{"id":115506,"date":"2026-10-08T08:15:37","date_gmt":"2026-10-08T01:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/08\/bank-of-england-ubah-desain-uang-kertas-tokoh-sejarah-diganti-4-satwa-liar\/"},"modified":"2026-10-08T08:15:37","modified_gmt":"2026-10-08T01:15:37","slug":"bank-of-england-ubah-desain-uang-kertas-tokoh-sejarah-diganti-4-satwa-liar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/08\/bank-of-england-ubah-desain-uang-kertas-tokoh-sejarah-diganti-4-satwa-liar\/","title":{"rendered":"Bank of England Ubah Desain Uang Kertas, Tokoh Sejarah Diganti 4 Satwa Liar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/08\/1791421708_62a04c2eb08f8c3e2051.jpg\" alt=\"Bank of England Ubah Desain Uang Kertas, Tokoh Sejarah Diganti 4 Satwa Liar\"\/><figcaption>Bank of England merombak tampilan uang kertas dengan mengganti tokoh sejarah seperti Winston Churchill menggunakan empat fauna khas Inggris.(Bank of England\/PA Wire)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bank-of-england\" title=\"Bank of England\">BANK of England<\/a> resmi mengumumkan empat spesies satwa liar yang akan menjadi gambar utama pada seri terbaru uang kertas poundsterling. Keempat hewan tersebut adalah burung Atlantic puffin, burung hantu lumbung (barn owl), lebah buff-tailed bumblebee, dan landak Eropa (European hedgehog).<\/p>\n<p>Kehadiran keempat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fauna\" title=\"Fauna\">fauna<\/a> ini akan menggantikan deretan tokoh sejarah terkemuka Inggris yang selama ini menghiasi bagian belakang uang kertas, seperti Sir Winston Churchill, Jane Austen, J.M.W. Turner, dan Alan Turing. Kebijakan perombakan desain ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Bank of England sejak 1970.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kepala Kasir Bank of England, Victoria Cleland, menyatakan bahwa pemilihan satwa liar ini bertujuan untuk mencerminkan keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan keamanan mata uang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/715046\/7-cara-kreatif-merayakan-hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional\" title=\"7 Cara Kreatif Merayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional\" target=\"_blank\">7 Cara Kreatif Merayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami telah memilih empat hewan yang khas dan menginspirasi, yang tidak hanya menampilkan keanekaragaman satwa liar di Inggris, tetapi juga akan meningkatkan fitur keamanan uang kertas kami,&#8221; ujar Cleland.<\/p>\n<p>Penetapan keempat spesies ini dilakukan melalui pemungutan suara publik yang melibatkan 478.531 responden dengan total lebih dari 2,5 juta suara. Pemilihan tersebut didasarkan pada daftar pendek berisi 18 spesies yang disusun oleh panel ahli satwa liar.<\/p>\n<p>Dalam pemungutan suara tersebut, lebah buff-tailed bumblebee (Bombus terrestris) menjadi favorit utama dengan meraih 360.399 suara, disusul burung hantu lumbung (Tyto alba) di kategori burung, dan landak Eropa (Erinaceus europaeus) di kategori mamalia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/715030\/mengenal-hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional--maksud-dan-tujuannya-untuk-kelestarian-alam\" title=\"Mengenal Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional : Maksud dan Tujuannya untuk Kelestarian Alam\" target=\"_blank\">Mengenal Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional : Maksud dan Tujuannya untuk Kelestarian Alam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, burung Atlantic puffin (Fratercula arctica) dipilih secara khusus oleh bank sentral untuk mewakili kehidupan laut dan kawasan pesisir Inggris. Meskipun jumlah suaranya berada di bawah rubah merah dan burung raja-udang, puffin tetap dimasukkan guna memberikan variasi visual serta mempermudah pembedaan pecahan uang.<\/p>\n<p>Masing-masing hewan akan menghiasi salah satu pecahan uang \u00a35, \u00a310, \u00a320, atau \u00a350. Kendati demikian, Bank of England belum menentukan distribusi satwa untuk tiap nominalnya. Sisi depan uang kertas dipastikan tetap mempertahankan gambar monarki Inggris.<\/p>\n<p>Langkah penghapusan figur sejarah dari uang kertas sempat menuai kritik keras dari sejumlah politisi Inggris, termasuk Pemimpin Partai Reformasi Nigel Farage, Pemimpin Liberal Demokrat Sir Ed Davey, serta Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch. Pihak bank sentral menjelaskan bahwa penggantian seluruh gambar secara berkala merupakan langkah krusial untuk mencegah pemalsuan uang.<\/p>\n<p>Proses perancangan hingga pencetakan uang kertas baru ini diperkirakan memakan waktu beberapa tahun. Rhys Phillips, pejabat yang akan memimpin peluncuran seri baru tersebut, menegaskan pentingnya pengujian kualitas dan fitur keamanan sebelum uang resmi diedarkan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sekarang akan bekerja untuk merancang, menguji, dan memproduksi uang kertas tersebut, menggabungkan citra yang telah kami umumkan hari ini dengan fitur keamanan mutakhir serta ilmu material,&#8221; kata Phillips. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/941970\/bank-of-england-ubah-desain-uang-kertas-tokoh-sejarah-diganti-4-satwa-liar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bank of England merombak tampilan uang kertas dengan mengganti tokoh sejarah seperti Winston Churchill menggunakan empat fauna khas Inggris.(Bank of England\/PA Wire) BANK of England resmi mengumumkan empat spesies satwa liar yang akan menjadi gambar utama pada seri terbaru uang kertas poundsterling. Keempat hewan tersebut adalah burung Atlantic puffin, burung hantu lumbung (barn owl), lebah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":115507,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-115506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115506"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115506\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}