{"id":114474,"date":"2026-10-06T11:40:38","date_gmt":"2026-10-06T04:40:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/lebih-dari-sekadar-perekat-sel-protein-e-cadherin-ternyata-berperan-membersihkan-bangkai-sel-mati\/"},"modified":"2026-10-06T11:40:38","modified_gmt":"2026-10-06T04:40:38","slug":"lebih-dari-sekadar-perekat-sel-protein-e-cadherin-ternyata-berperan-membersihkan-bangkai-sel-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/lebih-dari-sekadar-perekat-sel-protein-e-cadherin-ternyata-berperan-membersihkan-bangkai-sel-mati\/","title":{"rendered":"Lebih dari Sekadar Perekat Sel, Protein E-cadherin Ternyata Berperan Membersihkan Bangkai Sel Mati"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/06\/1791253526_b044227dbff30d26649c.jpg\" alt=\"Lebih dari Sekadar Perekat Sel, Protein E-cadherin Ternyata Berperan Membersihkan Bangkai Sel Mati\"\/><figcaption>Embrio ikan zebra hidup dengan aktin, perancah internal yang memberi bentuk pada sel dan memungkinkannya bergerak, ditampilkan dalam warna cyan, dan menelan sel mati dengan warna merah. Lapisan luar embrio tetap utuh dan tertutup bahkan ketika sel-sel di d(Laura F. Bianchi\/Centro de Regulaci\u00f3n Gen\u00f3mica)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PROTEIN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/e-cadherin\" title=\"E-cadherin\">E-cadherin<\/a> yang selama ini dikenal sebagai &#8220;perekat&#8221; utama penyambung sel dan jaringan tubuh ternyata memiliki fungsi ganda yang mengejutkan. Penelitian terbaru mendapati bahwa protein ini juga membantu sel-sel epitel menelan dan membersihkan bangkai sel mati di sekitarnya.<\/p>\n<p>Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini berfokus pada kompleks E-cadherin, sebuah sistem molekuler yang terdiri dari E-cadherin beserta tiga protein tambahan. Sistem ini berfungsi menghubungkan sel-sel epitel pada lapisan kulit, saluran pencernaan, hingga saluran pernapasan agar jaringan tetap kokoh dan tidak mudah rusak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Tim peneliti yang dipimpin oleh Verena Ruprecht mengamati jaringan epitel pada embrio ikan zebra (zebrafish) dan embrio tikus yang masih hidup. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mekanisme molekuler perekat ini berkumpul di lokasi tempat sel yang mati bersentuhan dengan jaringan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897732\/6-tanda-peradangan-kronis-yang-mengejutkan-dan-cara-mengatasinya\" title=\"6 Tanda Peradangan Kronis yang Mengejutkan dan Cara Mengatasinya\" target=\"_blank\">6 Tanda Peradangan Kronis yang Mengejutkan dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk menguji mekanisme kerja tersebut, tim peneliti melakukan dua tahapan eksperimen. Pertama, mereka menyajikan sel mati yang telah dihilangkan protein E-cadherin-nya kepada jaringan. Hasilnya, jaringan epitel tetap mampu membersihkan sel tersebut secara efektif. Selanjutnya, tim memasukkan tetesan lemak tanpa kandungan protein yang diberi penanda sinyal sel mati. Sel-sel epitel tersebut rupanya tetap menelan tetesan lemak tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat tertarik menemukan bahwa sel-sel epitel memanfaatkan kembali mekanisme adhesi molekuler mereka, &#8216;lem&#8217; yang biasanya menyatukan mereka, untuk menelan sel-sel yang mati,&#8221; ujar Verena Ruprecht, profesor riset ICREA yang menjadi penulis senior dalam studi tersebut.<\/p>\n<h2>Menelan Sel Mati Tanpa Merusak Lapisan Pelindung<\/h2>\n<p>Proses menelan materi sebesar sel lain merupakan tantangan mekanis yang rumit, mengingat sel epitel tersusun sangat rapat untuk menjaga agar benteng pertahanan jaringan tidak bocor.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897609\/waspadai-indikator-utama-peradangan-kronis-dalam-tubuh\" title=\"Waspadai Indikator Utama Peradangan Kronis dalam Tubuh\" target=\"_blank\">Waspadai Indikator Utama Peradangan Kronis dalam Tubuh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pencitraan secara langsung (live imaging) memperlihatkan cara sel epitel mengatasi masalah tersebut. Permukaan atas dan bawah dari sel epitel yang sama dapat bergerak secara berbeda. Sisi permukaan bawah sel melar dan melengkung membungkus sel mati, sementara permukaan atasnya relatif stabil dan tidak berubah.<\/p>\n<p>Ruprecht mengibaratkan perilaku ini seperti sekelompok penari yang berdiri berdampingan sambil saling mengaitkan lengan. Bagian tubuh atas mereka tetap tenang dan stabil, sementara kaki mereka melakukan gerakan rumit saat sel mati muncul.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah penari yang sama dengan koreografi yang berbeda,&#8221; kata Ruprecht.<\/p>\n<p>Dalam proses tersebut, salah satu protein pada kompleks E-cadherin bertindak mirip seperti tali yang menghubungkan susunan molekuler ke rangka internal sel. Sementara itu, komponen lain berfungsi sebagai rem pada mekanisme kontraksi sel agar jaringan tidak terlalu kaku saat menangkap materi sel mati.<\/p>\n<p>Mekanisme serupa juga ditemukan pada embrio tikus. Ketika E-cadherin dihambat, sel-sel yang mati gagal dibersihkan. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme pembersihan sel mati ini berlaku umum pada hewan vertebrata.<\/p>\n<p>Penemuan ini memiliki arti penting bagi dunia medis, terutama terkait dampaknya terhadap peradangan kronis. Sel mati yang tidak dibersihkan secara efisien berisiko pecah dan mengeluarkan isinya, sehingga memicu reaksi peradangan pada jaringan tubuh.<\/p>\n<p>&#8220;Mempelajari mekanisme bagaimana sel-sel mati dapat dibersihkan secara efisien dari jaringan sangat relevan bagi kesehatan manusia,&#8221; pungkas Ruprecht. (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/941070\/lebih-dari-sekadar-perekat-sel-protein-e-cadherin-ternyata-berperan-membersihkan-bangkai-sel-mati\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Embrio ikan zebra hidup dengan aktin, perancah internal yang memberi bentuk pada sel dan memungkinkannya bergerak, ditampilkan dalam warna cyan, dan menelan sel mati dengan warna merah. Lapisan luar embrio tetap utuh dan tertutup bahkan ketika sel-sel di d(Laura F. Bianchi\/Centro de Regulaci\u00f3n Gen\u00f3mica) PROTEIN E-cadherin yang selama ini dikenal sebagai &#8220;perekat&#8221; utama penyambung sel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114474"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114474\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}