{"id":114579,"date":"2026-10-06T16:11:43","date_gmt":"2026-10-06T09:11:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/kabut-asap-di-jambi-pesawat-garuda-indonesia-ga-126-gagal-mendarat\/"},"modified":"2026-10-06T16:11:43","modified_gmt":"2026-10-06T09:11:43","slug":"kabut-asap-di-jambi-pesawat-garuda-indonesia-ga-126-gagal-mendarat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/kabut-asap-di-jambi-pesawat-garuda-indonesia-ga-126-gagal-mendarat\/","title":{"rendered":"Kabut Asap di Jambi, Pesawat Garuda Indonesia GA 126 Gagal Mendarat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/06\/1791277461_a0b07fafd4b2ea862149.jpg\" alt=\"Kabut Asap di Jambi, Pesawat Garuda Indonesia GA 126 Gagal Mendarat\"\/><figcaption>Penampakan kabut asap di lingkungan Bandara Sultan Thaha Jambi.(MI\/Solmi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PESAWAT\u00a0Garuda Indonesia dengan nomor <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penerbangan\" title=\"penerbangan\">penerbangan<\/a> GA 126 yang dijadwalkan mendarat di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jambi\" title=\"jambi\">Jambi<\/a> pada pukul 11.50 WIB, Selasa (6\/10), terpaksa melakukan <em>return to base<\/em> (RTB) atau kembali ke Jakarta. Keputusan ini diambil setelah kawasan Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS) Jambi tertutup <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kabut-asap\" title=\"kabut asap\">kabut asap<\/a> pekat yang membahayakan keselamatan penerbangan.<\/p>\n<p>Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, melalui stafnya Ikhsan Pulungan, membenarkan kondisi tersebut pada Selasa siang. Ia menjelaskan bahwa penurunan jarak pandang terjadi secara signifikan menjelang jadwal pendaratan pesawat milik maskapai pelat merah tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Berdasarkan data otoritas bandara, sekitar 20 menit sebelum jadwal pendaratan, jarak pandang di kawasan Bandara STS Jambi hanya terpantau sejauh 1.300 meter. Kondisi ini dinilai tidak aman bagi aktivitas pendaratan pesawat penumpang. Padahal, satu jam sebelumnya, jarak pandang masih berada di angka 2.800 meter.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/940771\/pencemaran-kabut-asap-di-jambi-masuk-level-berbahaya\" title=\"Pencemaran Kabut Asap di Jambi Masuk Level Berbahaya\" target=\"_blank\">Pencemaran Kabut Asap di Jambi Masuk Level Berbahaya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berbeda nasib dengan Garuda, pesawat Batik Air ID 6804 dari Jakarta berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 11.05 WIB, saat tutupan kabut asap masih tergolong longgar di bawah pukul 11.30 WIB.<\/p>\n<h3>Kondisi Keberangkatan dan Fluktuasi Jarak Pandang<\/h3>\n<p>Meski jarak pandang terbatas, aktivitas keberangkatan pada Selasa pagi dilaporkan berjalan lancar. Dua pesawat yang menginap (x-RON) berhasil lepas landas, yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta pada pukul 06.00 WIB dan Super Air Jet IU 974 tujuan Batam pada pukul 09.10 WIB.<\/p>\n<p>Berikut adalah rincian fluktuasi jarak pandang (<em>visibility<\/em>) di Bandara Sultan Thaha Jambi sepanjang Selasa (6\/10):<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>06.00 WIB: 1.000 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>06.30 WIB: 800 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>07.00 &#8211; 08.00 WIB: 1.000 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>08.30 WIB: 1.400 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>09.00 WIB: 2.000 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>10.00 WIB: 2.500 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>11.00 WIB: 2.800 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>11.30 WIB: 1.300 meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>12.00 WIB: 1.000 meter<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Jadwal Kedatangan Pesawat (Selasa, 6 Okt 2026):<\/strong><\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Batik Air ID 6804 (Jakarta): 10.20 WIB<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Garuda Indonesia GA 126 (Jakarta): 10.25 WIB (RTB)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Super Air Jet IU 973 (Batam): 12.45 WIB<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Super Air Jet IU 2973 (Batam): 13.00 WIB<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Garuda Indonesia GA 128 (Jakarta): 13.40 WIB<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Citilink QG 966 (Jakarta): 15.15 WIB<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Batik Air IDE 6806 (Jakarta): 18.40 WIB<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<\/div>\n<p>Pihak bandara terus memantau perkembangan cuaca dan sebaran kabut asap untuk memastikan keselamatan penerbangan pada jadwal-jadwal berikutnya, termasuk keberangkatan sejumlah maskapai seperti Citilink dan Super Air Jet yang dijadwalkan hingga sore hari. (SL\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/941192\/kabut-asap-di-jambi-pesawat-garuda-indonesia-ga-126-gagal-mendarat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penampakan kabut asap di lingkungan Bandara Sultan Thaha Jambi.(MI\/Solmi) PESAWAT\u00a0Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 126 yang dijadwalkan mendarat di Jambi pada pukul 11.50 WIB, Selasa (6\/10), terpaksa melakukan return to base (RTB) atau kembali ke Jakarta. Keputusan ini diambil setelah kawasan Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS) Jambi tertutup kabut asap pekat yang membahayakan keselamatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114580,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114579"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114579\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}