{"id":114375,"date":"2026-10-06T07:47:44","date_gmt":"2026-10-06T00:47:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/trump-setujui-hukuman-mati-tembak-untuk-nidal-hasan-pelaku-penembakan-fort-hood\/"},"modified":"2026-10-06T07:47:44","modified_gmt":"2026-10-06T00:47:44","slug":"trump-setujui-hukuman-mati-tembak-untuk-nidal-hasan-pelaku-penembakan-fort-hood","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/trump-setujui-hukuman-mati-tembak-untuk-nidal-hasan-pelaku-penembakan-fort-hood\/","title":{"rendered":"Trump Setujui Hukuman Mati Tembak untuk Nidal Hasan, Pelaku Penembakan Fort Hood"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/06\/1791247213_dcaf5aa6bd96e4b77ee0.jpg\" alt=\"Trump Setujui Hukuman Mati Tembak untuk Nidal Hasan, Pelaku Penembakan Fort Hood\"\/><figcaption>Presiden Donald Trump menyetujui eksekusi mati dengan regu tembak terhadap Nidal Hasan, pelaku penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood.(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PRESIDEN Amerika Serikat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> menyetujui eksekusi mati dengan regu tembak terhadap Nidal Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat AS yang membunuh 13 orang dalam aksi penembakan di pangkalan militer Fort Hood tahun 2009. Penegasan ini disampaikan Kementerian Pertahanan AS (Pentagon).<\/p>\n<p>Eksekusi terhadap Hasan atas penyerangan di Fort Hood, Texas, yang juga melukai lebih dari dua lusin orang, akan menjadi eksekusi mati pertama yang dilaksanakan oleh militer AS sejak tahun 1961.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengonfirmasi keputusan tersebut melalui sebuah unggahan di platform media sosial X.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/832493\/demokrat-murka-usai-trump-tuduh-anggota-kongres-lakukan-perilaku-subversif-dan-layak-hukuman-mati\" title=\"Demokrat Murka usai Trump Tuduh Anggota Kongres Lakukan \u201cPerilaku Subversif\u201d dan Layak Hukuman Mati\" target=\"_blank\">Demokrat Murka usai Trump Tuduh Anggota Kongres Lakukan \u201cPerilaku Subversif\u201d dan Layak Hukuman Mati<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth telah merekomendasikan, dan Presiden Donald J. Trump telah menyetujui, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hukuman-mati\" title=\"Hukuman Mati\">hukuman mati<\/a> oleh regu tembak Angkatan Darat U.S. untuk terpidana teroris Nidal Malik Hasan,&#8221; tulis Parnell.<\/p>\n<p>&#8220;Sekretaris Angkatan Darat akan menentukan waktu dan tempat eksekusi. Hari penghakiman bagi Hasan akhirnya tiba,&#8221; tambah Parnell.<\/p>\n<p>Hasan dijatuhi hukuman mati oleh juri militer pada 2013 atas aksi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penembakan-massal\" title=\"penembakan massal\">penembakan massal<\/a> di Fort Hood yang terinspirasi oleh kelompok Al-Qaeda.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/811669\/netanyahu-beri-tahu-trump-50-menit-sebelum-serangan-israel-ke-doha\" title=\"Netanyahu Beri Tahu Trump 50 Menit sebelum Serangan Israel ke Doha\" target=\"_blank\">Netanyahu Beri Tahu Trump 50 Menit sebelum Serangan Israel ke Doha<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selama proses persidangan, Hasan memilih untuk membela dirinya sendiri. Namun, ia tidak memanggil satu pun saksi, tidak memberikan kesaksian, dan tidak melakukan upaya apa pun untuk membantah tuduhan yang disangkakan padanya. Pengacara pembela yang ditunjuk oleh pengadilan sempat menyampaikan kekhawatiran bahwa Hasan memang sengaja mencari hukuman mati.<\/p>\n<p>Hasan, seorang Muslim kelahiran AS keturunan Palestina, melepaskan tembakan pada 5 November 2009 di sebuah fasilitas medis di pangkalan Fort Hood yang luas. Pangkalan tersebut berfungsi sebagai titik pengerahan prajurit untuk bertugas ke zona pertempuran.<\/p>\n<p>Dalam insiden berdarah tersebut, 12 orang di antara korban tewas dan 30 orang korban luka-luka merupakan prajurit militer. Hasan sendiri mengalami kelumpuhan sebagian setelah tertembak oleh seorang petugas polisi sipil yang merespons serangan di lokasi kejadian.<\/p>\n<p>Pengadilan yang mengadili Hasan mengungkapkan bahwa tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh penolakannya terhadap pendudukan militer AS di Irak dan Afganistan. Selain itu, Hasan diketahui sempat berkomunikasi secara daring dengan seorang tokoh Al-Qaeda, ulama radikal Anwar al-Awlaki\u2014warga negara AS yang kemudian tewas dalam serangan drone AS di Yaman. (AFP\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/941033\/trump-setujui-hukuman-mati-tembak-untuk-nidal-hasan-pelaku-penembakan-fort-hood\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Donald Trump menyetujui eksekusi mati dengan regu tembak terhadap Nidal Hasan, pelaku penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood.(AFP) PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyetujui eksekusi mati dengan regu tembak terhadap Nidal Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat AS yang membunuh 13 orang dalam aksi penembakan di pangkalan militer Fort Hood tahun 2009. Penegasan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114375"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114375\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}