{"id":116496,"date":"2026-10-10T04:01:38","date_gmt":"2026-10-09T21:01:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/korea-utara-makin-percaya-diri-sebagai-negara-nuklir-upaya-denuklirisasi-kian-sulit\/"},"modified":"2026-10-10T04:01:38","modified_gmt":"2026-10-09T21:01:38","slug":"korea-utara-makin-percaya-diri-sebagai-negara-nuklir-upaya-denuklirisasi-kian-sulit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/10\/korea-utara-makin-percaya-diri-sebagai-negara-nuklir-upaya-denuklirisasi-kian-sulit\/","title":{"rendered":"Korea Utara Makin Percaya Diri sebagai Negara Nuklir, Upaya Denuklirisasi Kian Sulit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791550179_4f669d312b0aafba4b3d.jpg\" alt=\"Korea Utara Makin Percaya Diri sebagai Negara Nuklir, Upaya Denuklirisasi Kian Sulit\"\/><figcaption>Seorang pria memperhatikan layar televisi yang menampilkan siaran berita dengan cuplikan arsip uji coba rudal Korea Utara, di sebuah stasiun kereta api di Seoul.(JUNG YEON-JE \/ AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/korea-utara\" title=\"Korea Utara\">Korea Utara<\/a> semakin percaya diri sebagai negara berkekuatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nuklir\" title=\"nuklir\">nuklir<\/a> setelah meningkatkan persediaan senjata nuklirnya dan menolak tuntutan denuklirisasi dari komunitas internasional.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut mencuat ketika Jumat ini menandai 20 tahun sejak negara tersebut melakukan uji coba nuklir pertamanya, demikian kantor berita Kyodo melaporkan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara memperdalam kerja sama militer dengan Rusia setelah kedua negara itu menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada 2024 yang mengatur dukungan timbal balik dalam situasi darurat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/930586\/amerika-serikat-gelar-freedom-edge-kim-jong-un-resmikan-kapal-perang-kang-kon\" title=\"Amerika Serikat Gelar Freedom Edge, Kim Jong Un Resmikan Kapal Perang Kang Kon\" target=\"_blank\">Amerika Serikat Gelar Freedom Edge, Kim Jong Un Resmikan Kapal Perang Kang Kon<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Korea Utara juga memperbaiki hubungan dengan China, mitra dagang terbesar sekaligus penyokong ekonomi utamanya selama bertahun-tahun, melalui pertukaran kunjungan tingkat tinggi.<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya ke Korea Utara pada Juni, yang merupakan lawatan pertamanya dalam tujuh tahun, Presiden China Xi Jinping tidak secara terbuka menyinggung program nuklir negara itu, yang dipandang sebagai keuntungan diplomatik bagi Pyongyang.<\/p>\n<p>Dengan Korea Utara yang semakin stabil secara politik dan ekonomi berkat dukungan dari dua negara tetangganya tersebut, upaya untuk merundingkan denuklirisasi kini tampak semakin sulit dibanding sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/903704\/kim-jong-un-pasang-senjata-nuklir-di-angkatan-laut-siap-bangun-kapal-perang-10000-ton\" title=\"Kim Jong Un Pasang Senjata Nuklir di Angkatan Laut, Siap Bangun Kapal Perang 10.000 Ton\" target=\"_blank\">Kim Jong Un Pasang Senjata Nuklir di Angkatan Laut, Siap Bangun Kapal Perang 10.000 Ton<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang telah menunjukkan keinginan untuk melanjutkan dialog langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, secara terbuka menyebut negara itu sebagai kekuatan nuklir, meskipun kebijakan resmi Washington selama ini tetap mengupayakan denuklirisasi penuh Korea Utara.<\/p>\n<p>Antara 2006 hingga 2017, Korea Utara melakukan enam kali uji coba nuklir.<\/p>\n<p>Melalui perubahan konstitusi pada 2012, negara itu secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara berkekuatan nuklir.