{"id":115778,"date":"2026-10-08T19:39:37","date_gmt":"2026-10-08T12:39:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/08\/psikolog-masalah-kesehatan-mental-muncul-seiring-perkembangan-usia\/"},"modified":"2026-10-08T19:39:37","modified_gmt":"2026-10-08T12:39:37","slug":"psikolog-masalah-kesehatan-mental-muncul-seiring-perkembangan-usia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/08\/psikolog-masalah-kesehatan-mental-muncul-seiring-perkembangan-usia\/","title":{"rendered":"Psikolog Masalah Kesehatan Mental Muncul Seiring Perkembangan Usia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/08\/1791462692_92df6ef049cafd25277e.jpg\" alt=\"Psikolog : Masalah Kesehatan Mental Muncul Seiring Perkembangan Usia\"\/><figcaption>Ilustrasi gangguan kesehatan mental(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PSIKOLOG\u00a0klinis dewasa, Miki Amrilya Wardati\u00a0mengungkapkan bahwa proses menjalankan tugas perkembangan di setiap tahapan usia berpotensi memicu permasalahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mental\" title=\"Kesehatan mental\">kesehatan mental<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cDalam prosesnya ketika menjalankan tugas perkembangan secara psikologis itu, di situlah mulai ada tantangan-tantangan atau mungkin hambatan yang akhirnya berpotensi memunculkan permasalahan psikologis,\u201d ujar Miki dalam sebuah temu media di Jakarta, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Memahami Pemicu Kecemasan dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/depresi\" title=\"depresi\">Depresi<\/a><\/h3>\n<p>Miki menjelaskan bahwa gangguan kecemasan sering kali bersumber dari ketakutan berlebih yang tidak rasional. Hal ini bisa muncul terhadap sesuatu yang belum terjadi, atau respons berlebihan terhadap kondisi yang sebenarnya tidak seburuk yang dibayangkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/940324\/peneliti-ungkap-gejala-depresi-pada-anak-lebih-fokus-memerhatikan-ekspresi-sedih-orang-lain\" title=\"Peneliti Ungkap Gejala Depresi pada Anak: Lebih Fokus Memerhatikan Ekspresi Sedih Orang Lain\" target=\"_blank\">Peneliti Ungkap Gejala Depresi pada Anak: Lebih Fokus Memerhatikan Ekspresi Sedih Orang Lain<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, depresi berkaitan erat dengan permasalahan pada aspek afek atau perasaan. Miki menyebutkan bahwa kehilangan orang yang signifikan atau konflik dengan orang terdekat sering menjadi pemicu utama seseorang mengalami gejala depresi.<\/p>\n<p>Tugas perkembangan yang dimaksud mencakup berbagai aspek kehidupan, antara lain:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Masa Anak-anak:<\/strong> Fokus pada tugas sekolah, kemandirian dasar, dan pengembangan interaksi sosial.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Masa Dewasa:<\/strong> Tuntutan kemandirian finansial, produktivitas kerja, hingga membangun relasi serius seperti pernikahan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Menurut Miki, masalah muncul ketika individu memaknai tugas-tugas tersebut sebagai sebuah ancaman atau sesuatu yang sangat sulit.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/940271\/kebiasaan-minuman-harian-berpengaruh-terhadap-kesehatan-mental-kopi-vs-minuman-manis\" title=\"Kebiasaan Minuman Harian Berpengaruh terhadap Kesehatan Mental: Kopi vs Minuman Manis\" target=\"_blank\">Kebiasaan Minuman Harian Berpengaruh terhadap Kesehatan Mental: Kopi vs Minuman Manis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Di situlah muncul pikiran-pikiran irasional pada akhirnya. Dan lebih jauh lagi nanti akhirnya menjadi gangguan kecemasan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h3>Data Kesehatan Mental di Indonesia 2026<\/h3>\n<p>Potensi gangguan mental ini tercermin dalam data terbaru. Laporan <em>Indonesia Health Insights Report<\/em> bertajuk &#8220;Navigating Indonesia&#8217;s Mental Health Landscape 2026&#8221; dari <em>Halodoc<\/em> menunjukkan bahwa gangguan ansietas (kecemasan) menjadi diagnosis tertinggi.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Statistik Kesehatan Mental Semester 1 2026:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Diagnosis Ansietas: 31,6% dari total konsultasi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pertumbuhan Kasus: Meningkat 47,2% dibandingkan tahun sebelumnya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Prevalensi Global (WHO): 1 dari 8 hingga 1 dari 10 orang mengalami gangguan jiwa.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025-2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa.<\/p>\n<p>Secara spesifik, data Kemenkes mencatat sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (<em>anxiety disorder<\/em>), dan 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (<em>depression disorder<\/em>). Angka ini dinilai signifikan dan memerlukan perhatian serius dalam penanganan kesehatan mental sejak dini. (Ant\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/942255\/psikolog--masalah-kesehatan-mental-muncul-seiring-perkembangan-usia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi gangguan kesehatan mental(Magnific) PSIKOLOG\u00a0klinis dewasa, Miki Amrilya Wardati\u00a0mengungkapkan bahwa proses menjalankan tugas perkembangan di setiap tahapan usia berpotensi memicu permasalahan kesehatan mental. \u201cDalam prosesnya ketika menjalankan tugas perkembangan secara psikologis itu, di situlah mulai ada tantangan-tantangan atau mungkin hambatan yang akhirnya berpotensi memunculkan permasalahan psikologis,\u201d ujar Miki dalam sebuah temu media di Jakarta, Kamis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":115779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-115778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}