{"id":116322,"date":"2026-10-09T20:29:36","date_gmt":"2026-10-09T13:29:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/reksa-dana-syariah-tumbuh-signifikan-masyarakat-diimbau-tetap-rasional\/"},"modified":"2026-10-09T20:29:36","modified_gmt":"2026-10-09T13:29:36","slug":"reksa-dana-syariah-tumbuh-signifikan-masyarakat-diimbau-tetap-rasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/reksa-dana-syariah-tumbuh-signifikan-masyarakat-diimbau-tetap-rasional\/","title":{"rendered":"Reksa Dana Syariah Tumbuh Signifikan, Masyarakat Diimbau Tetap Rasional"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791552107_47d2fe5b505e5ebd19d3.jpg\" alt=\"Reksa Dana Syariah Tumbuh Signifikan, Masyarakat Diimbau Tetap Rasional\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok OJK)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TREN investasi di Indonesia menunjukkan sinyal positif dengan lonjakan jumlah investor yang signifikan. Dari sekian banyak instrumen investasi, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/reksa-dana\" title=\"Reksa Dana\">reksa dana<\/a> syariah bisa menjadi pilihan bagi investor pemula.\u00a0<\/p>\n<p>Ketua Panitia Sosialisasi Edukasi (SOSEDU) APRDI 2026, Gresia Kusyanto mengatakan, di sepanjang tahun 2025, total dana kelolaan (<em>Asset Under Management<\/em>\/AUM) reksa dana syariah tercatat meningkat signifikan sebesar 65,1%, dari Rp50,5 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp83,4 triliun pada akhir 2025.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Memasuki 2026, pertumbuhan AUM reksa dana syariah tercatat lebih moderat. Dalam delapan bulan pertama 2026, AUM meningkat 1,6%, dari Rp83,4 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp84,8 triliun pada akhir Agustus 2026,&#8221; terang dia saat Sosialisasi Edukasi Reksa Dana Syariah di gedung <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ojk\" title=\"OJK\">OJK<\/a> DIY, Kamis (8\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/884290\/budaya-investasi-terencana-terus-ditanamkan-kepada-masyarakat\" title=\"Budaya Investasi Terencana terus Ditanamkan kepada Masyarakat\" target=\"_blank\">Budaya Investasi Terencana terus Ditanamkan kepada Masyarakat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan APRDI dan OJK untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses edukasi mengenai reksa dana di berbagai daerah. Menutut dia, literasi dan inklusi reksa dana syariah di masyarakat Indonesia harus terus ditingkatkan guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya investasi yang terencana dan berkala.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memiliki pemahaman yang lebih baik sebelum mengambil keputusan investasi,\u201d ujar Gresia.<\/p>\n<p>Di saat bersamaan, edukasi dan literasi yang berkelanjutan bermanfaat agar masyarakat memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik, risiko, serta manfaat investasi di reksa dana syariah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/879515\/pekan-reksa-dana-2026-jadi-momen-gencarkan-edukasi-investasi\" title=\"Pekan Reksa Dana 2026 Jadi Momen Gencarkan Edukasi Investasi\" target=\"_blank\">Pekan Reksa Dana 2026 Jadi Momen Gencarkan Edukasi Investasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kepala Divisi Hubungan Internasional dan Dalam Negeri PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rasmi M. Ramyakim menyampaikan bahwa industri pasar modal Indonesia telah memperoleh landasan syariah berupa Fatwa Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sejak tahun 2001, pasar modal Indonesia telah memperoleh Fatwa DSN-MUI No. 20\/DSN-MUI\/IV\/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah.\u00a0<\/p>\n<p>KSEI menyediakan dukungan fasilitas untuk kenyamanan investasi reksa dana. KSEI telah menyediakan berbagai fasilitas untuk dapat mendukung aktivitas investasi, yaitu fasilitas AKSes. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan investor untuk memantau portofolio efek secara online.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dengan semakin mudahnya akses digital dan tersedianya berbagai pilihan produk, masyarakat memiliki kesempatan untuk mulai berinvestasi sesuai kemampuan dan profil risikonya,&#8221; kata Rasmi.<\/p>\n<p>Direktur Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF), Dwi Shara Soekarno menyampaikan, Indonesia SIPF saat ini telah memberikan proteksi terhadap produk reksa dana berbasis aset pasar modal. Sesuai amanat UU P2SK, Indonesia SIPF sedang mengupayakan perluasan jangkauan proteksi hingga sampai ke titik investor secara langsung.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Upaya ini telah masuk dalam Roadmap OJK dan salah satu program strategis kami,&#8221; ungkap Shara.<\/p>\n<p>Keberanian berinvestasi secara cerdas, legal dan logis, bukan sekadar cara aman mengamankan kekayaan, yang salah satunya lewat reksa dana syariah. Investasi menjadi \u00a0bahan bakar nyata yang bisa mendongkrak perekonomian nasional.