<\/p>\n<p>Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) memperkirakan Korea Utara telah merakit sekitar 60 hulu ledak nuklir dan memiliki cukup bahan fisil untuk memproduksi sedikitnya 30 hulu ledak tambahan.<\/p>\n<p>Perundingan mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea yang melibatkan Korea Utara, Korea Selatan, China, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat berlangsung pada 2003 hingga 2008.<\/p>\n<p>Namun, proses tersebut pada akhirnya gagal akibat perbedaan pendapat mengenai mekanisme verifikasi.<\/p>\n<p>Pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden, Trump bertemu Kim Jong Un sebanyak tiga kali.<\/p>\n<p>Pertemuan tersebut diawali dengan KTT di Singapura pada 2018, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Vietnam dan di desa gencatan senjata Panmunjeom pada 2019.<\/p>\n<p>Namun, pembicaraan denuklirisasi itu runtuh ketika kedua pemimpin bertemu di Hanoi.<\/p>\n<p>Keduanya gagal menjembatani perbedaan antara tuntutan Amerika Serikat dan permintaan Korea Utara agar sanksi internasional dicabut.<\/p>\n<p>Korea Utara sejak lama berupaya memperoleh pengakuan sebagai negara pemilik senjata nuklir.<\/p>\n<p>Pyongyang menuntut pengakuan tersebut serta penghentian kebijakan yang dianggap bermusuhan oleh Amerika Serikat sebagai prasyarat untuk melanjutkan dialog bilateral.<\/p>\n<p>Dengan dukungan Rusia dan China, yang sama-sama merupakan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sanksi yang dijatuhkan terhadap program nuklir dan rudal balistik Korea Utara kini dinilai semakin kehilangan daya tekan.<\/p>\n<p>Pada 2024, Rusia memveto perpanjangan mandat panel PBB yang dibentuk pada 2009 untuk memantau kepatuhan Korea Utara terhadap sanksi internasional, sehingga badan tersebut dibubarkan.<\/p>\n<p>China memilih abstain dalam pemungutan suara itu.<\/p>\n<p>Terkait pengembangan kemampuan nuklirnya, Korea Utara diduga telah melakukan pelatihan pengoperasian reaktor skala kecil yang dirancang untuk dipasang pada kapal selam bertenaga nuklir yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Yuki Kobayashi, peneliti senior di Sasakawa Peace Foundation di Tokyo yang memiliki keahlian di bidang nonproliferasi nuklir.<\/p>\n<p>Menurut Kobayashi, pelatihan tersebut diyakini berlangsung di fasilitas reaktor air ringan berkapasitas 100.000 kilowatt yang berada di kompleks nuklir Yongbyon, Korea Utara bagian barat laut.<\/p>\n<p>Pada 2023, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan telah mendeteksi indikasi bahwa reaktor tersebut mencapai kondisi kritis, yaitu tahap ketika bahan bakar nuklir mampu mempertahankan reaksi berantai fisi secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis IAEA, operasi reaktor itu sempat dihentikan pada September hingga Oktober 2024, April 2025, Agustus hingga November 2025, serta Maret hingga April 2026.<\/p>\n<p>Karena frekuensi penghentian operasi yang cukup tinggi, muncul spekulasi di kalangan pakar nuklir Jepang bahwa jeda operasional tersebut merupakan bagian dari latihan pengoperasian dan penyalaan reaktor air ringan sebagai persiapan untuk mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Kyod<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/942647\/korea-utara-makin-percaya-diri-sebagai-negara-nuklir-upaya-denuklirisasi-kian-sulit\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pria memperhatikan layar televisi yang menampilkan siaran berita dengan cuplikan arsip uji coba rudal Korea Utara, di sebuah stasiun kereta api di Seoul.(JUNG YEON-JE \/ AFP) Korea Utara semakin percaya diri sebagai negara berkekuatan nuklir setelah meningkatkan persediaan senjata nuklirnya dan menolak tuntutan denuklirisasi dari komunitas internasional. Kondisi tersebut mencuat ketika Jumat ini menandai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116497,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116496\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}