{"id":114470,"date":"2026-10-06T11:30:40","date_gmt":"2026-10-06T04:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/valtteri-bottas-bersepeda-350-km-dari-malaysia-ke-singapura\/"},"modified":"2026-10-06T11:30:40","modified_gmt":"2026-10-06T04:30:40","slug":"valtteri-bottas-bersepeda-350-km-dari-malaysia-ke-singapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/valtteri-bottas-bersepeda-350-km-dari-malaysia-ke-singapura\/","title":{"rendered":"Valtteri Bottas Bersepeda 350 Km dari Malaysia ke Singapura"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/06\/1791260883_320fde5277759761741f.jpg\" alt=\"Valtteri Bottas Bersepeda 350 Km dari Malaysia ke Singapura\"\/><figcaption>Pembalap Cadillac Valtteri Bottas(AFP\/Lillian SUWANRUMPHA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMBALAP tim <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cadillac\" title=\"cadillac\">Cadillac<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/valtteri-bottas\" title=\"Valtteri Bottas\">Valtteri Bottas<\/a>, memilih cara yang tidak biasa untuk mempersiapkan diri menghadapi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gp-singapura\" title=\"GP Singapura\">GP Singapura<\/a>, akhir pekan ini. Alih-alih mengambil penerbangan singkat yang nyaman, pembalap asal Finlandia tersebut memutuskan untuk menempuh perjalanan sejauh 350 kilometer (217 mil) dari Malaysia dengan bersepeda.<\/p>\n<p>Keputusan unik ini diambil hanya beberapa jam setelah Bottas mengalami nasib sial di GP Bahrain yang kacau pada Minggu (4\/10) lalu. Balapan tersebut digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, sebagai ajang sekali jalan (one-off). Setelah gagal finis akibat melintir di lintasan, Bottas langsung menukar kursi balapnya dengan sadel sepeda.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Perjalanan lintas negara ini tidak dilakukan Bottas sendirian. Ia didampingi oleh pasangannya, Tiffany Cromwell, yang merupakan seorang pembalap sepeda profesional. Rute yang mereka tempuh pun tergolong menantang, dengan sebagian besar jalur berupa medan <i>off-road<\/i> dan kerikil (gravel).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/805332\/valtteri-bottas-merasa-ada-yang-ambisius-di-proyek-cadillac\" title=\"Valtteri Bottas Merasa ada yang Ambisius di Proyek Cadillac\" target=\"_blank\">Valtteri Bottas Merasa ada yang Ambisius di Proyek Cadillac<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada Senin (5\/10), yang merupakan tahap kedua dari perjalanannya, Bottas menghabiskan waktu hampir enam jam di atas sepeda dan berhasil menempuh jarak 161,91 km. Ia ditargetkan tiba di Singapura tepat waktu untuk memenuhi komitmen media pada Kamis (8\/10) sebelum terjun ke panas dan lembapnya sirkuit jalan raya Marina Bay.<\/p>\n<h3>Gairah di Luar Lintasan F1<\/h3>\n<p>Kegemaran Bottas pada dunia balap sepeda, khususnya kategori gravel, memang bukan rahasia lagi. Selama jeda musim panas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/formula-1\" title=\"Formula 1\">Formula 1<\/a>, pembalap berusia 37 tahun ini bahkan berhasil mengamankan tiket ke Kejuaraan Dunia Gravel setelah finis di posisi kelima dalam grup usianya pada ajang kualifikasi di Republik Ceko.<\/p>\n<p>Sayangnya, Bottas dipastikan tidak bisa berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia tersebut karena jadwalnya bentrok dengan penyelenggaraan GP Singapura.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/805293\/sergio-perez-dan-valtteri-bottas-akan-bela-tim-cadillac-di-formula-1-musim-depan\" title=\"Sergio Perez dan Valtteri Bottas akan Bela Tim Cadillac di Formula 1 Musim Depan\" target=\"_blank\">Sergio Perez dan Valtteri Bottas akan Bela Tim Cadillac di Formula 1 Musim Depan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Keterlibatan Bottas di dunia sepeda juga terlihat dari perannya dalam ajang FNLD GRVL di Finlandia, serta partisipasinya dalam balapan gravel di Skotlandia saat GP Emilia Romagna dibatalkan pada 2023 lalu.<\/p>\n<h3>Musim Sulit Bersama Cadillac<\/h3>\n<p>Aksi bersepeda jarak jauh ini menjadi pelarian sekaligus latihan fisik di tengah musim yang berat bagi Bottas. Kembali ke Formula 1 bersama tim baru, Cadillac, Bottas belum mampu menunjukkan performa terbaiknya akibat kendala teknis dan nasib buruk di lintasan.<\/p>\n<p>Berikut adalah ringkasan performa dan detail perjalanan Valtteri Bottas berdasarkan data terkini:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Rute Bersepeda<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Malaysia ke Singapura (350 km)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pencapaian Tahap 2<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">161,91 km dalam 6 jam<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Posisi Klasemen F1<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Peringkat 22<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Statistik Musim Ini<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">16 GP, 0 Poin, 8 Gagal Finis (DNF)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Prestasi Sepeda<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kualifikasi Kejuaraan Dunia Gravel (Posisi 5 Grup Usia)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Meskipun performanya di lintasan balap jet darat sedang terpuruk, Bottas tampaknya menemukan keseimbangan mental melalui tantangan fisik di atas dua roda sebelum kembali bertarung di bawah lampu sorot Marina Bay. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/941114\/valtteri-bottas-bersepeda-350-km-dari-malaysia-ke-singapura\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembalap Cadillac Valtteri Bottas(AFP\/Lillian SUWANRUMPHA) PEMBALAP tim Cadillac, Valtteri Bottas, memilih cara yang tidak biasa untuk mempersiapkan diri menghadapi GP Singapura, akhir pekan ini. Alih-alih mengambil penerbangan singkat yang nyaman, pembalap asal Finlandia tersebut memutuskan untuk menempuh perjalanan sejauh 350 kilometer (217 mil) dari Malaysia dengan bersepeda. Keputusan unik ini diambil hanya beberapa jam setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114471,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114470"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114470\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}