{"id":115170,"date":"2026-10-07T17:39:41","date_gmt":"2026-10-07T10:39:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/07\/dampak-defisiensi-zat-besi-pada-otak-bayi-bersifat-irreversible\/"},"modified":"2026-10-07T17:39:41","modified_gmt":"2026-10-07T10:39:41","slug":"dampak-defisiensi-zat-besi-pada-otak-bayi-bersifat-irreversible","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/07\/dampak-defisiensi-zat-besi-pada-otak-bayi-bersifat-irreversible\/","title":{"rendered":"Dampak Defisiensi Zat Besi pada Otak Bayi Bersifat Irreversible"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/07\/1791369154_6fa36468adc72c4a80fd.jpg\" alt=\"Dampak Defisiensi Zat Besi pada Otak Bayi Bersifat Irreversible\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEKURANGAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/zat-besi\" title=\"zat besi\">zat besi<\/a> pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bayi\" title=\"bayi\">bayi<\/a> bukan sekadar masalah nutrisi biasa yang bisa selesai dengan pengobatan sesaat. Ikatan Dokter <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak\" title=\"anak\">Anak<\/a> Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/idai\" title=\"IDAI\">IDAI<\/a>) memperingatkan bahwa dampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/defisiensi-zat-besi\" title=\"defisiensi zat besi\">defisiensi zat besi<\/a> terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perkembangan-otak-bayi\" title=\"Perkembangan otak bayi\">perkembangan otak bayi<\/a> bersifat permanen atau tidak dapat pulih kembali (<em>irreversible<\/em>), meskipun intervensi medis telah dilakukan.<\/p>\n<p>Anggota Unit Kerja Koordinasi Hematologi Onkologi IDAI, Prof. Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K), menjelaskan bahwa secara klinis, dokter memang dapat menormalkan kadar zat besi atau hemoglobin (Hb) melalui suplementasi maupun transfusi. Namun, kerusakan pada struktur perkembangan otak yang terjadi selama masa kekurangan tersebut tidak bisa diperbaiki sepenuhnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Walaupun secara laboratorium parameternya normal, tetapi efek defisiensi besi yang sudah terjadi itu, terutama pada perkembangan otaknya, itu <em>irreversible<\/em>. Artinya, dia tidak bisa lagi normal dibandingkan kalau misalnya dia tidak mengalami defisiensi besi,&#8221; ujar Prof. Murti dalam seminar daring IDAI di Jakarta, Selasa (6\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/689808\/cegah-ruam-popok-agar-si-kecil-bebas-bergerak\" title=\"Cegah Ruam Popok agar si Kecil Bebas Bergerak\" target=\"_blank\">Cegah Ruam Popok agar si Kecil Bebas Bergerak<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Pentingnya Zat Besi di Awal Kehidupan<\/h3>\n<p>Zat besi memegang peranan krusial dalam mendukung proses plastisitas dan mielinisasi otak. Kebutuhan zat besi pada tahun pertama kehidupan sangatlah tinggi karena pada periode inilah volume otak manusia berkembang paling pesat.<\/p>\n<p>Selain perkembangan otak, kekurangan zat besi selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) juga berdampak luas pada tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Masalahnya, kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang nyata pada tahap awal.<\/p>\n<h3>Tahapan Defisiensi Zat Besi<\/h3>\n<p>Prof. Murti memaparkan bahwa kekurangan zat besi terjadi secara bertahap. Sering kali, orang tua terkecoh karena anak masih terlihat aktif dan sehat meski cadangan besinya sudah mulai menipis.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Tahapan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kondisi Laboratorium<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kondisi Fisik Anak<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tahap Awal<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kadar Feritin (cadangan besi) menurun, namun Hb masih normal.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Anak terlihat sehat dan aktif.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tahap Lanjut (Defisiensi)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kadar zat besi terus merosot akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mulai menunjukkan gangguan fungsi tubuh.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Anemia Defisiensi Besi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kadar Hemoglobin (Hb) turun di bawah batas normal.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pucat, lemas, dan gangguan kognitif\/tumbuh kembang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Deteksi Dini sebagai Kunci<\/h3>\n<p>Mengingat gejalanya yang sulit dikenali secara kasat mata, Prof. Murti menekankan pentingnya pemeriksaan dini untuk mendeteksi kekurangan zat besi, terutama pada masa 1.000 HPK. Langkah preventif ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan orang tua.<\/p>\n<p>Upaya bersama ini diharapkan dapat memastikan anak-anak Indonesia terhindar dari defisiensi besi sejak dini, guna menjamin kualitas perkembangan otak dan masa depan mereka yang lebih baik. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/941687\/dampak-defisiensi-zat-besi-pada-otak-bayi-bersifat-irreversible\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) KEKURANGAN zat besi pada bayi bukan sekadar masalah nutrisi biasa yang bisa selesai dengan pengobatan sesaat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingatkan bahwa dampak defisiensi zat besi terhadap perkembangan otak bayi bersifat permanen atau tidak dapat pulih kembali (irreversible), meskipun intervensi medis telah dilakukan. Anggota Unit Kerja Koordinasi Hematologi Onkologi IDAI, Prof. Dr. dr. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":115171,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-115170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115170\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}