{"id":116324,"date":"2026-10-09T20:34:45","date_gmt":"2026-10-09T13:34:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/akses-tempat-usaha-tertutup-ratusan-karyawan-geruduk-pemprov-dki-turun-tangan\/"},"modified":"2026-10-09T20:34:45","modified_gmt":"2026-10-09T13:34:45","slug":"akses-tempat-usaha-tertutup-ratusan-karyawan-geruduk-pemprov-dki-turun-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/akses-tempat-usaha-tertutup-ratusan-karyawan-geruduk-pemprov-dki-turun-tangan\/","title":{"rendered":"Akses Tempat Usaha Tertutup, Ratusan Karyawan Geruduk Pemprov DKI Turun Tangan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791552525_933f0154d9100451e808.jpeg\" alt=\"Akses Tempat Usaha Tertutup, Ratusan Karyawan Geruduk Pemprov DKI Turun Tangan\"\/><figcaption>Koordinator aksi Venny Tresia(Dok Istimewa )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>RATUSAN karyawan tempat usaha di kawasan Puri, Jakarta Barat, mengaku hampir empat bulan tidak bisa bekerja akibat akses menuju lokasi yang masih tertutup tembok. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun tangan agar akses dibuka dan aktivitas usaha kembali berjalan.<\/p>\n<p>Desakan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (9\/10). Para pekerja dari Club de Arjuna itu meminta pemerintah daerah memfasilitasi penyelesaian persoalan yang hingga kini membuat mereka kehilangan penghasilan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Koordinator aksi Venny Tresia mengatakan, kelompok yang sebelumnya menduduki lokasi usaha telah dikeluarkan oleh kepolisian. Namun, tembok yang menghalangi akses masih berdiri sehingga para karyawan belum bisa kembali bekerja.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/941699\/-pedagang-setu-babakan-ditawarkan-pindah-ke-pasar-minggu\" title=\" Pedagang Setu Babakan Ditawarkan Pindah ke Pasar Minggu\" target=\"_blank\"> Pedagang Setu Babakan Ditawarkan Pindah ke Pasar Minggu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cTempat kerja kami ditembok sama ormas, tapi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/satpol-pp\" title=\"Satpol PP\">Satpol PP<\/a> sampai hari ini enggak berani <em>rubuhin <\/em>tembok itu,\u201d kata Venny, Jumat (9\/10).<\/p>\n<p>Dia mengapresiasi langkah kepolisian yang mengosongkan lokasi setelah para karyawan menggelar aksi serupa pada Senin (21\/9). Kendati demikian, menurutnya, langkah tersebut belum menyelesaikan persoalan karena akses masuk masih tertutup.<\/p>\n<p>Venny meminta Satpol PP menindaklanjuti persoalan itu sesuai kewenangannya. Para pekerja, kata dia, tidak ingin membongkar tembok sendiri karena khawatir menimbulkan persoalan hukum.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/940808\/satpol-pp-dki-tutup-18-depot-air-minum-isi-ulang-tak-layak-konsumsi\" title=\"Satpol PP DKI Tutup 18 Depot Air Minum Isi Ulang tak Layak Konsumsi\" target=\"_blank\">Satpol PP DKI Tutup 18 Depot Air Minum Isi Ulang tak Layak Konsumsi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cTidak mungkin kami bongkar sendiri, nanti kami yang kena masalah juga. Tolong Satpol PP yang berwenang, yang tugas mereka membongkar tembok tanpa izin loh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, berlarutnya persoalan tersebut membuat ratusan pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Jika anggota keluarga turut dihitung, Venny memperkirakan hampir 500 orang terdampak.<\/p>\n<p>\u201cRatusan orang, dengan istri dan anak itu bisa hampir 500, Pak! Tolong dengarkan, mereka butuh makan, mereka butuh kerja! Siapa yang memikirkan nasib mereka?\u201d katanya.<\/p>\n<h3>Sengketa Lahan<\/h3>\n<p>Tempat usaha tersebut dikelola PT Arjuna Prabadwipa Amarta dan PT HD Arjuna disebut sebagai pemilik aset tanah dan bangunan di lokasi tersebut.<\/p>\n<p>Venny menyatakan, lahan itu telah bersertifikat selama 21 tahun sebelum sekelompok orang datang dan menduduki lokasi dengan mengaku mendampingi ahli waris pemilik lahan berdasarkan girik. Menurut dia, situasi tersebut membuat pekerja dan penyewa diminta meninggalkan tempat usaha.<\/p>\n<p>Dia juga mengeklaim girik yang digunakan pihak pengaju klaim pernah dinyatakan palsu dalam putusan pengadilan. Klaim tersebut perlu diverifikasi melalui dokumen putusan serta dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang bersengketa.<\/p>\n<p>Venny berharap Pemprov DKI Jakarta dan instansi terkait membantu mencari penyelesaian dengan tetap menghormati proses hukum dan hak seluruh pihak. Dia menegaskan, para pekerja hanya ingin mendapatkan akses untuk kembali bekerja, sementara sengketa lahan diselesaikan melalui jalur hukum.<\/p>\n<p>\u201cKami juga tidak main hakim sendiri, kami minta tolong,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cHanya kami minta supaya kami diizinkan bekerja, kami bisa masuk kembali,\u201d tandasnya. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/942665\/akses-tempat-usaha-tertutup-ratusan-karyawan-geruduk-pemprov-dki-turun-tangan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koordinator aksi Venny Tresia(Dok Istimewa ) RATUSAN karyawan tempat usaha di kawasan Puri, Jakarta Barat, mengaku hampir empat bulan tidak bisa bekerja akibat akses menuju lokasi yang masih tertutup tembok. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun tangan agar akses dibuka dan aktivitas usaha kembali berjalan. Desakan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116325,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116324"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116324\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}