{"id":115284,"date":"2026-10-07T22:38:40","date_gmt":"2026-10-07T15:38:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/07\/menkomdigi-tiktok-nonaktifkan-9-juta-akun-anak-meta-184-ribu-akun\/"},"modified":"2026-10-07T22:38:40","modified_gmt":"2026-10-07T15:38:40","slug":"menkomdigi-tiktok-nonaktifkan-9-juta-akun-anak-meta-184-ribu-akun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/07\/menkomdigi-tiktok-nonaktifkan-9-juta-akun-anak-meta-184-ribu-akun\/","title":{"rendered":"Menkomdigi TikTok Nonaktifkan 9 Juta Akun Anak, Meta 184 Ribu Akun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/07\/1791387068_3d08dd9c9203e8bac110.jpeg\" alt=\"Menkomdigi: TikTok Nonaktifkan 9 Juta Akun Anak, Meta 184 Ribu Akun\"\/><figcaption>MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.(Dok. Metro Tv)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI Komunikasi dan Digital (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menkomdigi\" title=\"Menkomdigi\">Menkomdigi<\/a>) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/meutya-hafid\" title=\"Meutya Hafid\">Meutya Hafid<\/a> mengungkapkan langkah tegas platform digital dalam melindungi pengguna di bawah umur. Berdasarkan laporan terbaru, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tiktok\" title=\"tiktok\">TikTok<\/a> telah menonaktifkan 9 juta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/akun-anak\" title=\"akun anak\">akun anak<\/a>, sementara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/meta\" title=\"meta\">Meta<\/a> menonaktifkan 184 ribu akun anak di bawah usia 16 tahun sebagai bentuk kepatuhan terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pp-tunas\" title=\"PP Tunas\">PP Tunas<\/a>.<\/p>\n<p>Meutya merinci bahwa dari total akun yang ditangani Meta, sebanyak 85.000 akun berasal dari Instagram dan 99.000 akun dari Facebook. Selain penonaktifan, Meta juga telah melakukan migrasi terhadap 22,5 juta akun anak ke kategori akun remaja (<em>teen account<\/em>).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Namun demikian, tentu ini kita lihat sebagai progres, tapi kita juga mencatat bahwa <em>teen account<\/em> untuk Instagram dan Facebook belum kita anggap sebagai platform dengan risiko rendah. Jadi kategorinya masuk platform risiko tinggi,&#8221; ujar Meutya di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (7\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/879503\/patuhi-pp-tunas-tiktok-tutup-780-ribu-akun-anak\" target=\"_blank\" title=\"Patuhi PP Tunas, TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak\">Patuhi PP Tunas, TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Sorotan terhadap Threads dan Risiko Keamanan<\/h3>\n<p>Meski terdapat progres pada Instagram dan Facebook, Meutya menyayangkan platform Threads milik Meta yang hingga kini belum melaporkan langkah kepatuhan atau penonaktifan akun anak ke Kemkomdigi. Pemerintah mendesak Meta untuk segera menunjukkan komitmen nyata pada platform tersebut.<\/p>\n<p>Meutya menyoroti bahwa fitur komunikasi pada <em>teen account<\/em> masih memungkinkan interaksi dengan orang tidak dikenal. Hal inilah yang membuat platform tersebut tetap dikategorikan berisiko tinggi.<\/p>\n<p>Menkomdigi menegaskan bahwa kepatuhan terhadap PP Tunas tidak hanya diukur dari jumlah akun yang dinonaktifkan, tetapi juga pada penyesuaian fitur keamanan secara fundamental.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/879507\/youtube-disanksi-teguran-roblox-dianggap-belum-aman-bagi-anak-oleh-kemkomdigi\" target=\"_blank\" title=\"YouTube Disanksi Teguran, Roblox Dianggap belum Aman bagi Anak oleh Kemkomdigi\">YouTube Disanksi Teguran, Roblox Dianggap belum Aman bagi Anak oleh Kemkomdigi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Di antara fitur yang paling utama adalah fitur komunikasi dengan orang tak dikenal, namun juga fitur pengaturan adiksi. Jadi <em>scroll time<\/em>-nya harus dinolkan atau dibuat pada level yang memang tidak memberikan adiksi kepada anak,&#8221; tegas Meutya.<\/p>\n<p>Catatan Kepatuhan PP Tunas:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>TikTok: 9 juta akun anak dinonaktifkan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Meta: 184 ribu akun dinonaktifkan (Instagram &amp; Facebook).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Migrasi: 22,5 juta akun Meta beralih ke <em>teen account<\/em>.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Status Threads: Belum melaporkan langkah kepatuhan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>(Ant\/H-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/941874\/menkomdigi-tiktok-nonaktifkan-9-juta-akun-anak-meta-184-ribu-akun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.(Dok. Metro Tv) MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan langkah tegas platform digital dalam melindungi pengguna di bawah umur. Berdasarkan laporan terbaru, TikTok telah menonaktifkan 9 juta akun anak, sementara Meta menonaktifkan 184 ribu akun anak di bawah usia 16 tahun sebagai bentuk kepatuhan terhadap PP Tunas. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":115285,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-115284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115284"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115284\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}