{"id":116129,"date":"2026-10-09T12:09:36","date_gmt":"2026-10-09T05:09:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/tren-baru-obat-obesitas-fokus-pada-berat-badan-turun-bukan-otot\/"},"modified":"2026-10-09T12:09:36","modified_gmt":"2026-10-09T05:09:36","slug":"tren-baru-obat-obesitas-fokus-pada-berat-badan-turun-bukan-otot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/tren-baru-obat-obesitas-fokus-pada-berat-badan-turun-bukan-otot\/","title":{"rendered":"Tren Baru Obat Obesitas Fokus pada Berat Badan Turun, bukan Otot"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791521062_9e6ced2b0e24eb2c4179.jpg\" alt=\"Tren Baru Obat Obesitas: Fokus pada Berat Badan Turun, bukan Otot\"\/><figcaption>Ilustrasi.(The Wall Street Journal)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SELAMA bertahun-tahun, fokus utama produsen obat penurun <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/berat-badan\" title=\"Berat Badan\">berat badan<\/a> ialah banyak bobot yang hilang. Namun, paradigma tersebut kini bergeser. Pertanyaan krusialnya bukan lagi sekadar angka di timbangan, melainkan jenis berat yang sebenarnya hilang dari tubuh pasien.<\/p>\n<p>Penurunan berat badan yang sangat cepat sering kali membawa efek samping yang merugikan, yakni hilangnya massa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/otot\" title=\"otot\">otot<\/a> secara signifikan bersamaan dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lemak\" title=\"lemak\">lemak<\/a>. Kondisi ini berisiko menyebabkan cedera atau membuat pasien rentan terjatuh. Untuk mengatasinya, generasi baru obat-obatan yang dirancang khusus untuk melindungi otot dan menargetkan lemak tubuh mulai diuji coba.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dalam konferensi medis di Milan pekan ini, studi tahap menengah dan akhir dari perusahaan farmasi raksasa seperti Novo Nordisk, Eli Lilly, dan Regeneron menunjukkan bahwa beberapa kandidat obat mampu mempertahankan otot dengan lebih baik sekaligus membantu meluruhkan lemak perut yang bermasalah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/707597\/berikut-2-fakta-tentang-alasan-orang-gemuk-rentan-ngorok\" title=\"Berikut 2 Fakta tentang Alasan Orang Gemuk Rentan Ngorok\" target=\"_blank\">Berikut 2 Fakta tentang Alasan Orang Gemuk Rentan Ngorok<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Jika terbukti efektif, obat-obatan eksperimental ini dapat meningkatkan kesehatan pasien secara keseluruhan selama menjalani terapi penurunan berat badan yang cepat. Hal ini juga memberikan argumen kuat bagi dokter untuk meresepkan&#8211;dan bagi perusahaan asuransi kesehatan untuk membiayai&#8211;rangkaian obat baru tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saya lebih suka melihat lebih banyak kehilangan lemak dan sedikit lebih sedikit penurunan berat badan secara total, tetapi tetap mempertahankan lebih banyak otot,&#8221; ujar Dr. Juan Pablo Fr\u00edas, seorang ahli endokrinologi yang terlibat dalam penelitian baru Eli Lilly. &#8220;Tujuannya agar Anda tetap bisa membungkuk dan mengikat tali sepatu tanpa kesulitan.&#8221;<\/p>\n<h2>Inovasi Regeneron dan Novo Nordisk<\/h2>\n<p>Regeneron melaporkan data tahap menengah mengenai obat yang dikembangkan untuk menjaga otot saat dikonsumsi bersama GLP-1. Studi tersebut menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi obat ini kehilangan massa otot paha sekitar dua pertiga hingga tiga perempat lebih sedikit dibandingkan mereka yang hanya menggunakan semaglutide (bahan aktif dalam Ozempic dan Wegovy).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/563138\/obesitas-jadi-bom-waktu-kemenkes-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-harus-diatur\" title=\"Obesitas Jadi Bom Waktu, Kemenkes: Konsumsi Gula, Garam dan Lemak Harus Diatur\" target=\"_blank\">Obesitas Jadi Bom Waktu, Kemenkes: Konsumsi Gula, Garam dan Lemak Harus Diatur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Isu komposisi tubuh ini sangat kritis bagi lansia, terutama karena semakin banyak dari mereka yang mendapatkan akses ke obat penurun berat badan melalui Medicare. Namun, dokter menekankan bahwa hal ini juga penting bagi orang dewasa muda untuk menghindari risiko osteoporosis atau cedera di masa depan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Novo Nordisk tengah mempelajari <strong>CagriSema<\/strong>, obat eksperimental yang menggabungkan bahan utama Ozempic dengan <em>cagrilintide<\/em>. Dalam penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes, pasien diabetes tipe 2 yang mengonsumsi CagriSema kehilangan rata-rata 14,3% berat badan dalam sembilan bulan dan menunjukkan pengurangan lemak di sekitar hati serta pankreas secara signifikan.<\/p>\n<p>&#8220;Memahami rasa sakit, memahami &#8216;food noise&#8217; (gangguan pikiran tentang makanan), dan memahami sesuatu yang benar-benar memengaruhi Anda setiap hari, dapat menjadi pembeda,&#8221; kata Martin Holst Lange, Chief Scientific Officer Novo Nordisk.<\/p>\n<h2>Persaingan dan Tantangan Medis<\/h2>\n<p>Persaingan di pasar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/obat-obesitas\" title=\"obat obesitas\">obat obesitas<\/a> semakin ketat. Analisis dari firma hukum Pinsent Masons menunjukkan aplikasi paten internasional untuk GLP-1 naik 28% dalam 12 bulan hingga Maret 2026. Eli Lilly juga mempresentasikan data terbaru untuk <strong>retatrutide<\/strong>, yang membantu pasien kehilangan hingga 28,3% berat badan dan melaporkan peningkatan kemampuan gerak sehari-hari.<\/p>\n<p>Meski demikian, beberapa ahli memberikan catatan kritis. Wei Shen, peneliti komposisi tubuh dari Columbia University, memperingatkan bahwa massa tubuh tanpa lemak\u00a0(lean mass) tidak boleh disamakan sepenuhnya dengan otot, karena mencakup jaringan nonlemak lain.<\/p>\n<p>&#8220;Dibutuhkan waktu untuk mempelajari data apa yang harus kita lacak dan fokus pada hasil yang tepat,&#8221; kata Dr. Nidhi Kansal, dokter spesialis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/obesitas\" title=\"obesitas\">obesitas<\/a> di Northwestern Medicine. &#8220;Kita menyebutnya obat penurun berat badan, tetapi secara medis, tujuannya ialah penghilangan lemak.&#8221; (The Wall Street Journal\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/942450\/tren-baru-obat-obesitas-fokus-pada-berat-badan-turun-bukan-otot\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(The Wall Street Journal) SELAMA bertahun-tahun, fokus utama produsen obat penurun berat badan ialah banyak bobot yang hilang. Namun, paradigma tersebut kini bergeser. Pertanyaan krusialnya bukan lagi sekadar angka di timbangan, melainkan jenis berat yang sebenarnya hilang dari tubuh pasien. Penurunan berat badan yang sangat cepat sering kali membawa efek samping yang merugikan, yakni hilangnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}