{"id":112876,"date":"2026-10-03T08:39:43","date_gmt":"2026-10-03T01:39:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/03\/harga-serangan-ddos-di-dark-web-mulai-rp460-ribu-kaspersky-ingatkan-risiko-bisnis\/"},"modified":"2026-10-03T08:39:43","modified_gmt":"2026-10-03T01:39:43","slug":"harga-serangan-ddos-di-dark-web-mulai-rp460-ribu-kaspersky-ingatkan-risiko-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/03\/harga-serangan-ddos-di-dark-web-mulai-rp460-ribu-kaspersky-ingatkan-risiko-bisnis\/","title":{"rendered":"Harga Serangan DDoS di Dark Web Mulai Rp460 Ribu, Kaspersky Ingatkan Risiko Bisnis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/03\/1790991060_760b5306abecfd69d2a5.jpg\" alt=\"Harga Serangan DDoS di Dark Web Mulai Rp460 Ribu, Kaspersky Ingatkan Risiko Bisnis\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>LAPORAN erbaru dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kaspersky\" title=\"kaspersky\">Kaspersky<\/a> Digital Footprint Intelligence (DFI) mengungkap fakta mengejutkan mengenai ekosistem serangan <i>Distributed Denial of Service<\/i> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ddos\" title=\"ddos\">DDoS<\/a>) di pasar gelap.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis terhadap lebih dari 256.000 unggahan di <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dark-web\" title=\"Dark Web\">dark web<\/a><\/i> dan <i>deep web<\/i>, ditemukan bahwa biaya untuk melancarkan serangan siber ini kini semakin terjangkau, bahkan setara dengan harga secangkir kopi atau langganan layanan <i>streaming<\/i> bulanan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Para ahli mengidentifikasi setidaknya 148 pelaku DDoS yang aktif sejak awal 2024. Harga yang ditawarkan untuk jasa perantara serangan (<i>brokered DDoS attacks<\/i>) sangat bervariasi, mulai dari US$30 (sekitar Rp460 ribu) hingga US$2.000 (sekitar Rp31 juta) per kasus, tergantung pada target, durasi, dan fitur serangan yang diminta.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/940127\/ancaman-siber-seluler-asia-pasifik-2026-penargetan-individu-meningkat-tajam\" title=\"Ancaman Siber Seluler Asia Pasifik 2026: Penargetan Individu Meningkat Tajam\" target=\"_blank\">Ancaman Siber Seluler Asia Pasifik 2026: Penargetan Individu Meningkat Tajam<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Model Layanan dan Distribusi Pelaku<\/h3>\n<p>Penelitian ini memetakan tiga model utama yang mendominasi pasar gelap dalam penyediaan layanan DDoS. Selain itu, ditemukan pergeseran platform komunikasi yang digunakan oleh para pelaku untuk memasarkan jasa mereka.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Model Serangan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Deskripsi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><b>Brokered Attacks<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Menyewa pihak ketiga (perantara) untuk melancarkan serangan secara penuh.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><b>DDoS-as-a-Service<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pengguna membeli langganan alat serangan melalui panel kendali daring atau bot Telegram.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><b>In-house Infrastructure<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pelaku menjalankan skrip serangan atau jaringan botnet milik mereka sendiri.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Terkait saluran pemasaran, 65% pelaku yang menggunakan jasa perantara memilih beriklan di forum kejahatan siber konvensional, sementara 35% sisanya mulai beralih menggunakan platform pesan instan seperti Telegram dan Discord.<\/p>\n<h3>Dominasi Serangan Lapisan Aplikasi (L7)<\/h3>\n<p>Aktivitas DDoS saat ini berfokus pada dua jenis serangan utama: <i>Network-layer<\/i> (L4) dan <i>Application-layer<\/i> (L7). Data menunjukkan bahwa serangan L7 menjadi yang paling populer karena kemudahan akses dan efektivitasnya dalam melumpuhkan situs web secara langsung.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936360\/waspada-malware-macsync-versi-baru-incar-pengguna-macos-dan-aset-kripto\" title=\"Waspada Malware MacSync Versi Baru Incar Pengguna macOS dan Aset Kripto\" target=\"_blank\">Waspada Malware MacSync Versi Baru Incar Pengguna macOS dan Aset Kripto<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Jenis\/Metode Serangan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Persentase Penawaran<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><b>Application-layer (L7)<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">92%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Paling banyak ditawarkan; menargetkan layanan web secara langsung.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><b>Network-layer (L4)<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">74%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Meliputi teknik flood TCP, UDP, dan DNS untuk membebani infrastruktur.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><b>Metode L3 Mandiri<\/b><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">9%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Hanya sedikit pelaku yang menyebutkan metode ini secara eksplisit.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Jo\u00e3o Pedro Brand\u00e3o e Silva, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, menekankan bahwa kemudahan akses ini harus menjadi alarm bagi dunia bisnis.<\/p>\n<p>&#8220;Serangan DDoS telah menjadi pilihan yang lebih praktis dan terjangkau. Bagi bisnis, kesiapan menghadapi DDoS harus menjadi bagian dari perencanaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keamanan-siber\" title=\"keamanan siber\">keamanan siber<\/a> dasar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h3>Rekomendasi Perlindungan Bisnis<\/h3>\n<p>Untuk memitigasi risiko serangan yang kian masif dan murah ini, Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah strategis bagi organisasi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><b>Pemantauan Aset Digital:<\/b> Gunakan layanan seperti <i>Kaspersky Digital Footprint Intelligence<\/i> untuk mendeteksi ancaman di seluruh lapisan web (surface, deep, dan dark web).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Visibilitas Ancaman:<\/b> Bekali tim InfoSec dengan intelijen ancaman yang mendalam untuk mengidentifikasi risiko secara tepat waktu melalui <i>Kaspersky Threat Intelligence<\/i>.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Edukasi Karyawan:<\/b> Tingkatkan kesadaran keamanan siber staf melalui platform pelatihan otomatis guna mencegah praktik pengunduhan yang berbahaya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Deteksi Respons 24\/7:<\/b> Perkuat pertahanan dengan solusi <i>Managed Detection and Response<\/i> (MDR) yang menggabungkan teknologi dengan keahlian manusia untuk merespons serangan canggih secara cepat. (Z-1)<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/940129\/harga-serangan-ddos-di-dark-web-mulai-rp460-ribu-kaspersky-ingatkan-risiko-bisnis\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) LAPORAN erbaru dari Kaspersky Digital Footprint Intelligence (DFI) mengungkap fakta mengejutkan mengenai ekosistem serangan Distributed Denial of Service (DDoS) di pasar gelap. Berdasarkan analisis terhadap lebih dari 256.000 unggahan di dark web dan deep web, ditemukan bahwa biaya untuk melancarkan serangan siber ini kini semakin terjangkau, bahkan setara dengan harga secangkir kopi atau langganan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112877,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-112876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}