{"id":116137,"date":"2026-10-09T12:29:38","date_gmt":"2026-10-09T05:29:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/perubahan-iklim-makin-menjadi-risiko-finansial-industri-keuangan-perlu-perkuat-ketahanan-bisnis\/"},"modified":"2026-10-09T12:29:38","modified_gmt":"2026-10-09T05:29:38","slug":"perubahan-iklim-makin-menjadi-risiko-finansial-industri-keuangan-perlu-perkuat-ketahanan-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/perubahan-iklim-makin-menjadi-risiko-finansial-industri-keuangan-perlu-perkuat-ketahanan-bisnis\/","title":{"rendered":"Perubahan Iklim Makin Menjadi Risiko Finansial, Industri Keuangan Perlu Perkuat Ketahanan Bisnis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791519231_4524f6c657941d80383c.jpg\" alt=\"Perubahan Iklim Makin Menjadi Risiko Finansial, Industri Keuangan Perlu Perkuat Ketahanan Bisnis\"\/><figcaption>Hujan mengguyur kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (19\/8\/2026).(MI\/AGUNG WIBOWO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perubahan-iklim\" title=\"perubahan iklim\">PERUBAHAN iklim<\/a> kini telah bertransformasi dari sekadar isu lingkungan menjadi faktor krusial dalam pengelolaan risiko di industri keuangan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerusakan aset fisik, tetapi juga merambah pada aspek fundamental seperti kemampuan bayar debitur, kualitas pembiayaan, nilai agunan, hingga likuiditas dan kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Tantangan bagi industri keuangan menjadi kompleks karena <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/risiko-iklim\" title=\"risiko iklim\">risiko iklim<\/a> sering kali tidak muncul secara langsung. Risiko ini ditransmisikan melalui aktivitas bisnis dan kondisi ekonomi sebelum akhirnya memengaruhi keputusan keuangan. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan <i>forward-looking<\/i> untuk memahami eksposur masa depan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Memahami Jalur Transmisi Risiko Iklim<\/h3>\n<p>Secara umum, terdapat dua jalur utama bagaimana perubahan iklim memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/584459\/hadapi-cuaca-ekstem-petani-bisa-manfaatkan-asuransi-parametriks-indeks-cuaca\" title=\"Hadapi Cuaca Ekstem, Petani Bisa Manfaatkan Asuransi Parametriks Indeks Cuaca\" target=\"_blank\">Hadapi Cuaca Ekstem, Petani Bisa Manfaatkan Asuransi Parametriks Indeks Cuaca<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Jenis Risiko<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Cakupan Kejadian<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Dampak pada Sektor Keuangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><b>Risiko Fisik<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Banjir, kebakaran, cuaca ekstrem, kenaikan suhu, dan kenaikan permukaan air laut.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Penurunan nilai agunan, kerusakan aset fisik, dan gangguan kemampuan bayar debitur.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><b>Risiko Transisi<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Perubahan kebijakan, perkembangan teknologi, serta pergeseran preferensi konsumen menuju ekonomi rendah karbon.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Perubahan kondisi pasar, penurunan nilai aset yang tidak ramah lingkungan, dan risiko kepatuhan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Implementasi Climate Risk Stress Testing (CRST)<\/h3>\n<h5><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2026\/10\/09\/1791519122_bf48944b229da3eaaa8c.jpeg\"\/><strong>MI\/HO<\/strong>&#8212;<em>Pertemuan antara PTSI dan\u00a0PT Sarana Multigriya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/finansial\" title=\"finansial\">Finansial<\/a> (Persero)<\/em><\/h5>\n<p>Salah satu instrumen strategis yang digunakan adalah <i>Climate Risk Stress Testing<\/i> (CRST). Melalui pengujian ini, perusahaan dapat mensimulasikan berbagai skenario iklim untuk mengukur potensi dampaknya terhadap indikator keuangan. Proses CRST mencakup penilaian kesiapan data, identifikasi risiko yang relevan, hingga pengembangan strategi mitigasi yang konkret.<\/p>\n<p>PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI mengambil peran vital dalam membantu industri menerjemahkan risiko iklim menjadi informasi strategis. Dengan kapabilitas di bidang <i>sustainability<\/i> dan <i>risk assessment<\/i>, PTSI mendukung perusahaan mulai dari pemetaan risiko hingga transfer pengetahuan internal.<\/p>\n<p>Direktur Niaga dan Operasi PT Surveyor Indonesia, Euis Emalia Noor, menegaskan bahwa perubahan iklim adalah faktor penentu ketahanan finansial.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/941948\/es-laut-arktik-menyusut-ke-titik-terendah-tahun-2026-pertanda-apa-bagi-iklim-bumi\" title=\"Es Laut Arktik Menyusut ke Titik Terendah Tahun 2026, Pertanda Apa bagi Iklim Bumi?\" target=\"_blank\">Es Laut Arktik Menyusut ke Titik Terendah Tahun 2026, Pertanda Apa bagi Iklim Bumi?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Industri keuangan membutuhkan pendekatan yang mampu menerjemahkan risiko iklim menjadi potensi dampak yang terukur. CRST menjadi instrumen penting untuk memahami tingkat ketahanan perusahaan sekaligus menjadi dasar penguatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/manajemen-risiko\" title=\"manajemen risiko\">manajemen risiko<\/a>,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h3>Kolaborasi Strategis PTSI dan PT SMF<\/h3>\n<p>Sebagai langkah nyata, PTSI menjalin kerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dalam pelaksanaan CRST. Kolaborasi ini difokuskan pada identifikasi risiko fisik dan transisi yang spesifik bagi bisnis pembiayaan perumahan, serta pengembangan perangkat pengukuran dampak terhadap profil risiko SMF.<\/p>\n<p>Selain dengan SMF, PTSI telah memiliki rekam jejak panjang dalam analisis risiko iklim di berbagai sektor. Berikut adalah beberapa mitra strategis PTSI dalam implementasi mitigasi risiko iklim:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Mitra Perusahaan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Fokus Kerja Sama \/ Peran PTSI<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Analisis risiko iklim pada sektor perbankan dan portofolio kredit.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">PT Permodalan Nasional Madani (PNM)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Identifikasi risiko fisik dan perlindungan aset pembiayaan mikro.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Overlay data spasial untuk indeks risiko bencana pada jalur transportasi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Analisis tingkat exposure aset pariwisata terhadap perubahan cuaca ekstrem.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Melalui penguatan <i>climate risk management<\/i>, diharapkan sektor keuangan nasional, khususnya pembiayaan perumahan, dapat lebih adaptif dan resilien. Langkah ini menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah ketidakpastian kondisi iklim global di masa depan. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/942446\/perubahan-iklim-makin-menjadi-risiko-finansial-industri-keuangan-perlu-perkuat-ketahanan-bisnis\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hujan mengguyur kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (19\/8\/2026).(MI\/AGUNG WIBOWO) PERUBAHAN iklim kini telah bertransformasi dari sekadar isu lingkungan menjadi faktor krusial dalam pengelolaan risiko di industri keuangan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerusakan aset fisik, tetapi juga merambah pada aspek fundamental seperti kemampuan bayar debitur, kualitas pembiayaan, nilai agunan, hingga likuiditas dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116138,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116137\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}