{"id":114281,"date":"2026-10-06T03:17:53","date_gmt":"2026-10-05T20:17:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/13-dampak-negatif-sering-makan-seblak\/"},"modified":"2026-10-06T03:17:53","modified_gmt":"2026-10-05T20:17:53","slug":"13-dampak-negatif-sering-makan-seblak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/06\/13-dampak-negatif-sering-makan-seblak\/","title":{"rendered":"13 Dampak Negatif Sering Makan Seblak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/05\/1791204251_90c3845210bc40eb3366.jpg\" alt=\"13 Dampak Negatif Sering Makan Seblak\"\/><figcaption>Seblak(MI\/ROMMY PUJIANTO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/seblak\" title=\"Seblak\">SEBLAK<\/a> adalah makanan khas Indonesia yang umumnya dibuat dari kerupuk yang direbus atau dimasak hingga bertekstur kenyal, kemudian dimasak bersama bumbu seperti cabai, bawang, dan kencur.<\/p>\n<p>Seblak dapat ditambahkan berbagai bahan, seperti telur, sayuran, bakso, sosis, mi, atau sumber protein lainnya. Makanan ini dikenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan beraroma khas kencur.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Memicu rasa mulas<\/strong><\/h3>\n<p>Kandungan cabai dan bumbu yang pedas dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut pada sebagian orang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894994\/seblak-dan-kista-ovarium-mitos-atau-fakta-ini-penjelasan-dokter-kandungan\" title=\"Seblak dan Kista Ovarium, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter Kandungan\" target=\"_blank\">Seblak dan Kista Ovarium, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter Kandungan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Menyebabkan perut kembung<\/strong><\/h3>\n<p>Kombinasi bahan dan bumbu dalam seblak dapat membuat sebagian orang mengalami perut terasa penuh atau kembung.<\/p>\n<h3><strong>3. Memicu diare<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan sangat pedas dapat mempercepat pergerakan usus pada sebagian orang sehingga memicu diare.<\/p>\n<h3><strong>4. Memperburuk gejala refluks asam<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan pedas atau berlemak dapat memperburuk gejala refluks pada orang yang memang sensitif terhadap makanan tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/886975\/12-bahaya-sering-makan-seblak-untuk-kesehatan\" title=\"12 Bahaya Sering Makan Seblak untuk Kesehatan\" target=\"_blank\">12 Bahaya Sering Makan Seblak untuk Kesehatan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Meningkatkan asupan natrium<\/strong><\/h3>\n<p>Seblak yang menggunakan banyak garam, saus, penyedap, atau bahan olahan dapat mengandung natrium cukup tinggi. Asupan natrium berlebihan secara terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah.<\/p>\n<h3><strong>6. Meningkatkan asupan kalori<\/strong><\/h3>\n<p>Tambahan seperti mi, telur, bakso, sosis, keju, atau makanan olahan lainnya dapat membuat kandungan energi seblak menjadi tinggi.<\/p>\n<h3><strong>7. Kurang ideal jika menggantikan makanan bergizi<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu sering memilih seblak sebagai makanan utama dapat membuat pola makan kurang beragam apabila tidak diimbangi sayuran, buah, protein, dan sumber zat gizi lainnya.<\/p>\n<h3><strong>8. Dapat menyebabkan rasa haus berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p>Kandungan garam yang tinggi dapat membuat tubuh terasa lebih haus setelah makan.<\/p>\n<h3><strong>9. Berpotensi meningkatkan berat badan<\/strong><\/h3>\n<p>Jika sering mengonsumsi seblak berkalori tinggi tanpa diimbangi kebutuhan energi dan aktivitas yang sesuai, asupan energi berlebih dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.<\/p>\n<h3><strong>10. Dapat mengganggu tidur jika dimakan terlalu dekat dengan waktu tidur<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan pedas atau dalam porsi besar pada malam hari dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau memperburuk refluks pada sebagian orang.<\/p>\n<h3><strong>11. Dapat meningkatkan konsumsi makanan ultra-proses<\/strong><\/h3>\n<p>Seblak yang banyak menggunakan sosis, bakso, nugget, atau bahan olahan lainnya dapat membuat konsumsi makanan ultra-proses menjadi lebih tinggi.<\/p>\n<h3><strong>12. Dapat memperburuk keluhan pencernaan tertentu<\/strong><\/h3>\n<p>Orang yang memiliki saluran pencernaan sensitif mungkin lebih mudah mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang sangat pedas atau berminyak.<\/p>\n<h3><strong>13. Kurang baik jika dikonsumsi tanpa memperhatikan komposisi<\/strong><\/h3>\n<p>Seblak dengan banyak kuah berbumbu, bahan olahan, dan sedikit sayuran dapat menjadi kurang seimbang secara nutrisi jika terlalu sering dikonsumsi.<\/p>\n<p>Seblak tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Agar lebih seimbang, perhatikan porsi, tingkat kepedasan, jumlah garam, penggunaan bahan olahan, serta tambahkan sayuran dan sumber protein. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, klikdokter<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/940894\/13-dampak-negatif-sering-makan-seblak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seblak(MI\/ROMMY PUJIANTO) SEBLAK adalah makanan khas Indonesia yang umumnya dibuat dari kerupuk yang direbus atau dimasak hingga bertekstur kenyal, kemudian dimasak bersama bumbu seperti cabai, bawang, dan kencur. Seblak dapat ditambahkan berbagai bahan, seperti telur, sayuran, bakso, sosis, mi, atau sumber protein lainnya. Makanan ini dikenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan beraroma khas kencur. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":114282,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-114281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114281"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114281\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}