{"id":114484,"date":"2026-10-06T12:06:36","date_gmt":"2026-10-06T05:06:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/sekolah-di-skotlandia-tunjuk-guru-khusus-literasi-kecerdasan-buatan-pertama-di-inggris\/"},"modified":"2026-10-06T12:06:36","modified_gmt":"2026-10-06T05:06:36","slug":"sekolah-di-skotlandia-tunjuk-guru-khusus-literasi-kecerdasan-buatan-pertama-di-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/sekolah-di-skotlandia-tunjuk-guru-khusus-literasi-kecerdasan-buatan-pertama-di-inggris\/","title":{"rendered":"Sekolah di Skotlandia Tunjuk Guru Khusus Literasi Kecerdasan Buatan Pertama di Inggris"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/06\/1791260219_0d03e6b669f086066617.jpg\" alt=\"Sekolah di Skotlandia Tunjuk Guru Khusus Literasi Kecerdasan Buatan Pertama di Inggris\"\/><figcaption>Laycock memperingatkan bahwa AI sering kali menyanjung pengguna dan menyetujui pendapat pengguna daripada menantang ide-ide mereka.(BBC)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENGGUNAAN teknologi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kecerdasan-buatan\" title=\"Kecerdasan Buatan\">kecerdasan buatan<\/a> (artificial intelligence\/AI) di kalangan remaja kini makin marak digunakan untuk membantu mengerjakan tugas hingga persiapan ujian. Namun, tidak sedikit pula yang memilih untuk menghindarinya. Menanggapi fenomena ini, sebuah sekolah di Skotlandia mengambil langkah proaktif dengan menegaskan bahwa berpura-pura AI tidak ada bukanlah sebuah pilihan.<\/p>\n<p>Mearns Castle High School yang berlokasi di East Renfrewshire mencatatkan sejarah sebagai sekolah pertama di Inggris yang menunjuk guru penanggung jawab khusus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/literasi-ai\" title=\"literasi AI\">literasi AI<\/a>. Peran ini dibuat untuk membantu siswa dan staf memahami peluang sekaligus risiko dari perkembangan teknologi tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Posisi tersebut diamanahkan kepada Jamie Laycock, mantan guru biologi. Laycock memiliki misi utama untuk memastikan para siswa dapat bersikap kritis, mempertanyakan informasi, serta menggunakan AI secara bertanggung jawab.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923894\/transformasi-pendidikan-vokasi-melalui-literasi-kecerdasan-buatan-di-sekolah-menengah-kejuruan\" title=\"Transformasi Pendidikan Vokasi Melalui Literasi Kecerdasan Buatan di Sekolah Menengah Kejuruan\" target=\"_blank\">Transformasi Pendidikan Vokasi Melalui Literasi Kecerdasan Buatan di Sekolah Menengah Kejuruan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam salah satu sesi pembelajarannya, para siswa diminta membedakan gambar asli dan hasil rekayasa AI. Hasilnya, sebagian besar siswa kesulitan mengenali rekayasa tersebut seiring kian canggihnya teknologi deepfake.<\/p>\n<p>Selain membedakan gambar rekayasa, materi pembelajaran juga mencakup fenomena hallucination, yaitu kondisi ketika AI memberikan informasi palsu dengan sangat meyakinkan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya pikir halusinasi sebenarnya istilah yang kurang tepat, namun pada dasarnya AI membuat-buat informasi,&#8221; ujar Laycock. &#8220;Bagi anak muda, jika tidak memiliki apa yang kami sebut &#8216;pengetahuan dasar&#8217;, mungkin akan sulit untuk menentukan apakah sesuatu itu hasil manipulasi atau fakta berkesesuaian.&#8221;<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/774821\/riset-mayoritas-masyarakat-indonesia-gagal-mengenali-konten-buatan-ai\" title=\"Riset: Mayoritas Masyarakat Indonesia Gagal Mengenali Konten Buatan AI\" target=\"_blank\">Riset: Mayoritas Masyarakat Indonesia Gagal Mengenali Konten Buatan AI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Laycock menekankan pentingnya melatih anak muda untuk selalu bersikap skeptis terhadap setiap keluaran AI dan melakukan verifikasi ulang. Bahaya lain yang turut diajarkan adalah anthropomorphisation atau kecenderungan menganggap obrolan komputer (chatbot) seperti teman atau pakar yang dipercaya karena bahasanya yang menyerupai manusia.<\/p>\n<p>&#8220;Teknologi ini memiliki kualitas menyerupai manusia, padahal sebenarnya ini hanyalah mesin,&#8221; kata Laycock. &#8220;Bagi seorang anak muda, menjaga perspektif tersebut secara konsisten adalah hal yang cukup sulit.&#8221;<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan sifat AI yang cenderung memberikan pujian dan menyetujui pemikiran pengguna tanpa memberikan tantangan gagasan (sycophantic). Hal ini berisiko membuat anak muda terjebak dan mengalami ketergantungan.<\/p>\n<p>Di Mearns Castle, seluruh siswa tingkat S1 dan S2 akan menerima pelajaran literasi AI, sedangkan tingkat yang lebih tinggi akan mendapatkannya melalui mata pelajaran kewarganegaraan dan pendidikan personal. Sekolah juga menyediakan kelas elektif untuk siswa senior.<\/p>\n<p>Langkah ini diambil menyusul laporan dari Universitas Edinburgh yang menyebutkan bahwa sekolah-sekolah di Skotlandia belum memiliki waktu dan kapasitas yang cukup untuk bersiap menghadapi lonjakan pesat teknologi AI.<\/p>\n<p>Kepala Sekolah Mearns Castle, Stuart Clark, menegaskan bahwa mengambil tindakan terhadap perkembangan AI tidak sama dengan mempromosikan atau mendukungnya secara buta.<\/p>\n<p>&#8220;Akan ada risiko dan peluang yang menyertai AI. Sangat penting bagi kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang dialami masyarakat saat menghadapi media sosial, di mana anak muda menggunakannya tanpa dibekali pemahaman yang cukup mengenai dampaknya,&#8221; tegas Clark.<\/p>\n<p>Pemerintah Skotlandia sendiri telah menerbitkan panduan nasional mengenai AI pada Maret lalu yang menekankan penggunaan secara etis dan pembatasan ketergantungan.<\/p>\n<p>Sekretaris Pendidikan Skotlandia, Mairi McAllan, menyambut baik inisiatif tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Sangat menggembirakan melihat sekolah dan dewan daerah mengeksplorasi cara terbaik untuk mendukung literasi AI. Seiring AI yang kian hadir di tengah kita, penting bagi pelajar dan pendidik untuk didukung dalam memahami peluang serta tantangan yang dihadirkan teknologi ini,&#8221; pungkas McAllan. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/941106\/sekolah-di-skotlandia-tunjuk-guru-khusus-literasi-kecerdasan-buatan-pertama-di-inggris\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laycock memperingatkan bahwa AI sering kali menyanjung pengguna dan menyetujui pendapat pengguna daripada menantang ide-ide mereka.(BBC) PENGGUNAAN teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI) di kalangan remaja kini makin marak digunakan untuk membantu mengerjakan tugas hingga persiapan ujian. Namun, tidak sedikit pula yang memilih untuk menghindarinya. Menanggapi fenomena ini, sebuah sekolah di Skotlandia mengambil langkah proaktif dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114485,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114484"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114484\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}