{"id":113863,"date":"2026-10-05T09:07:46","date_gmt":"2026-10-05T02:07:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/05\/ada-ancaman-iran-as-tarik-seluruh-pesawat-pengebom-dari-inggris\/"},"modified":"2026-10-05T09:07:46","modified_gmt":"2026-10-05T02:07:46","slug":"ada-ancaman-iran-as-tarik-seluruh-pesawat-pengebom-dari-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/05\/ada-ancaman-iran-as-tarik-seluruh-pesawat-pengebom-dari-inggris\/","title":{"rendered":"Ada Ancaman Iran, AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom dari Inggris"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/05\/1791165889_120961300e24d3dbfb37.jpg\" alt=\"Ada Ancaman Iran, AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom dari Inggris\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>AMERIKA Serikat menarik seluruh pesawat pengebom jarak jauh miliknya dari pangkalan udara di Inggris dan mengembalikannya ke stasiun asal di AS. Langkah ini diambil menyusul ada\u00a0laporan mengenai ancaman baru yang belum ditentukan secara spesifik.<\/p>\n<p>Keputusan relokasi ini dilakukan hanya beberapa hari setelah pemerintah Inggris menangkap sejumlah individu yang diduga terkait dengan plot <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">Iran<\/a> untuk menargetkan pangkalan udara Inggris, tempat pesawat-pesawat tersebut ditempatkan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kami dapat mengonfirmasi sekarang bahwa semua <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pesawat-pengebom-as\" title=\"pesawat pengebom AS\">pesawat pengebom AS<\/a> yang dikerahkan ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/raf-fairford\" title=\"RAF Fairford\">RAF Fairford<\/a> dikerahkan kembali ke stasiun asal mereka di Amerika Serikat,&#8221; ujar seorang pejabat AS kepada CNN. Namun, pernyataan resmi tersebut tidak merinci alasan mendetail di balik pemindahan armada udara tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/913943\/trump-perkuat-militer-di-timur-tengah-siap-serang-iran-dan-houthi\" title=\"Trump Perkuat Militer di Timur Tengah, Siap Serang Iran dan Houthi\" target=\"_blank\">Trump Perkuat Militer di Timur Tengah, Siap Serang Iran dan Houthi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Seorang sumber yang mengetahui situasi itu menyebut ancaman terbaru tersebut sebagai insiden dunia nyata. Hal ini mengindikasikan adanya risiko keamanan yang mendesak dan bukan sekadar latihan atau prosedur rutin.<\/p>\n<p>Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di Fairford selama ini menjadi lokasi strategis bagi pengerahan pesawat pengebom B-1 milik AS. Armada ini kerap terlibat dalam operasi yang berkaitan dengan ketegangan di Timur Tengah dan berfungsi sebagai lokasi operasi depan bagi Komando Serangan Global AS (US Global Strike Command), yang bertugas mengelola serangan jarak jauh.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus memantau situasi keamanan di sekitar instalasi militer tersebut. Perkembangan lebih lanjut mengenai jenis ancaman dan hasil investigasi terhadap individu yang ditangkap masih terus dinantikan. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/940683\/ada-ancaman-iran-as-tarik-seluruh-pesawat-pengebom-dari-inggris\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Dok Istimewa) AMERIKA Serikat menarik seluruh pesawat pengebom jarak jauh miliknya dari pangkalan udara di Inggris dan mengembalikannya ke stasiun asal di AS. Langkah ini diambil menyusul ada\u00a0laporan mengenai ancaman baru yang belum ditentukan secara spesifik. Keputusan relokasi ini dilakukan hanya beberapa hari setelah pemerintah Inggris menangkap sejumlah individu yang diduga terkait dengan plot Iran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113864,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-113863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}