kbihu\" title=\"kbihu\">KBIHU<\/a>) Al-Fatah Purwakarta. Sanksi administratif berat berupa pencabutan izin penyelenggaraan bimbingan dan pendampingan ibadah haji serta umrah tersebut tertuang resmi dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor: KEP-37\/BN\/2026.<\/p>\n<p>Lembaga bimbingan yang dipimpin oleh H. Nasir dan berlokasi di Jl. Ipik Gandamanah Gg. Pesantren Munjuljaya Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, terbukti melakukan pelanggaran pada penyelenggaraan haji tahun 2026. Pelanggaran yang dilakukan meliputi pemalsuan data terkait dam dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/badal-haji\" title=\"badal haji\">badal haji<\/a>, serta melakukan pungutan biaya bimbingan kepada masing-masing peserta melebihi ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Sanksi ini diputuskan setelah mempertimbangkan surat rekomendasi dari Direktur Jenderal Pengendalian Nomor ND-316 PN\/2026 tanggal 29 September 2026 dan hasil keputusan rapat pimpinan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/908225\/kemenhaj-bakal-tindak-pihak-yang-jadikan-haji-umrah-komoditas-bisnis\" title=\"Kemenhaj Bakal Tindak Pihak yang Jadikan Haji-Umrah Komoditas Bisnis\" target=\"_blank\">Kemenhaj Bakal Tindak Pihak yang Jadikan Haji-Umrah Komoditas Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebagai tindak lanjut atas pelanggaran serius tersebut, Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengambil langkah tegas untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi hak-hak jemaah.<\/p>\n<p>&#8220;KBIHU Al-Fatah Purwakarta terbukti melakukan pemalsuan data terkait dam dan badal haji serta memungut biaya bimbingan melebihi ketentuan yang berlaku. Dengan dicabutnya izin ini, mereka dilarang menyelenggarakan bimbingan ibadah haji dan umrah serta wajib mengembalikan seluruh hak jemaah yang sedang dibimbing pada tahun berjalan,&#8221; tegas Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (10\/10).<\/p>\n<p>Keputusan pencabutan izin operasional ini secara resmi mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, yakni pada 9 Oktober 2026. Seiring dengan berlakunya keputusan tersebut, KBIHU Al-Fatah diwajibkan untuk segera menghentikan seluruh kegiatan bimbingan kepada jemaah haji maupun umrah tanpa terkecuali. Di samping itu, lembaga bimbingan tersebut juga dituntut untuk segera menyelesaikan proses pengembalian hak-hak jemaah haji di tahun ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/931887\/kemenhaj-hapus-mekanisme-lunas-tunda-ganti-tutup-celah-jual-beli-antrean-haji-khusus\" title=\"Kemenhaj Hapus Mekanisme Lunas Tunda Ganti, Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus\" target=\"_blank\">Kemenhaj Hapus Mekanisme Lunas Tunda Ganti, Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menanggapi lebih lanjut mengenai kewajiban pihak pengelola, Puji kembali menegaskan bahwa pencabutan izin tidak menghapus tanggung jawab lembaga terhadap pelanggaran yang telah dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Selain tidak diperbolehkan lagi menyelenggarakan bimbingan, kami juga tidak akan membiarkan mereka lepas tangan begitu saja. Pihak pengelola KBIHU wajib menyelesaikan semua kewajiban atas pelanggaran yang telah mereka lakukan terhadap para jemaah agar tidak ada pihak yang dirugikan,&#8221; tambah Puji.<\/p>\n<p>Kemenhaj berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh lembaga penyelenggara bimbingan haji dan umrah di Indonesia guna menjamin keamanan, kenyamanan, serta transparansi pelayanan bagi calon jemaah.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942784\/terbukti-pungli-dan-palsukan-data-badal-haji-kemenhaj-cabut-izin-kbihu-al-fatah-purwakarta\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo(Kemenhaj) KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengambil langkah tegas dengan mencabut izin operasional Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Fatah Purwakarta. Sanksi administratif berat berupa pencabutan izin penyelenggaraan bimbingan dan pendampingan ibadah haji serta umrah tersebut tertuang resmi dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116579,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116578\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}