{"id":116172,"date":"2026-10-09T14:03:42","date_gmt":"2026-10-09T07:03:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/kualitas-udara-di-ibu-kota-nusantara-masuk-kategori-berbahaya\/"},"modified":"2026-10-09T14:03:42","modified_gmt":"2026-10-09T07:03:42","slug":"kualitas-udara-di-ibu-kota-nusantara-masuk-kategori-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/kualitas-udara-di-ibu-kota-nusantara-masuk-kategori-berbahaya\/","title":{"rendered":"Kualitas Udara di Ibu Kota Nusantara Masuk Kategori Berbahaya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791528365_224d564109a27fe58051.jpeg\" alt=\"Kualitas Udara di Ibu Kota Nusantara Masuk Kategori Berbahaya\"\/><figcaption>Istana Garuda atau Negara dan Gedung BI Nusantara di IKN terlihat samar akibat kabut asap.(MI\/Ervan Masbanjar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kualitas-udara\" title=\"kualitas udara\">KUALITAS udara<\/a> di wilayah Ibu Kota Nusantara (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ikn\" title=\"IKN\">IKN<\/a>), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada pengukuran Jumat (9\/10) tercatat masuk kategori Berbahaya. Hal itu disebabkan kian pekatnya asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>) akhir-akhir ini.<\/p>\n<p>Pelaksana tugas (Plt) Kepala Din Kesehatan Kabupaten PPU Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan, berdasarkan laporan analisis kualitas udara Dinkes PPU pada pukul 08.00-09.00 Wita, wilayah Sepaku atau IKN berstatus berbahaya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dibeberkannya, untuk kadar <em>Particulate Matter<\/em> (PM) atau partikel debu halus yang melayang di udara pada PM10 <em>Outdoor<\/em> di Sepaku tembus 403,25 mikrogram per meter kubik dengan kategori berbahaya. Sementara PM10 <em>Indoor<\/em> mencapai 350,75 mikrogram per meter kubik juga berbahaya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/932086\/mengenal-pm25-ancaman-tak-kasat-mata-di-balik-kabut-asap-karhutla\" title=\"Mengenal PM2.5: Ancaman tak Kasat Mata di Balik Kabut Asap Karhutla\" target=\"_blank\">Mengenal PM2.5: Ancaman tak Kasat Mata di Balik Kabut Asap Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cTidak hanya PM10, kadar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pm25\" title=\"PM2,5\">PM2,5<\/a> di Sepaku juga tinggi. PM2,5 <em>Indoor<\/em> tercatat 95 mikrogram per meter kubik kategori tidak sehat. Hal ini juga sama dengan <em>Outdoor <\/em>mencapai 113,75 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga kecamatan lainnya di PPU,\u201d sebutnya.\u00a0<\/p>\n<p>Dikatakannya, untuk tiga kecamatan lain seperti Kecamatan Penajam PM10 <em>Outdoor<\/em> tercatat 250,5 mikrogram per meter kubik kategori sangat tidak sehat, Waru mencapai 341 mikrogram per meter kubik juga sangat tidak sehat, dan Kecamatan Babulu tercatat 290,33 mikrogram per meter kubik masuk kategori sangat tidak sehat pula.<\/p>\n<p>\u201cSecara rata-rata, kualitas udara di empat kecamatan PPU pagi ini berada di level tidak sehat dengan rata-rata PM2,5 <em>Outdoor<\/em> 114,1 mikrogram per meter kubik dan PM10 <em>Outdoor<\/em> 321,27 mikrogram per meter kubik,\u201d urainya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/928067\/kabut-asap-karhutla-selimuti-delineasi-ikn-udara-wonotirto-tidak-sehat\" title=\"Kabut Asap Karhutla Selimuti Delineasi IKN, Udara Wonotirto tidak Sehat\" target=\"_blank\">Kabut Asap Karhutla Selimuti Delineasi IKN, Udara Wonotirto tidak Sehat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pihaknya mengimbau, agar masyarakat Sepaku dan sekitarnya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat keluar rumah, menutup pintu dan jendela, tidak membakar sampah, serta menjaga kebersihan rumah untuk meminimalkan debu dan polusi.<\/p>\n<p>\u201cKami menghimbau masyarakat kurangi aktivitas luar ruangan, pakai masker, tutup pintu atau jendela, hindari bakar sampah, dan jaga kebersihan rumah meminimalkan debu,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, berdasarkan pantauan lapangan pada pukul 13.00 Wita, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kabut-asap\" title=\"kabut asap\">kabut asap<\/a> di wilayah IKN kian menebal, dan bau asap mulai tercium, mata pun terasa perih, meskipun kondisi ini belum mengganggu jarak pandang. Selain itu, peristiwa karhutla masih terjadi di wilayah IKN, dan pada Kamis (8\/10) kemarin saja terjadi kebakaran pada lima desa dan kelurahan di Sepaku.(EM\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/942479\/kualitas-udara-di-ibu-kota-nusantara-masuk-kategori-berbahaya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istana Garuda atau Negara dan Gedung BI Nusantara di IKN terlihat samar akibat kabut asap.(MI\/Ervan Masbanjar) KUALITAS udara di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada pengukuran Jumat (9\/10) tercatat masuk kategori Berbahaya. Hal itu disebabkan kian pekatnya asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir-akhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116173,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116172"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116172\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}