{"id":116046,"date":"2026-10-09T07:35:37","date_gmt":"2026-10-09T00:35:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/delapan-wna-dideportasi-dari-bali-terlibat-prostitusi-hingga-tidak-bayar-makan\/"},"modified":"2026-10-09T07:35:37","modified_gmt":"2026-10-09T00:35:37","slug":"delapan-wna-dideportasi-dari-bali-terlibat-prostitusi-hingga-tidak-bayar-makan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/delapan-wna-dideportasi-dari-bali-terlibat-prostitusi-hingga-tidak-bayar-makan\/","title":{"rendered":"Delapan WNA Dideportasi dari Bali, Terlibat Prostitusi hingga tidak Bayar Makan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791505790_0fd83e7dd3d86dfc9170.jpg\" alt=\"Delapan WNA Dideportasi dari Bali, Terlibat Prostitusi hingga tidak Bayar Makan\"\/><figcaption>(MI\/Arnoldus)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>APARAT penegak hukum di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bali\" title=\"Bali\">Bali<\/a> terus memperketat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang melanggar aturan. Dalam sepekan terakhir hingga 7 Oktober 2026, sebanyak delapan WNA dari berbagai negara dideportasi ke negara asalnya akibat beragam pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal hingga tindakan kriminal ringan yang meresahkan masyarakat.<\/p>\n<p>Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Teguh Mentalyadi, mengonfirmasi bahwa delapan WNA tersebut berasal dari lima negara berbeda, yakni Rusia, India, Nigeria, Amerika Serikat, dan Bulgaria. Mereka dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) karena terbukti melanggar hukum dan ketertiban di Bali.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kasusnya beragam, mulai dari <em>overstay<\/em>, penggunaan dokumen palsu, tidak mampu membayar makan di restoran, hingga praktik prostitusi sebagai pekerja seks komersial (PSK),&#8221; ujar Teguh pada Jumat (9\/10\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/923462\/viral-ogah-bayar-salon-dan-overstay-dua-wna-dideportasi-dari-bali\" title=\"Viral Ogah Bayar Salon dan Overstay, Dua WNA Dideportasi dari Bali\" target=\"_blank\">Viral Ogah Bayar Salon dan Overstay, Dua WNA Dideportasi dari Bali<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kasus Viral tidak Bayar Makan<\/h2>\n<p>Salah satu kasus yang menarik perhatian melibatkan seorang perempuan asal Rusia berinisial PB, 36,\u00a0dan anaknya ZB, 7. PB sempat viral di media sosial pada akhir Agustus 2026 setelah dilaporkan oleh sejumlah pelaku usaha di Kuta Selatan. Ia diduga kerap mengambil barang dan menikmati makanan di restoran dengan janji pembayaran melalui transfer yang tidak pernah terealisasi.<\/p>\n<p>Petugas Imigrasi Ngurah Rai akhirnya mengamankan keduanya di suatu\u00a0restoran di kawasan Pecatu pada 26 Agustus 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemegang <em>Visa on Arrival<\/em> (VoA) ini telah <em>overstay<\/em> selama 318 hari. Setelah didetensi selama 35 hari, keduanya dideportasi ke Moskow pada 30 September 2026.<\/p>\n<h2>Prostitusi dan Pelanggaran Izin Tinggal<\/h2>\n<p>Pendeportasian berlanjut pada 5 Oktober 2026 terhadap pria asal India, DMIA, 23, yang <em>overstay<\/em> selama 30 hari dan tidak mampu membayar denda beban. Kemudian pada 6 Oktober, empat WNA lain\u00a0menyusul dideportasi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/941906\/porter-bandara-ngurah-rai-ditangkap-usai-curi-uang-penumpang-rp18-juta\" title=\"Porter Bandara Ngurah Rai Ditangkap Usai Curi Uang Penumpang Rp18 Juta\" target=\"_blank\">Porter Bandara Ngurah Rai Ditangkap Usai Curi Uang Penumpang Rp18 Juta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di antaranya ialah TE, 23, perempuan asal Nigeria yang terjaring operasi gabungan Imigrasi dan Polda Bali di kawasan Umalas. TE terbukti menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja sebagai PSK.<\/p>\n<p>Selain TE, dua pria asal Nigeria berinisial EDN, 30,\u00a0dan UPJ, 40,\u00a0juga dideportasi. EDN tercatat <em>overstay<\/em> selama 3 tahun 4 bulan, sementara UPJ tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.<\/p>\n<p>Pada hari yang sama, seorang perempuan asal Amerika Serikat, JLH, 42, dideportasi ke Guam setelah <em>overstay<\/em> selama 54 hari. Rangkaian tindakan tegas ini ditutup dengan pendeportasian pria asal Bulgaria, GTH, 49, pada 7 Oktober 2026 karena <em>overstay<\/em> selama 65 hari.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Daftar Penangkalan<\/strong><\/p>\n<p>Selain dideportasi, kedelapan WNA tersebut diusulkan masuk dalam daftar penangkalan sesuai Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Mereka terancam tidak dapat memasuki wilayah Indonesia selama lima hingga sepuluh tahun, bahkan seumur hidup tergantung jenis pelanggarannya.<\/p>\n<\/div>\n<p>Teguh menegaskan bahwa setiap orang asing di Indonesia wajib menaati hukum dan menghormati ketertiban masyarakat. &#8220;Setelah seluruh proses dan dokumen kepulangan terpenuhi, kami melaksanakan pendeportasian sesuai ketentuan yang berlaku,&#8221;\u00a0pungkasnya. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/942410\/delapan-wna-dideportasi-dari-bali-terlibat-prostitusi-hingga-tidak-bayar-makan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(MI\/Arnoldus) APARAT penegak hukum di Bali terus memperketat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang melanggar aturan. Dalam sepekan terakhir hingga 7 Oktober 2026, sebanyak delapan WNA dari berbagai negara dideportasi ke negara asalnya akibat beragam pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal hingga tindakan kriminal ringan yang meresahkan masyarakat. Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116047,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}