{"id":113495,"date":"2026-10-04T15:54:53","date_gmt":"2026-10-04T08:54:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/04\/teknologi-pengereman-bisa-menekan-fatalitas-kecelakaan\/"},"modified":"2026-10-04T15:54:53","modified_gmt":"2026-10-04T08:54:53","slug":"teknologi-pengereman-bisa-menekan-fatalitas-kecelakaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/04\/teknologi-pengereman-bisa-menekan-fatalitas-kecelakaan\/","title":{"rendered":"Teknologi Pengereman Bisa Menekan Fatalitas Kecelakaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/04\/1791103825_da094cc6a30d9194d8d9.jpg\" alt=\"Teknologi Pengereman Bisa Menekan Fatalitas Kecelakaan\"\/><figcaption>Ilustrasi teknologi ABS pada kendaraan sepeda motor konvensional.(Dok. Astra)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KECELAKAAN sepeda motor menjadi salah satu penyumbang terbesar fatalitas lalu lintas di Indonesia, dengan sekitar 73%\u00a0dari lebih dari 149.000 kecelakaan setiap tahun melibatkan kendaraan roda dua. Kajian Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkirakan penerapan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/teknologi-pengereman\" title=\"Teknologi pengereman\">teknologi pengereman<\/a> berpotensi mencegah hingga 111.163 kematian hingga 2045, tergantung skenario penerapannya.<\/p>\n<p>Peneliti ITB, Sony Sulaksono Wibowo mengatakan teknologi kendaraan diperlukan sebagai lapisan perlindungan tambahan karena kemampuan manusia merespons kondisi darurat memiliki keterbatasan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Ketika roda terkunci, motor berisiko kehilangan traksi dan kendali. Keselamatan itu dari akar, memperbaiki hazard. Potensi hazard dari roda dua adalah kendaraannya. Makanya kami dari ITB mencoba melakukan kajian sistem keselamatan,&#8221; ujar Sony, belum lama ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/939067\/ditlantas-polda-metro-jaya-perkuat-pengawasan-titik-rawan-lawan-arus\" target=\"_blank\" title=\"Ditlantas Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan Titik Rawan Lawan Arus\">Ditlantas Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan Titik Rawan Lawan Arus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan kajian ITB, roda sepeda motor dapat terkunci dalam waktu kurang dari 0,2 detik, sedangkan manusia membutuhkan rata-rata sekitar 0,75 detik untuk bereaksi dalam kondisi panik. Kondisi tersebut membuat teknologi pengereman dinilai dapat menjadi salah satu lapisan keselamatan ketika pengendara tidak sempat merespons.<\/p>\n<p>Kajian tersebut memperkirakan penerapan teknologi pengereman pada sepeda motor baru dapat mencegah 26.679 hingga 111.163 kematian sampai 2045. Dari sisi ekonomi, manfaat penerapan teknologi tersebut diperkirakan mencapai lima kali biaya yang diperlukan.<\/p>\n<p>Risiko keselamatan sepeda motor juga tercermin dari jumlah kendaraan roda dua yang mencapai sekitar 84%\u00a0dari seluruh kendaraan terdaftar di Indonesia. Pada 2024, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kecelakaan-lalu-lintas\" title=\"kecelakaan lalu lintas\">kecelakaan lalu lintas<\/a> tercatat menewaskan 26.839 orang, masih di atas target Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ) sebesar 15.160 kematian pada 2030.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935871\/truk-trailer-tabrak-tiang-listrik-dan-truk-bata-di-bypass-krian-sidoarjo\" target=\"_blank\" title=\"Truk Trailer Tabrak Tiang Listrik dan Truk Bata di Bypass Krian Sidoarjo\">Truk Trailer Tabrak Tiang Listrik dan Truk Bata di Bypass Krian Sidoarjo<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kajian ITB mencatat sekitar 72%\u00a0kecelakaan dengan korban berkaitan dengan pola benturan depan, belakang, maupun samping. Sekitar 54%\u00a0kecelakaan terjadi di jalan arteri, sedangkan 90%\u00a0terjadi ketika kondisi cuaca cerah.<\/p>\n<p>Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja Dodi Apriansyah mengatakan waktu rawan kecelakaan beririsan dengan jam masyarakat beraktivitas, yakni pukul 06.00-09.00 dan 15.00-18.00. Sepanjang 2025, Jasa Raharja menyalurkan Rp3,22 triliun santunan untuk kecelakaan roda dua, termasuk Rp1,36 triliun bagi korban meninggal.