{"id":113567,"date":"2026-10-04T19:05:55","date_gmt":"2026-10-04T12:05:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/04\/kenali-pemicu-eksim-untuk-cegah-kekambuhan-menurut-ahli\/"},"modified":"2026-10-04T19:05:55","modified_gmt":"2026-10-04T12:05:55","slug":"kenali-pemicu-eksim-untuk-cegah-kekambuhan-menurut-ahli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/04\/kenali-pemicu-eksim-untuk-cegah-kekambuhan-menurut-ahli\/","title":{"rendered":"Kenali Pemicu Eksim untuk Cegah Kekambuhan Menurut Ahli"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/04\/1791093791_aa90445b474655e679fa.jpg\" alt=\"Kenali Pemicu Eksim untuk Cegah Kekambuhan Menurut Ahli\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/eksim\" title=\"eksim\">EKSIM<\/a> atau <em>eczema<\/em> merupakan kondisi kulit yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan bersifat residif atau berulang. Oleh karena itu, memahami faktor pemicu serta kondisi kulit secara personal menjadi kunci utama dalam mencegah kekambuhan (<em>flare-up<\/em>).<\/p>\n<p>Dokter Spesialis Kulit, dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE, menjelaskan bahwa penanganan eksim tidak boleh hanya berfokus pada meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat penyebabnya yang bersifat multifaktorial, pendekatan yang komprehensif sangat diperlukan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien. Perlu diingat, mencegah kekambuhan eksim melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eksim saat kambuh,\u201d ujar dr. Tomi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/940376\/ini-tips-mencegah-kekambuhan-eksim-dari-dokter-spesialis-kulit\" title=\"Ini Tips Mencegah Kekambuhan Eksim dari Dokter Spesialis Kulit\" target=\"_blank\">Ini Tips Mencegah Kekambuhan Eksim dari Dokter Spesialis Kulit<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Faktor Pemicu yang Beragam<\/h2>\n<p>Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut memaparkan bahwa perjalanan setiap pasien eksim bersifat unik. Munculnya gejala atau <em>flare-up<\/em> dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, kondisi dasar kulit, faktor lingkungan, hingga perubahan fisiologis di dalam tubuh.<\/p>\n<p>Kebutuhan kulit seseorang juga tidak statis dan dapat berubah seiring bertambahnya usia. Salah satu fase yang perlu diwaspadai adalah perubahan hormonal pada wanita, seperti saat memasuki fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause. Perubahan ini secara signifikan memengaruhi kondisi dan kebutuhan hidrasi kulit.<\/p>\n<h2>Dampak Emosional dan Peran Keluarga<\/h2>\n<p>Dermatolog dari ERHA Ultimate ini juga menekankan bahwa eksim bukan sekadar masalah estetika kulit. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, aktivitas sehari-hari, hingga stabilitas emosional pasien. Oleh karena itu, dukungan keluarga atau <em>caregiver<\/em> sangat krusial dalam proses perawatan jangka panjang.<\/p>\n<p>Fitri Said, seorang ibu yang mendampingi anak dengan eksim, berbagi pengalaman mengenai pentingnya adaptasi gaya hidup. Menurutnya, keluarga harus terlibat aktif dalam mengenali pola perubahan kulit anak, menyesuaikan aktivitas harian, dan mendampingi setiap tahapan perawatan agar periode <em>flare-up<\/em> dapat diminimalisir.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; border-radius: 5px;\"><strong>Catatan Penting:<\/strong> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/world-atopic-eczema-day\" title=\"World Atopic Eczema Day\">World Atopic Eczema Day<\/a> diperingati setiap 14 September sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak eksim atopik terhadap pasien dan pendampingnya.<\/div>\n<p>Edukasi mengenai pengelolaan eksim ini disampaikan dalam <em>talkshow<\/em> bertajuk \u201cBeyond the Flare, Every Skin Has a Story\u201d yang diselenggarakan di ERHA Center Iskandarsyah, Jakarta, pada Jumat (25\/9), dalam rangka memperingati World Atopic Eczema Day 2026. (Ant\/H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/940439\/kenali-pemicu-eksim-untuk-cegah-kekambuhan-menurut-ahli\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific.com) EKSIM atau eczema merupakan kondisi kulit yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan bersifat residif atau berulang. Oleh karena itu, memahami faktor pemicu serta kondisi kulit secara personal menjadi kunci utama dalam mencegah kekambuhan (flare-up). Dokter Spesialis Kulit, dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE, menjelaskan bahwa penanganan eksim tidak boleh hanya berfokus pada meredakan keluhan saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113568,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-113567","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113567"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113567\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113567"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}