{"id":114337,"date":"2026-10-06T06:12:39","date_gmt":"2026-10-05T23:12:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/krisis-pangan-global-mengancam-setelah-selat-hormuz-macet\/"},"modified":"2026-10-06T06:12:39","modified_gmt":"2026-10-05T23:12:39","slug":"krisis-pangan-global-mengancam-setelah-selat-hormuz-macet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/krisis-pangan-global-mengancam-setelah-selat-hormuz-macet\/","title":{"rendered":"Krisis Pangan Global Mengancam setelah Selat Hormuz Macet"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/06\/1791241507_cd72c7bcc15fec97fb65.jpg\" alt=\"Krisis Pangan Global Mengancam setelah Selat Hormuz Macet\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>GANGGUAN pada rute pelayaran vital di Timur Tengah yang sebelumnya memicu guncangan energi, kini mulai mengancam ketahanan pangan global. Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Internasional (ICC), <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/john-denton\" title=\"John Denton\">John Denton<\/a>, memperingatkan bahwa krisis pangan dunia sedang mengintai akibat terhambatnya arus barang di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/selat-hormuz\" title=\"Selat Hormuz\">Selat Hormuz<\/a>.<\/p>\n<p>Konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat telah membatasi pergerakan komoditas melalui jalur air tersebut. Padahal, banyak negara sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk impor input kritis, terutama pupuk dan gas alam.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Ancaman Kelangkaan Pupuk<\/h2>\n<p>Denton menekankan bahwa perhatian dunia saat ini terlalu terfokus pada kenaikan harga minyak, namun mengabaikan potensi kelaparan global. &#8220;Orang-orang melihat ini secara fundamental melalui prisma pertempuran antara AS dan Iran yang sangat dominan. Namun, cerita yang sebenarnya mematikan adalah masalah pupuk,&#8221; ujar Denton.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/899951\/ancaman-kelaparan-global-dampak-el-nino-dan-perang-as-iran-picu-krisis-pangan\" title=\"Ancaman Kelaparan Global: Dampak El Nino dan Perang AS-Iran Picu Krisis Pangan\" target=\"_blank\">Ancaman Kelaparan Global: Dampak El Nino dan Perang AS-Iran Picu Krisis Pangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Data menunjukkan sekitar sepertiga dari pengiriman pupuk global melewati jalur sempit tersebut. Gangguan di wilayah ini menciptakan efek domino yang katastrofik bagi produsen pertanian di seluruh dunia. Menurut Denton, kapasitas pupuk yang tersedia telah anjlok hampir 40% sejak gangguan dimulai, yang berarti hilangnya 2,7 juta ton pupuk dari pasar global.<\/p>\n<h2>Dampak pada Harga Pangan dan Ekonomi Berkembang<\/h2>\n<p>Jika tidak ada kemajuan dalam penyelesaian konflik, harga bahan pangan pokok diprediksi akan melonjak tajam. Denton memperkirakan harga sereal bisa meningkat hingga 80%. Negara-negara berkembang dan ekonomi baru akan menjadi pihak yang paling terdampak. Filipina, misalnya, sangat rentan karena mengimpor sekitar 90% kebutuhan pupuknya.<\/p>\n<p>Krisis di Hormuz ini semakin diperparah oleh beberapa faktor eksternal lain:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/940383\/baliho-raksasa-iran-olok-olok-donald-trump-dan-as\" title=\"Baliho Raksasa Iran Olok-Olok Donald Trump dan AS\" target=\"_blank\">Baliho Raksasa Iran Olok-Olok Donald Trump dan AS<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Gangguan berulang di Laut Hitam akibat konflik Rusia dan Ukraina.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Fenomena cuaca El Nino yang diperkirakan akan mengganggu panen.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Peningkatan inflasi konsumen secara global.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Kebuntuan Diplomasi<\/h2>\n<p>Sebagai bagian dari Satuan Tugas PBB untuk Selat Hormuz, ICC&#8211;yang mewakili 45 juta perusahaan di lebih dari 170 negara&#8211;bekerja sama dengan badan-badan PBB dan Organisasi Maritim Internasional (IMO). Mereka mengusulkan kerangka kerja untuk menyerahkan tata kelola jalur air tersebut sementara waktu kepada Sekretaris Jenderal PBB.<\/p>\n<p>Mekanisme diplomatik yang diusulkan sejak Juli lalu ini bertujuan untuk menetapkan pemantauan, inspeksi, asuransi maritim, dan protokol transit yang aman. Meski mendapat dukungan luas dari negara-negara anggota PBB, termasuk di Asia Tenggara, inisiatif ini masih tertahan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak dapat menerapkan mekanisme tersebut karena harus ada kesepakatan politik antara AS dan Iran,&#8221; kata Denton. Ia menambahkan bahwa saat ini kedua belah pihak belum berada dalam posisi politik yang memungkinkan untuk mencapai kesepakatan tersebut.\u00a0(The Wall Street Journal\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/941013\/krisis-pangan-global-mengancam-setelah-selat-hormuz-macet\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) GANGGUAN pada rute pelayaran vital di Timur Tengah yang sebelumnya memicu guncangan energi, kini mulai mengancam ketahanan pangan global. Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Internasional (ICC), John Denton, memperingatkan bahwa krisis pangan dunia sedang mengintai akibat terhambatnya arus barang di Selat Hormuz. Konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat telah membatasi pergerakan komoditas melalui jalur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}