\u00a0<\/p>\n<h3>Tetap Rasional<\/h3>\n<p>Di sisi lain, pelaku investasi di Indonesia terus meningkat, terutama dari kalangan generasi muda. Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, M. Maulana menyampaikan, hingga 30 September 2026, jumlah investor telah menembus angka 30,87 juta, melonjak hingga 60 persen dibandingkan tahun 2025.<\/p>\n<p>&#8220;Menariknya, lebih dari separuh atau 54 persen di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun,&#8221; terang dia.<\/p>\n<p>Data tersebut menunjukkan masih besarnya potensi pasar keuangan domestik. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap rasional dan mewaspadai berbagai risiko sebelum menempatkan dana pada instrumen investasi, termasuk reksa dana.<\/p>\n<p>Setiap produk investasi memiliki tingkat risiko yang berbanding lurus dengan potensi imbal hasilnya. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan pasti. Masyarakat diharapkan melapor apabila menemukan agen atau entitas investasi yang mengklaim bahwa reksadana bebas risiko atau menjamin keuntungan pasti.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, tolong laporkan ke kami kalau ada entitas atau agen investasi yang bilang bahwa reksadana tidak ada risikonya, tolong laporkan ke kami,&#8221; ungkap dia.\u00a0<\/p>\n<p>Masyarakat diimbau untuk senantiasa memegang teguh prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis.<\/p>\n<p>Dari sisi nilai dana kelolaan (<em>Asset Under Management<\/em>\/AUM) secara nasional, total dana kelolaan seluruh produk investasi, termasuk reksadana, Efek Beragunan Aset (EBA), dan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) tercatat sebesar Rp1.003 triliun per 30 September. Angka ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan posisi tertinggi awal tahun yang sempat menyentuh Rp1.040 triliun, yang dipengaruhi oleh fluktuasi indeks harga saham.<\/p>\n<p>Rasio AUM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini berada di level 3,86%. Jika dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan ASEAN seperti Tailan yang mencapai 34% dan Malaysia yang berada di atas 60%, porsi dana kelolaan Indonesia masih tergolong rendah.<\/p>\n<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) terus memperluas edukasi investasi reksa dana ke masyarakat melalui SOSEDU APRDI 2026: PINTAR Investasi di Reksa Dana Syariah.\u00a0<\/p>\n<p>Program PINTAR Reksa Dana sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Program nasional ini sudah launching pada tanggal 27 April 2026 dan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk reksa dana melalui berbagai medium, secara offline maupun online sekaligus membangun kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan,&#8221; terang dia.<\/p>\n<p>Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto menyampaikan rangkaian SOSEDU APRDI 2026 pada semester kedua ini menjadi momentum yang baik untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya mengenai reksa dana syariah serta pentingnya membangun kebiasaan investasi yang terencana dan sesuai dengan profil risiko masyarakat.<\/p>\n<p>Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57% dan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%. Masih ada kesenjangan yang cukup jauh antara literasi keuangan dengan inklusi keuangan.<\/p>\n<p>Eko juga menambahkan, perkembangan jumlah investor reksa dana di DIY menunjukkan tren positif. Pada Agustus 2026, jumlah <em>Single Investor Identification<\/em> (SID) Reksa Dana di DIY tercatat sebanyak 375.672 SID. Secara tahunan (<em>year-on-year<\/em>\/yoy), jumlah tersebut tumbuh 40,16% atau bertambah 107.632 SID dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 268.040 SID.<\/p>\n<p>Sementara itu, total aset reksa dana di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat mencapai sekitar Rp3,8 triliun, atau setara dengan sekitar 1,7% dari PDRB DIY 2026. Artinya, masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan investasi. (AT\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/942662\/reksa-dana-syariah-tumbuh-signifikan-masyarakat-diimbau-tetap-rasional\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok OJK) TREN investasi di Indonesia menunjukkan sinyal positif dengan lonjakan jumlah investor yang signifikan. Dari sekian banyak instrumen investasi, reksa dana syariah bisa menjadi pilihan bagi investor pemula.\u00a0 Ketua Panitia Sosialisasi Edukasi (SOSEDU) APRDI 2026, Gresia Kusyanto mengatakan, di sepanjang tahun 2025, total dana kelolaan (Asset Under Management\/AUM) reksa dana syariah tercatat meningkat signifikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116322"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116322\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}