{"id":115076,"date":"2026-10-07T13:36:50","date_gmt":"2026-10-07T06:36:50","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/07\/tantang-dominasi-ai-tiongkok-reflection-ai-rilis-model-beam-berkapasitas-501-miliar-parameter\/"},"modified":"2026-10-07T13:36:50","modified_gmt":"2026-10-07T06:36:50","slug":"tantang-dominasi-ai-tiongkok-reflection-ai-rilis-model-beam-berkapasitas-501-miliar-parameter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/07\/tantang-dominasi-ai-tiongkok-reflection-ai-rilis-model-beam-berkapasitas-501-miliar-parameter\/","title":{"rendered":"Tantang Dominasi AI Tiongkok, Reflection AI Rilis Model Beam Berkapasitas 501 Miliar Parameter"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/07\/1791354492_a60608310a9712920ee9.jpeg\" alt=\"Tantang Dominasi AI Tiongkok, Reflection AI Rilis Model Beam Berkapasitas 501 Miliar Parameter\"\/><figcaption>Tantang Dominasi AI Tiongkok, Reflection AI Rilis Model Beam Berkapasitas 501 Miliar Parameter(Forglok)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERUSAHAAN kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/reflection-ai\" title=\"Reflection AI\">Reflection AI<\/a>, meluncurkan Beam, model <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ai\" title=\"AI\">AI<\/a> <em>open-weight <\/em>pertamanya yang dirancang untuk menyaingi sejumlah model AI terbuka dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tiongkok\" title=\"Tiongkok\">Tiongkok<\/a>.<\/p>\n<p>Beam memiliki 501 miliar parameter dengan sekitar 23 miliar parameter yang aktif dalam setiap permintaan. Reflection AI mengeklaim\u00a0model tersebut mampu memberikan performa yang sebanding dengan GLM-5.2 besutan Z.ai, terutama untuk pemrograman dan tugas yang melibatkan agen AI.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Beam menggunakan arsite<em>ktur Mixture of Experts<\/em> (MoE), yang memungkinkan hanya sebagian parameter model diaktifkan ketika memproses sebuah permintaan. Pendekatan tersebut membuat kebutuhan komputasinya lebih rendah dibandingkan model dengan jumlah parameter serupa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/937635\/trump-sambut-xi-jinping-dengan-jamuan-kenegaraan-tokoh-teknologi-as-turut-hadir\" target=\"_blank\" title=\"Trump Sambut Xi Jinping dengan Jamuan Kenegaraan, Tokoh Teknologi AS Turut Hadir\">Trump Sambut Xi Jinping dengan Jamuan Kenegaraan, Tokoh Teknologi AS Turut Hadir<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Reflection AI menyebut Beam mampu menyamai GLM-5.2 dalam sejumlah pengujian penalaran tingkat lanjut, tetapi dengan kebutuhan sumber daya inferensi tiga hingga empat kali lebih rendah.<\/p>\n<p>Perusahaan itu juga mengklaim Beam mendekati kemampuan Qwen3.8-Max dari Alibaba dalam tugas pemrograman dan agen AI otonom. Namun, Reflection AI mengakui model Kimi K3 dari China masih unggul dalam kemampuan secara keseluruhan.<\/p>\n<h2>Dilatih dengan Ribuan GPU Nvidia<\/h2>\n<p>Pengembangan Beam membutuhkan infrastruktur komputasi dalam skala besar. Reflection AI menggunakan 10.500 GPU NVIDIA GB300 selama empat minggu untuk tahap reinforcement learning.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/927618\/strategi-ai-fisik-nvidia-ekspansi-robotika-dan-dominasi-pasar-tiongkok\" target=\"_blank\" title=\"Strategi AI Fisik Nvidia: Ekspansi Robotika dan Dominasi Pasar Tiongkok\">Strategi AI Fisik Nvidia: Ekspansi Robotika dan Dominasi Pasar Tiongkok<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam proses tersebut, lebih dari 100 juta proses pelatihan dijalankan dengan bantuan sekitar 1,3 miliar lingkungan virtual untuk melatih sekaligus menguji kemampuan model.<\/p>\n<p>Proses pelatihan juga menggunakan konteks hingga 256.000 token dan mampu menjalankan hingga 110.000 proses secara bersamaan.<\/p>\n<p>Sementara itu, versi dasar Beam dilatih kurang dari empat minggu menggunakan klaster yang terdiri dari 6.144 NVIDIA GB300 NVL72. Model tersebut dilatih dengan 23,8 triliun token yang berasal dari sumber web, data publik, serta dataset berlisensi.<\/p>\n<h2>Segera Dibuka untuk Publik<\/h2>\n<p>Beam saat ini masih menjalani pemeriksaan keamanan akhir. Versi awalnya telah tersedia secara terbatas bagi pengguna yang melakukan pendaftaran.<\/p>\n<p>Reflection AI berencana merilis bobot model, laporan teknis, neural network passport, serta perangkat pengembangan dalam beberapa pekan mendatang.<\/p>\n<p>Bobot Beam akan dirilis menggunakan lisensi Apache 2.0. Lisensi tersebut memungkinkan pengembang menjalankan model secara mandiri, melakukan pelatihan lanjutan, hingga mengintegrasikannya ke dalam sistem milik mereka sendiri.<\/p>\n<p>Peluncuran Beam juga menjadi bagian dari persaingan yang semakin ketat antara perusahaan AI Amerika Serikat dan Tiongkok di segmen model open-weight.<\/p>\n<p>Pada Juli lalu, Nvidia, Meta, Microsoft, dan 22 perusahaan Amerika Serikat lainnya mendesak pemerintah AS agar tidak memberlakukan pembatasan terhadap model AI open-weight.<\/p>\n<p>(forklog\/P-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/941569\/tantang-dominasi-ai-tiongkok-reflection-ai-rilis-model-beam-berkapasitas-501-miliar-parameter\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tantang Dominasi AI Tiongkok, Reflection AI Rilis Model Beam Berkapasitas 501 Miliar Parameter(Forglok) PERUSAHAAN kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, Reflection AI, meluncurkan Beam, model AI open-weight pertamanya yang dirancang untuk menyaingi sejumlah model AI terbuka dari Tiongkok. Beam memiliki 501 miliar parameter dengan sekitar 23 miliar parameter yang aktif dalam setiap permintaan. Reflection AI mengeklaim\u00a0model [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":115077,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-115076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115076"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115076\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}