{"id":114331,"date":"2026-10-06T05:56:42","date_gmt":"2026-10-05T22:56:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/industri-spa-didorong-naik-kelas-tradisi-wellness-nusantara-dipadukan-dengan-inovasi\/"},"modified":"2026-10-06T05:56:42","modified_gmt":"2026-10-05T22:56:42","slug":"industri-spa-didorong-naik-kelas-tradisi-wellness-nusantara-dipadukan-dengan-inovasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/industri-spa-didorong-naik-kelas-tradisi-wellness-nusantara-dipadukan-dengan-inovasi\/","title":{"rendered":"Industri Spa Didorong Naik Kelas, Tradisi Wellness Nusantara Dipadukan dengan Inovasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/06\/1791240516_63a9642e69a54530e415.jpg\" alt=\"Industri Spa Didorong Naik Kelas, Tradisi Wellness Nusantara Dipadukan dengan Inovasi\"\/><figcaption>Ketua Umum ASPI Kusuma Ida Anjani dalam seminar Beaut\u00e9ducation.(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>INDUSTRI kecantikan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wellness\" title=\"wellness\">wellness<\/a>, dan spa Indonesia menghadapi tuntutan untuk bertransformasi seiring perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan teknologi. Penguatan regulasi, standardisasi, sertifikasi kompetensi, inovasi, serta pemanfaatan kekayaan tradisi Nusantara menjadi sejumlah faktor penting agar industri tersebut mampu tumbuh secara profesional sekaligus bersaing di pasar global.<\/p>\n<p>Persoalan itu mengemuka dalam seminar Beaut\u00e9ducation bertajuk \u201cRedefining the Future of <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/beauty\" title=\"beauty\">Beauty<\/a>, Wellness &amp; Spa \u2013 Through Innovation, Regulation and Holistic Care\u201d yang digelar Asosiasi Spa Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aspi\" title=\"ASPI\">ASPI<\/a>) bersama Cosmobeaut\u00e9 Indonesia di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Sabtu (3\/10).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, profesional, pengelola spa, klinik kecantikan, industri kosmetik, lembaga pendidikan, serta pengunjung profesional Cosmobeaut\u00e9 Indonesia 2026. Diskusi tidak hanya membahas pertumbuhan pasar, tetapi juga menyoroti kebutuhan membangun ekosistem industri yang memiliki standar pelayanan dan kompetensi yang jelas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/939734\/industri-manufaktur-masuk-ke-segmen-obat-bahan-alam\" title=\"Industri Manufaktur Masuk ke Segmen Obat Bahan Alam\" target=\"_blank\">Industri Manufaktur Masuk ke Segmen Obat Bahan Alam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua Umum ASPI Kusuma Ida Anjani mengatakan perubahan perilaku konsumen mendorong spa untuk tidak lagi dipandang sebatas tempat relaksasi. Layanan spa memiliki peluang berkembang menjadi bagian dari pola hidup sehat dan preventive wellness.<\/p>\n<p>\u201cSpa tidak lagi hanya berbicara tentang relaksasi, tetapi bagaimana menjadi bagian dari preventive wellness routine masyarakat,\u201d kata Kusuma dalam forum tersebut.<\/p>\n<p>Menurut dia, pendekatan preventive wellness dapat dikembangkan melalui berbagai layanan, seperti pijat, herbal, jamu, aromaterapi, dan mindfulness. Pengembangan tersebut perlu diarahkan untuk membentuk pengalaman wellness yang mampu mendorong masyarakat menjalankan kebiasaan sehat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/939023\/penggunaan-produk-kecantikan-harus-diimbangi-dengan-aktivitas-kebugaran\" title=\"Penggunaan Produk Kecantikan Harus Diimbangi dengan Aktivitas Kebugaran\" target=\"_blank\">Penggunaan Produk Kecantikan Harus Diimbangi dengan Aktivitas Kebugaran<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perubahan paradigma itu sekaligus membuka ruang bagi pengembangan ekosistem wellness yang lebih luas. Spa dapat terhubung dengan perawatan tubuh, nutrisi, aktivitas fisik, herbal, mindfulness, hingga beauty care sebagai satu kesatuan perjalanan kesehatan konsumen.<\/p>\n<p><strong>Mengangkat Tradisi Nusantara<\/strong><\/p>\n<p>Di tengah perkembangan industri wellness global, Indonesia memiliki modal berupa kekayaan tradisi perawatan yang telah berkembang di berbagai daerah. Jamu, rempah, pijat tradisional, dan ritual perawatan tubuh Nusantara dapat menjadi bagian dari inovasi layanan wellness apabila dikembangkan dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan konsumen modern.<\/p>\n<p>Kusuma mendorong agar kekayaan tersebut tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi dikembangkan menjadi layanan yang lebih terukur, personal, dan memiliki nilai ekonomi.<\/p>\n<p>Pengembangan tradisi wellness, menurut dia, dapat dilakukan melalui perpaduan heritage, science and technology. Pendekatan tersebut diperlukan agar inovasi tetap mempertahankan autentisitas tradisi, sekaligus memenuhi tuntutan konsumen terhadap keamanan, kualitas, efektivitas, dan pengalaman layanan.