{"id":112840,"date":"2026-10-03T06:31:39","date_gmt":"2026-10-02T23:31:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/03\/sering-mengeluh-bisa-ubah-cara-kerja-otak-simak-penjelasan-ahli-psikologi\/"},"modified":"2026-10-03T06:31:39","modified_gmt":"2026-10-02T23:31:39","slug":"sering-mengeluh-bisa-ubah-cara-kerja-otak-simak-penjelasan-ahli-psikologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/03\/sering-mengeluh-bisa-ubah-cara-kerja-otak-simak-penjelasan-ahli-psikologi\/","title":{"rendered":"Sering Mengeluh Bisa Ubah Cara Kerja Otak Simak Penjelasan Ahli Psikologi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/02\/1790954004_1c8ee57e3cc96327a876.png\" alt=\"Sering Mengeluh Bisa Ubah Cara Kerja Otak? Simak Penjelasan Ahli Psikologi\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mengeluh\" title=\"mengeluh\">MENGELUH<\/a> merupakan respons emosional yang lumrah dan kerap dilakukan untuk meluapkan kejenuhan. Namun, di balik manfaatnya untuk meredakan beban emosi, kebiasaan mengeluh yang dilakukan secara berlebihan justru dapat mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik.<\/p>\n<p>Menurut para ahli <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/psikologi\" title=\"psikologi\">psikologi<\/a>, mengeluh sejatinya bisa memberikan manfaat positif jika dilakukan secara proporsional.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Mengeluh bisa bermanfaat jika hal itu memungkinkan kita meluapkan emosi negatif, mengomunikasikan perasaan, dan memulai proses pemecahan masalah,&#8221; kata Kerry Cannity, PhD, psikolog kesehatan klinis di<em> SelfWorks<\/em>, sebagaimana dikutip dalam siaran <em>Real Simple.<\/em><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/940060\/sering-mengeluh-bisa-ubah-cara-kerja-otak-simak-penjelasan-ahli-psikologi\" title=\"Sering Mengeluh Bisa Ubah Cara Kerja Otak? Simak Penjelasan Ahli Psikologi\" target=\"_blank\">Sering Mengeluh Bisa Ubah Cara Kerja Otak? Simak Penjelasan Ahli Psikologi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa memendam atau menyangkal perasaan negatif memiliki konsekuensi yang tidak sepele. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menahan emosi dapat berdampak buruk pada daya ingat, kualitas hubungan sosial, hingga kesehatan jantung.<\/p>\n<p>Sebaliknya, membicarakan masalah dengan pendengar yang tepat dapat menghadirkan rasa lega.<\/p>\n<p>&#8220;Terutama jika mereka tidak langsung berusaha memperbaiki masalah atau menyuruh kita untuk tidak merasa demikian,&#8221; ujar Sarah Close, LPC, seorang terapis di BetterHelp.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/686807\/yuk-nikmati-mindfulness-menikmati-setiap-momen-hidup\" title=\"Yuk Nikmati Mindfulness, Menikmati Setiap Momen Hidup\" target=\"_blank\">Yuk Nikmati Mindfulness, Menikmati Setiap Momen Hidup<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Dampak Buruk Mengeluh Berlebihan<\/h2>\n<p>Kendati demikian, para ahli mengingatkan adanya garis batas yang jelas antara mengeluh secara sehat dan tidak sehat, yakni seberapa sering kebiasaan tersebut dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Jika mengeluh menjadi kebiasaan, hal itu justru dapat mulai mengubah cara kerja otak ke arah pandangan yang lebih negatif,&#8221; jelas Cannity.<\/p>\n<p>Ketika seseorang terlalu sering mengeluh, otak akan lebih peka terhadap stimulus yang memicu kemarahan atau ketakutan. Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan kadar hormon <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stres\" title=\"stres\">stres<\/a> secara keseluruhan di dalam tubuh.<\/p>\n<p>Secara ilmiah, saat seseorang mengeluh, otak melepaskan hormon kortisol. Jika kadarnya berlebihan, hormon stres ini dapat mengganggu kualitas tidur, tekanan darah, sistem metabolisme, hingga fungsi organ penting lainnya. Bahkan, studi terdahulu dari Universitas Stanford pada tahun 1996 pernah mendapati bahwa mengeluh atau sekadar mendengarkan keluhan orang lain selama setengah jam atau lebih berpotensi mengecilkan hipokampus, yakni bagian otak yang bertanggung jawab atas memori dan pengaturan emosi.<\/p>\n<p>Selain masalah neurosains dan kesehatan fisik, kebiasaan mengeluh secara kronis juga terbukti dapat merusak hubungan antarpribadi.<\/p>\n<p>&#8220;Jika setiap percakapan berubah menjadi ajang mengeluh, lama-kelamaan orang akan enggan melanjutkan percakapan tersebut,&#8221; ungkap Mary McLaughlin, LCSW, seorang terapis yang berspesialisasi dalam dinamika hubungan.<\/p>\n<h2>Cara Mengetahui Batas Sehat Mengeluh<\/h2>\n<p>Untuk mengetahui apakah keluhan yang disampaikan masih berada dalam batas wajar atau sudah menjadi kebiasaan toksik, Sarah Close menyarankan agar seseorang senantiasa mengevaluasi perasaannya setelah meluapkan unek-unek.<\/p>\n<p>&#8220;Apakah saya merasa lebih dipahami atau lebih jelas, atau justru menghidupkan kembali rasa frustrasi dan kembali masuk ke lingkaran yang sama?&#8221; tanya Close.<\/p>\n<p>Jika proses mengeluh tersebut tidak kunjung membantu memahami masalah, tidak mendatangkan solusi, dan justru berujung pada penambahan rasa kesal, maka sudah saatnya seseorang mulai mengerem kebiasaan tersebut demi kebaikan diri sendiri.<\/p>\n<p>(Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/940061\/sering-mengeluh-bisa-ubah-cara-kerja-otak-simak-penjelasan-ahli-psikologi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) MENGELUH merupakan respons emosional yang lumrah dan kerap dilakukan untuk meluapkan kejenuhan. Namun, di balik manfaatnya untuk meredakan beban emosi, kebiasaan mengeluh yang dilakukan secara berlebihan justru dapat mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik. Menurut para ahli psikologi, mengeluh sejatinya bisa memberikan manfaat positif jika dilakukan secara proporsional. &#8220;Mengeluh bisa bermanfaat jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112841,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-112840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112840"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112840\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112841"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}