<\/p>\n<p>Dari sisi teknologi, kajian ITB membandingkan <em>Combined Braking System <\/em>(CBS) dan <em>Anti-lock Braking System <\/em>(<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/abs\" title=\"abs\">ABS<\/a>). CBS mendistribusikan gaya pengereman ke roda depan dan belakang secara bersamaan, tetapi belum mencegah roda terkunci. Sementara ABS secara otomatis mengatur tekanan pengereman untuk mencegah roda terkunci saat pengereman keras sehingga kendaraan tetap memiliki kemampuan kendali.<\/p>\n<p>ITB kemudian memodelkan dua skenario penerapan teknologi pengereman pada sepeda motor baru mulai 2027. Skenario pertama menerapkan ABS untuk sepeda motor di atas 125 cc serta ABS atau CBS untuk sepeda motor 125 cc ke bawah. Skenario kedua menerapkan ABS pada seluruh sepeda motor baru.<\/p>\n<p>Kajian tersebut memperkirakan sekitar 72 persen kecelakaan dengan korban berada pada jenis kejadian yang risikonya berpotensi dikurangi dengan dukungan ABS. Pada tabrakan depan-belakang, potensi pengurangan risiko diperkirakan mencapai 31-38%.<\/p>\n<p>Selain dampak keselamatan, ITB memperkirakan beban ekonomi akibat kecelakaan mencapai Rp2,162 triliun, di luar biaya medis sekitar Rp50 juta-Rp150 juta untuk setiap korban cedera berat. Tanpa perubahan, jumlah kematian akibat kecelakaan diproyeksikan dapat mencapai 31.733 jiwa per tahun pada 2045.<\/p>\n<p>Temuan tersebut disampaikan dalam Diseminasi Hasil Riset dan Rekomendasi Kebijakan Keselamatan Kendaraan Roda Dua yang digelar Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama Pijar Foundation.<\/p>\n<p>Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat Yusuf Nugroho mengatakan hasil kajian tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan keselamatan kendaraan roda dua.<\/p>\n<p>&#8220;Kebijakan perlu adaptif, berbasis bukti, dan memberi manfaat bagi masyarakat,&#8221; kata Yusuf saat membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan.<\/p>\n<p>Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto mengatakan kajian tersebut juga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUU LLAJ), yang menurutnya belum secara spesifik mengatur ABS.<\/p>\n<p>&#8220;Kita rumuskan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek, lakukan pendataan. Saya sepakat, ABS salah satu inovasi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sejumlah negara telah menerapkan kebijakan terkait teknologi pengereman sepeda motor. India mewajibkan ABS pada seluruh sepeda motor dan skuter baru sejak 1 Januari 2026, sedangkan Malaysia menerapkannya untuk sepeda motor 150 cc ke atas sejak 1 Januari 2025.<\/p>\n<p>Direktur Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) Zulhaidi Mohd Jawi mengatakan dampak kebijakan keselamatan membutuhkan waktu untuk terlihat. Menurut dia, penerapan ABS berdasarkan sejumlah riset dapat menekan lebih dari 30%\u00a0fatalitas.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam beberapa kasus, kami harus menunggu lima tahun untuk melihat hasilnya. Berdasarkan riset, ABS menekan lebih dari 30%\u00a0fatalitas. Di Indonesia, ABS bukan solusi nomor satu, tetapi bisa menjadi salah satunya,&#8221; ujarnya. (Z-10)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/940474\/teknologi-pengereman-bisa-menekan-fatalitas-kecelakaan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi teknologi ABS pada kendaraan sepeda motor konvensional.(Dok. Astra) KECELAKAAN sepeda motor menjadi salah satu penyumbang terbesar fatalitas lalu lintas di Indonesia, dengan sekitar 73%\u00a0dari lebih dari 149.000 kecelakaan setiap tahun melibatkan kendaraan roda dua. Kajian Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkirakan penerapan teknologi pengereman berpotensi mencegah hingga 111.163 kematian hingga 2045, tergantung skenario penerapannya. Peneliti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113496,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-113495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113495"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113495\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}