{"id":116015,"date":"2026-10-09T05:58:39","date_gmt":"2026-10-08T22:58:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/bahaya-candaan-tarik-kursi-risiko-cedera-sumsum-tulang-belakang-dan-kelumpuhan\/"},"modified":"2026-10-09T05:58:39","modified_gmt":"2026-10-08T22:58:39","slug":"bahaya-candaan-tarik-kursi-risiko-cedera-sumsum-tulang-belakang-dan-kelumpuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/09\/bahaya-candaan-tarik-kursi-risiko-cedera-sumsum-tulang-belakang-dan-kelumpuhan\/","title":{"rendered":"Bahaya Candaan Tarik Kursi Risiko Cedera Sumsum Tulang Belakang dan Kelumpuhan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/09\/1791499955_c9222f3a6aee3e38428d.jpg\" alt=\"Bahaya Candaan Tarik Kursi: Risiko Cedera Sumsum Tulang Belakang dan Kelumpuhan\"\/><figcaption>Ilustrasi(chatgpt)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>CANDAAN menarik kursi saat seseorang hendak duduk masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Meski dianggap sebagai lelucon, tindakan ini menyimpan risiko fatal yang dapat mengubah hidup seseorang selamanya. Benturan keras pada tulang belakang akibat terjatuh dapat memicu <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cedera-sumsum-tulang-belakang\" title=\"cedera sumsum tulang belakang\">cedera sumsum tulang belakang<\/a> atau <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/spinal-cord-injury\" title=\"spinal cord injury\">Spinal Cord Injury<\/a><\/i> (SCI).<\/p>\n<p>Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Citra Ariani, Sp KP, M Biomed, menjelaskan bahwa SCI terjadi ketika trauma fisik merusak bagian dari sistem saraf pusat yang terlindungi di dalam tulang belakang. Kerusakan ini tidak hanya terjadi saat benturan (cedera primer), tetapi juga bisa memburuk seiring waktu melalui proses cedera sekunder.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Mekanisme Kerusakan Saraf<\/h2>\n<p>Menurut Citra, trauma keras dapat merusak sel-sel saraf atau pembuluh darah yang menyuplai serabut saraf secara langsung. Namun, ancaman tidak berhenti di situ. Rangkaian reaksi biologis berupa peradangan dapat memperluas kerusakan saraf dalam hitungan menit hingga berbulan-bulan setelah kejadian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/920443\/tiga-cara-atasi-nyeri-punggung-bawah-kronis-tanpa-obat-obatan\" title=\"Tiga Cara Atasi Nyeri Punggung Bawah Kronis tanpa Obat-obatan\" target=\"_blank\">Tiga Cara Atasi Nyeri Punggung Bawah Kronis tanpa Obat-obatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dampaknya sangat luas, mulai dari hilangnya fungsi sensorik seperti kemampuan merasakan sentuhan, panas, dan nyeri, hingga gangguan motorik yang menyebabkan kelemahan otot atau kelumpuhan total. Selain itu, fungsi saraf otonom juga bisa terganggu.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #d9534f; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Dampak Gangguan Saraf Otonom &amp; Sekunder:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Hilangnya kontrol untuk menahan buang air kecil (inkontinensia).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Nyeri neuropatik berkepanjangan yang menurunkan kualitas hidup.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Risiko gagal napas pada cedera area servikal (leher) karena terganggunya saraf otot pernapasan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Waspadai Tanda Bahaya<\/h2>\n<p>Citra mengingatkan bahwa kondisi korban setelah jatuh tidak bisa hanya dinilai dari kesadarannya. Seseorang yang masih bisa berbicara setelah trauma belum tentu dalam kondisi aman. Diperlukan observasi medis segera untuk mencegah perburukan kondisi.<\/p>\n<p>Berikut adalah ringkasan gejala dan tindakan yang harus diperhatikan saat terjadi trauma tulang belakang:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/901734\/waspada-nyeri-pinggang-di-usia-muda-akibat-posisi-duduk-tak-ergonomis\" title=\"Waspada Nyeri Pinggang di Usia Muda Akibat Posisi Duduk Tak Ergonomis\" target=\"_blank\">Waspada Nyeri Pinggang di Usia Muda Akibat Posisi Duduk Tak Ergonomis<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px; text-align: left;\">Gejala &amp; Tindakan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px;\"><strong>Tanda Bahaya Utama<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px;\">Nyeri punggung hebat, rasa menekan di leher\/kepala, kelumpuhan mendadak, rasa baal (mati rasa).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px;\"><strong>Gejala Sistemik<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px;\">Kesulitan menggerakkan anggota tubuh, hilang kontrol buang air, hingga penurunan kesadaran.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px;\"><strong>Pertolongan Pertama<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 12px;\">Segera cari bantuan medis. <strong>Dilarang memindahkan pasien<\/strong> tanpa stabilisasi yang baik karena berisiko memperparah cedera.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Edukasi di Lingkungan Sekolah<\/h2>\n<p>Mengingat tingginya risiko yang dipertaruhkan, Citra menekankan pentingnya peran orang dewasa dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak.<\/p>\n<p>&#8220;Orangtua dan guru perlu memberi contoh kepada anak-anak untuk melakukan kegiatan permainan atau olahraga secara aman,&#8221; pesannya.<\/p>\n<p>Kesadaran akan bahaya <i>prank<\/i> atau candaan fisik seperti menarik kursi harus ditingkatkan agar lingkungan sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang siswa tanpa ancaman cedera permanen. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942391\/bahaya-candaan-tarik-kursi-risiko-cedera-sumsum-tulang-belakang-dan-kelumpuhan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(chatgpt) CANDAAN menarik kursi saat seseorang hendak duduk masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Meski dianggap sebagai lelucon, tindakan ini menyimpan risiko fatal yang dapat mengubah hidup seseorang selamanya. Benturan keras pada tulang belakang akibat terjatuh dapat memicu cedera sumsum tulang belakang atau Spinal Cord Injury (SCI). Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116016,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}