{"id":116027,"date":"2026-10-09T06:28:38","date_gmt":"2026-10-08T23:28:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/granit-xhaka-didenda-rp32-miliar-terkait-sertifikat-vaksin-covid-19-palsu\/"},"modified":"2026-10-09T06:28:38","modified_gmt":"2026-10-08T23:28:38","slug":"granit-xhaka-didenda-rp32-miliar-terkait-sertifikat-vaksin-covid-19-palsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/granit-xhaka-didenda-rp32-miliar-terkait-sertifikat-vaksin-covid-19-palsu\/","title":{"rendered":"Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar Terkait Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791501331_042202077e0ddce96f2d.jpg\" alt=\"Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar Terkait Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu\"\/><figcaption>Gelandang timnas Swis Granit Xhaka(AFP\/Odd ANDERSEN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KAPTEN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sunderland\" title=\"sunderland\">Sunderland<\/a> sekaligus pemimpin tim nasional Swis, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/granit-xhaka\" title=\"Granit Xhaka\">Granit Xhaka<\/a>, resmi dijatuhi hukuman denda sebesar 136 ribu pound sterling atau setara dengan Rp3,2 miliar. Sanksi hukum ini diberikan terkait keterlibatan Xhaka dalam kepemilikan sertifikat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vaksin\" title=\"vaksin\">vaksin<\/a> covid-19 palsu.<\/p>\n<p>Gelandang berpengalaman berusia 34 tahun tersebut dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memperoleh dokumen kesehatan ilegal. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (9\/10), Xhaka menyatakan menerima putusan tersebut dengan lapang dada.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cSaya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,\u201d tulis mantan pemain Arsenal tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/935964\/granit-xhaka-absen-bela-timnas-swis-akibat-skandal-sertifikat-vaksin-palsu\" title=\"Granit Xhaka Absen Bela Timnas Swis Akibat Skandal Sertifikat Vaksin Palsu\" target=\"_blank\">Granit Xhaka Absen Bela Timnas Swis Akibat Skandal Sertifikat Vaksin Palsu<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Denda Ditangguhkan Dua Tahun<\/h2>\n<p>Meskipun dijatuhi denda yang cukup besar, pengadilan memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut selama dua tahun. Syaratnya, Xhaka tidak boleh melakukan pelanggaran hukum lainnya dalam periode tersebut. Selain denda utama, Xhaka juga mengonfirmasi telah menyelesaikan pembayaran seluruh biaya perkara pengadilan.<\/p>\n<p>Kasus ini berakar pada kejadian di tahun 2022, saat Xhaka masih berseragam Arsenal. Kala itu, Pemerintah Swis\u00a0mewajibkan sertifikat vaksin covid-19 sebagai syarat akses ke tempat umum, aktivitas sosial, hingga perjalanan luar negeri. Xhaka mengakui bahwa keputusannya saat itu dipengaruhi oleh rasa khawatir dan ketidakpastian terhadap vaksinasi.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,\u201d tegas pemegang rekor 152 penampilan bersama timnas Swiss itu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/796583\/granit-xhaka-bergabung-dengan-sunderland-dari-bayer-leverkusen\" title=\"Granit Xhaka Bergabung dengan Sunderland dari Bayer Leverkusen\" target=\"_blank\">Granit Xhaka Bergabung dengan Sunderland dari Bayer Leverkusen<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Dampak pada Karier Internasional<\/h2>\n<p>Akibat proses hukum yang berjalan, Xhaka sempat mundur dari pemusatan latihan timnas Swiss pada jeda internasional terbaru. Ia melewatkan sejumlah pertandingan penting di UEFA Nations League melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia.<\/p>\n<p>Padahal, peran Xhaka di level internasional sangat krusial. Ia merupakan kapten yang memimpin Swiss hingga mencapai babak perempat final Piala Dunia 2026, sebelum akhirnya dihentikan oleh Argentina.<\/p>\n<h2>Fokus Kembali ke Sunderland<\/h2>\n<p>Di level klub, Sunderland bersiap menyambut kembali sang kapten di lapangan hijau. Xhaka diprediksi akan tampil saat <i>The Black Cats<\/i> menjamu Brighton pada Sabtu (10\/10).<\/p>\n<p>Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, memilih untuk tidak mencampuri urusan pribadi anak asuhnya tersebut. Le Bris menegaskan bahwa fokus utamanya adalah performa Xhaka di atas lapangan yang dinilai tetap profesional selama masa sulit ini.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,\u201d pungkas Le Bris. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/942400\/granit-xhaka-didenda-rp32-miliar-terkait-sertifikat-vaksin-covid-19-palsu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelandang timnas Swis Granit Xhaka(AFP\/Odd ANDERSEN) KAPTEN Sunderland sekaligus pemimpin tim nasional Swis, Granit Xhaka, resmi dijatuhi hukuman denda sebesar 136 ribu pound sterling atau setara dengan Rp3,2 miliar. Sanksi hukum ini diberikan terkait keterlibatan Xhaka dalam kepemilikan sertifikat vaksin covid-19 palsu. Gelandang berpengalaman berusia 34 tahun tersebut dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memperoleh dokumen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116028,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116027"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116027\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}