{"id":113889,"date":"2026-10-05T10:18:47","date_gmt":"2026-10-05T03:18:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/05\/respon-pupil-mata-berubah-tergantung-cara-kita-menilai-objek\/"},"modified":"2026-10-05T10:18:47","modified_gmt":"2026-10-05T03:18:47","slug":"respon-pupil-mata-berubah-tergantung-cara-kita-menilai-objek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/05\/respon-pupil-mata-berubah-tergantung-cara-kita-menilai-objek\/","title":{"rendered":"Respon Pupil Mata Berubah Tergantung Cara Kita Menilai Objek"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/05\/1791161597_329ecbb419a1db7b7f67.jpg\" alt=\"Respon Pupil Mata Berubah Tergantung Cara Kita Menilai Objek\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pupil-mata\" title=\"pupil mata\">PUPIL mata<\/a> manusia secara alami mengecil di bawah cahaya terang dan membesar dalam kegelapan. Namun, tingkat pencahayaan ternyata bukan satu-satunya faktor yang memicu perubahan ukuran pupil mata manusia.<\/p>\n<p>Hasil riset terbaru menunjukkan respons pupil mata pada orang dewasa muda cenderung berbeda dalam skala waktu tertentu, tergantung pada sudut penilaian yang diminta saat melihat sebuah gambar objek yang sama.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Studi eksperimental ini dipimpin Hideki Tamura, profesor asosiasi di Departemen Ilmu Komputer dan Teknik di Toyohashi University of Technology, Jepang, bersama dua rekannya. Penelitian skala laboratorium ini melibatkan 24 sukarelawan berusia awal 20-an, dengan mengukur perubahan pupil hingga skala fraksi milimeter.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/905783\/studi-ungkap-cara-menilai-kecerdasan-seseorang-lewat-matanya-begini-penjelasannya\" title=\"Studi Ungkap Cara Menilai Kecerdasan Seseorang Lewat Matanya, Begini Penjelasannya\" target=\"_blank\">Studi Ungkap Cara Menilai Kecerdasan Seseorang Lewat Matanya, Begini Penjelasannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Hasil kami menunjukkan bahwa respons pupil tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik visual dari objek itu sendiri, tetapi juga oleh apa yang sedang dievaluasi oleh pengamat tentang objek tersebut,&#8221; ujar Tamura.<\/p>\n<p>Tim peneliti memilih 60 foto benda sehari-hari dari basis data THINGS, koleksi riset yang memuat lebih dari 26.000 gambar. Foto hewan dan makanan disingkirkan dari daftar. Setiap foto diubah menjadi skala abu-abu (grayscale), serta tingkat kecerahan dan kontrasnya diselaraskan untuk mengontrol respons mata terhadap cahaya.<\/p>\n<p>Para sukarelawan duduk di dalam stan redup menghadapi monitor berjarak sekitar 86 sentimeter. Alat pelacak mata (eye tracker) merekam ukuran pupil sebanyak 500 kali per detik saat setiap foto ditayangkan selama tiga detik. Setelah foto hilang, peserta memberikan nilai dari angka 1 hingga 7.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874032\/bukan-sekadar-imajinasi-mata-orang-dengan-sinestesia-benar-benar-melihat-warna-pada-angka\" title=\"Bukan Sekadar Imajinasi, Mata Orang dengan Sinestesia Benar-Benar &quot;Melihat&quot; Warna pada Angka\" target=\"_blank\">Bukan Sekadar Imajinasi, Mata Orang dengan Sinestesia Benar-Benar &#8220;Melihat&#8221; Warna pada Angka<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam satu sesi uji coba, peserta diminta menilai seberapa mengilap (glossy) objek tersebut. Pada sesi lainnya, mereka diminta menilai seberapa menarik (attractive) penampilan objek itu. Setiap peserta melihat foto yang sama di kedua sesi.<\/p>\n<h2>Perbedaan Waktu Respons Pupil<\/h2>\n<p>Dalam kedua tugas tersebut, pupil mata menunjukkan pola dasar yang sama: mengecil saat gambar muncul sebagai refleks terhadap cahaya, mencapai ukuran terkecil sekitar satu detik kemudian, lalu perlahan membesar kembali.<\/p>\n<p>Namun, dinamika penentu ukuran pupil memperlihatkan perbedaan pada tahap berikutnya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Penilaian Tingkat Mengilap (Glossiness): Semakin mengilap suatu benda dinilai, semakin menyempit pupil mata pada detik pertama. Penyempitan ini berkaitan erat dengan refleks cahaya awal.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penilaian Daya Tarik (Attractiveness): Tingkat daya tarik yang lebih tinggi ditunjukkan dengan pupil yang membesar lebih lebar di fase akhir pengamatan tiga detik, tepat setelah refleks cahaya berlalu. Sebaliknya, objek yang dinilai tidak menarik membuat penyempitan pupil bertahan lebih lama.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Untuk memisahkan perbedaan waktu tersebut, tim Tamura membagi respons pupil menjadi tiga fase: respons awal yang singkat, refleks cahaya, serta respons lambat yang lebih luas setelahnya. Skor tingkat mengilap terikat paling erat dengan refleks cahaya, sedangkan skor daya tarik terikat pada respons lambat yang menyusul.<\/p>\n<p>Para peneliti menduga objek yang lebih menarik menyedot lebih banyak perhatian dan memicu rangsangan (arousal) atau tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi pada otak.<\/p>\n<p>Studi ini mencatat bahwa sukarelawan lebih mudah menyepakati tingkat mengilap suatu objek ketimbang daya tariknya. Hal ini terjadi karena kilap tergantung pada sifat fisik cahaya di permukaan, sementara daya tarik sangat bergantung pada selera dan perasaan individu.<\/p>\n<p>Para peneliti mengutarakan bahwa pupil mata belum bisa membuktikan di mana proses mental ini terjadi di dalam otak, sehingga penjelasan yang ada merupakan interpretasi atas hasil pengamatan. Selanjutnya, tim peneliti berencana menguji apakah sifat permukaan lain, seperti transparansi, kehalusan, dan kelembutan, juga memengaruhi dinamika respons pupil dengan cara serupa. Hasil penelitian lengkap ini telah dipublikasikan di Journal of Vision. (Earth\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/940674\/respon-pupil-mata-berubah-tergantung-cara-kita-menilai-objek\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) PUPIL mata manusia secara alami mengecil di bawah cahaya terang dan membesar dalam kegelapan. Namun, tingkat pencahayaan ternyata bukan satu-satunya faktor yang memicu perubahan ukuran pupil mata manusia. Hasil riset terbaru menunjukkan respons pupil mata pada orang dewasa muda cenderung berbeda dalam skala waktu tertentu, tergantung pada sudut penilaian yang diminta saat melihat sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113890,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-113889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113889"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113889\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}