<\/p>\n<p>\u201cTradisi wellness Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan memadukan heritage, science and technology, tanpa kehilangan autentisitasnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Potensi tersebut juga berkaitan dengan peluang Indonesia memperkuat posisi dalam industri wellness global. Kekayaan budaya dapat menjadi pembeda ketika dipadukan dengan standar layanan, kompetensi tenaga profesional, teknologi, dan strategi branding yang tepat.<\/p>\n<p>Karena itu, transformasi industri tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan jumlah usaha dan konsumen. Industri membutuhkan fondasi yang memungkinkan setiap pelaku usaha memberikan layanan secara konsisten dan profesional.<\/p>\n<p><strong>Regulasi dan Kompetensi<\/strong><\/p>\n<p>Regulasi dan standardisasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Kepastian standar dibutuhkan untuk melindungi konsumen sekaligus memberikan arah bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas layanan.<\/p>\n<p>Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Terapis dan tenaga profesional di sektor spa dituntut memiliki kompetensi yang sesuai standar, sehingga sertifikasi menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.<\/p>\n<p>Seminar Beaut\u00e9ducation menempatkan aspek tersebut sebagai bagian dari pembahasan masa depan industri. Selain talkshow \u201cThe Future of Beauty, Wellness &amp; Spa: Trends, Opportunities &amp; Growth\u201d, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Business Talk \u201cStrengthening Indonesia\u2019s Spa Industry through Regulation\u201d.<\/p>\n<p>Pembahasan regulasi menjadi penting karena pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Dengan standar yang lebih kuat, industri spa tidak hanya dapat memperluas pasar domestik, tetapi juga memiliki fondasi untuk masuk ke pasar wellness internasional.<\/p>\n<p>Dalam konteks itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan. Pelaku industri, pemerintah, lembaga pendidikan, profesional, produsen lokal, hingga UMKM perlu terhubung dalam satu ekosistem. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat inovasi sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.<\/p>\n<p>Penguatan ekosistem juga memungkinkan manfaat perkembangan industri tidak hanya dinikmati perusahaan berskala besar. Operator spa, terapis, produsen bahan lokal, pelaku usaha herbal, dan UMKM dapat mengambil bagian dalam rantai nilai industri wellness.<\/p>\n<p>Dari Relaksasi ke Gaya Hidup Sehat<\/p>\n<p>Perubahan cara pandang terhadap wellness menjadi salah satu peluang terbesar bagi industri spa Indonesia. Masyarakat semakin mencari layanan yang tidak sekadar memberikan kenyamanan sesaat, tetapi juga mendukung kesehatan dan keseimbangan hidup.<\/p>\n<p>Karena itu, layanan spa berpotensi berkembang menjadi bagian dari rutinitas kesehatan masyarakat. Pijat, aromaterapi, herbal, jamu, aktivitas relaksasi, dan mindfulness dapat dikemas dalam pengalaman wellness yang lebih personal.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan identitas wellness yang bersumber dari kekayaan budaya sendiri. Tradisi Nusantara dapat menjadi dasar inovasi, sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan yang lebih terukur.<\/p>\n<p>Selain diskusi dan business talk, kegiatan ASPI dan Cosmobeaut\u00e9 Indonesia juga menghadirkan Wellness Experience bertajuk \u201cHealing Beyond Touch: Sound Therapy in Wellness\u201d yang dilanjutkan dengan sesi sound healing bagi peserta.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa perkembangan industri beauty, wellness, dan spa tidak hanya bertumpu pada produk, tetapi juga pengalaman dan pendekatan holistik terhadap kebutuhan konsumen.<\/p>\n<p>Bagi ASPI, transformasi industri pada akhirnya harus menghasilkan ekosistem yang profesional, inovatif, berkelanjutan, dan tetap berakar pada kekayaan budaya Indonesia. Perpaduan antara regulasi, kompetensi, teknologi, inovasi, serta tradisi Nusantara dinilai menjadi modal penting untuk membawa industri spa dan wellness Indonesia naik kelas sekaligus memperkuat daya saingnya di tingkat global. (E-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/941006\/industri-spa-didorong-naik-kelas-tradisi-wellness-nusantara-dipadukan-dengan-inovasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Umum ASPI Kusuma Ida Anjani dalam seminar Beaut\u00e9ducation.(Dok.Istimewa) INDUSTRI kecantikan, wellness, dan spa Indonesia menghadapi tuntutan untuk bertransformasi seiring perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan teknologi. Penguatan regulasi, standardisasi, sertifikasi kompetensi, inovasi, serta pemanfaatan kekayaan tradisi Nusantara menjadi sejumlah faktor penting agar industri tersebut mampu tumbuh secara profesional sekaligus bersaing di pasar global. Persoalan itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114331\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}