{"id":115590,"date":"2026-10-08T11:50:42","date_gmt":"2026-10-08T04:50:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/08\/definisi-baru-koloni-lebah-cara-pandang-baru-peneliti-mengenai-siklus-hidup-sarang\/"},"modified":"2026-10-08T11:50:42","modified_gmt":"2026-10-08T04:50:42","slug":"definisi-baru-koloni-lebah-cara-pandang-baru-peneliti-mengenai-siklus-hidup-sarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/08\/definisi-baru-koloni-lebah-cara-pandang-baru-peneliti-mengenai-siklus-hidup-sarang\/","title":{"rendered":"Definisi Baru Koloni Lebah Cara Pandang Baru Peneliti Mengenai Siklus Hidup Sarang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/08\/1791434483_65b742587122e90d397a.jpg\" alt=\"Definisi Baru Koloni Lebah: Cara Pandang Baru Peneliti Mengenai Siklus Hidup Sarang\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DUA orang peneliti mengajukan sudut pandang baru mengenai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/siklus-hidup-lebah-madu\" title=\"Siklus Hidup Lebah Madu\">siklus hidup lebah madu<\/a>. Mereka berargumen ketika sebagian koloni lebah terbang meninggalkan sarang bersama ratu tua (swarming), anak ratu yang ditinggalkan di sarang lama sebenarnya membentuk koloni yang benar-benar baru, yakni sebuah organisme terpisah dengan masa hidupnya sendiri.<\/p>\n<p>Jika pandangan ini benar, sarang lebah yang bertahan lama sebenarnya merupakan garis keturunan dari ibu dan anak lebah. Hal ini dinilai dapat mengubah pemahaman dasar mengenai kesehatan lebah dan praktik peternakan lebah (beekeeping).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Cara Baru Mendefinisikan Koloni Lebah<\/h2>\n<p>Gagasan ini dipaparkan Hannes Bonhoff, lulusan magister biologi dari Lund University di Swedia, bersama co-author Heikki Helanter\u00e4, profesor biologi evolusioner dan genomik di University of Oulu, Finlandia. Kajian mereka dipublikasikan dalam jurnal Insectes Sociaux.<\/p>\n<p>&#8220;Kami telah menganalisis apa artinya bagi sebuah koloni lebah untuk menjadi satu organisme tunggal, yang membuka wawasan baru tentang kehidupan lebah madu yang memikat,&#8221; ujar Bonhoff.<\/p>\n<p>Tulisan mereka merupakan artikel tinjauan (review paper) yang dikembangkan dari tesis magister Bonhoff. Penelitian ini tidak melaporkan eksperimen baru, melainkan menyusun argumen berdasarkan studi-studi yang telah dipublikasikan sebelumnya.<\/p>\n<h2>Koloni Bekerja Seperti Satu Hewan<\/h2>\n<p>Para ahli biologi sejak lama menggambarkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/koloni-lebah-madu\" title=\"Koloni Lebah Madu\">koloni lebah madu<\/a> sebagai superorganisme, yaitu satu makhluk hidup yang terdiri dari banyak lebah. Biolog E.O. Wilson pada 1971 sempat menggambarkan koloni lebah sebagai sesuatu yang &#8220;berpotensi abadi&#8221; karena lebah-lebah di dalamnya terus digantikan oleh individu baru.<\/p>\n<p>Namun, Bonhoff dan Helanter\u00e4 tidak sependapat dengan pandangan bahwa sarang dengan ratu baru adalah koloni yang sama seperti sebelumnya. Mereka merujuk pada penelitian tahun 1992 yang mengaitkan identitas koloni dengan ratu dan pejantan yang mengawininya. Karena ratu baru membawa gen baru, mereka berargumen bahwa ratu tersebut membentuk koloni baru.<\/p>\n<p>Proses pergantian generasi ini juga terbilang unik. Saat fenomena swarming terjadi, ratu tua pergi meninggalkan sarang dan mempertaruhkan nyawanya untuk mencari tempat tinggal baru, sementara sang anak mewarisi sarang induknya.<\/p>\n<p>&#8220;Perawatan dari induk bahkan berjalan sejauh itu, di mana keturunannya mewarisi sarang sang ibu, sementara sang ibu sendiri mempertaruhkan nyawanya dengan terbang menjauh untuk menetap di tempat lain,&#8221; kata Bonhoff.<\/p>\n<p>Para penulis mengumpamakan awal mula koloni baru ini seperti proses kehamilan. Setelah ratu muda kawin dan kembali ke sarang, lebah perawat dari koloni induk memberi makan anak-anaknya. Seiring waktu, pekerja dari ratu muda akan menggantikan pekerja dari induknya hingga tidak ada yang tersisa. Koloni baru dianggap benar-benar lahir ketika pekerja pertamanya terbang keluar untuk mengumpulkan makanan.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika superorganisme ini bereproduksi, keturunannya dirawat dengan dedikasi tinggi oleh induknya, dalam beberapa kasus bahkan harus dibayar dengan nyawa sang induk,&#8221; tambah Bonhoff.<\/p>\n<h2>Implikasi Terhadap Praktik Peternakan Lebah<\/h2>\n<p>Selama ini, peternak lebah mengelola lebah madu untuk menghasilkan madu dan membantu penyerbukan tanaman. Banyak peternak secara rutin membunuh ratu lebah dan menggantinya dengan ratu baru, yang biasanya bukan anaknya, sebuah praktik yang dikenal sebagai requeening.<\/p>\n<p>Para penulis berargumen bahwa praktik requeening tidak membuat koloni menjadi muda kembali, melainkan mengakhiri hidup koloni tersebut, di mana lebah pekerja terakhirnya berakhir merawat keturunan dari koloni lain.<\/p>\n<p>&#8220;Metode peternakan lebah modern didasarkan pada gagasan untuk menjaga koloni tetap muda dan sehat tanpa batas,&#8221; jelas Bonhoff. &#8220;Studi kami menunjukkan bahwa intervensi semacam itu secara mendasar bertentangan dengan strategi reproduksi alami dan kemampuan untuk mengatasi parasit.&#8221;<\/p>\n<p>Para penulis juga menyoroti bagaimana peneliti kesehatan lebah mengukur umur koloni berdasarkan berapa lama sarang tersebut dihuni. Sebagai contoh, studi mengenai kutu varroa menunjukkan sarang menjadi kosong tiga hingga lima tahun setelah parasit datang. Lewat kacamata baru ini, koloni yang mati tersebut mungkin adalah cicit dari koloni yang pertama kali terinfeksi, sementara koloni aslinya mungkin telah pindah dan berkembang di tempat lain.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, gagasan ini belum diuji langsung di sarang lebah karena artikel tinjauan ini tidak memuat data baru. Para penulis mengakui bahwa memeriksa sarang beberapa kali dalam setahun tidak dapat menunjukkan secara pasti apakah ratu telah diganti atau berapa banyak swarm yang telah pergi. Untuk membuktikannya, diperlukan metode yang lebih baik dalam melacak koloni lebah di alam liar. (Earth\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942026\/definisi-baru-koloni-lebah-cara-pandang-baru-peneliti-mengenai-siklus-hidup-sarang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) DUA orang peneliti mengajukan sudut pandang baru mengenai siklus hidup lebah madu. Mereka berargumen ketika sebagian koloni lebah terbang meninggalkan sarang bersama ratu tua (swarming), anak ratu yang ditinggalkan di sarang lama sebenarnya membentuk koloni yang benar-benar baru, yakni sebuah organisme terpisah dengan masa hidupnya sendiri. Jika pandangan ini benar, sarang lebah yang bertahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":115591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-115590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}