{"id":112556,"date":"2026-10-02T15:58:07","date_gmt":"2026-10-02T08:58:07","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/02\/pm-jepang-dan-qatar-bahas-konflik-as-iran-dan-gangguan-pelayaran-hormuz\/"},"modified":"2026-10-02T15:58:07","modified_gmt":"2026-10-02T08:58:07","slug":"pm-jepang-dan-qatar-bahas-konflik-as-iran-dan-gangguan-pelayaran-hormuz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/02\/pm-jepang-dan-qatar-bahas-konflik-as-iran-dan-gangguan-pelayaran-hormuz\/","title":{"rendered":"PM Jepang dan Qatar Bahas Konflik AS-Iran dan Gangguan Pelayaran Hormuz"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/02\/1790930976_e7e1694aa64f2fa62c03.png\" alt=\"PM Jepang dan Qatar Bahas Konflik AS-Iran dan Gangguan Pelayaran Hormuz\"\/><figcaption>Selat Hormuz.(Google Maps)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERDANA Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani membahas konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam pertemuan di Tokyo pada Jumat (2\/10).<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, Takaichi menyampaikan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketegangan militer di sekitar Iran serta terganggunya jalur pelayaran internasional.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas ketegangan militer yang sedang berlangsung di sekitar Iran dan gangguan signifikan terhadap tatanan maritim berbasis aturan,&#8221; kata Takaichi melalui media sosial X setelah bertemu Al Thani.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/939183\/pm-qatar-sebut-benjamin-netanyahu-penjahat-perang\" title=\"PM Qatar Sebut Benjamin Netanyahu Penjahat Perang\" target=\"_blank\">PM Qatar Sebut Benjamin Netanyahu Penjahat Perang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang kini memasuki bulan ketujuh masih terus berlangsung. Proses tersebut berlanjut sejak tercapainya kesepakatan kerangka kerja pada Juni yang dimediasi Pakistan dan Qatar.<\/p>\n<p>Kesepakatan itu ditujukan untuk membuka jalan menuju perjanjian perdamaian final yang mencakup persoalan navigasi di jalur perairan strategis serta program nuklir Iran.<\/p>\n<p>Selama konflik berlangsung, selain melancarkan serangan terhadap Iran, Amerika Serikat juga menghadapi serangan balasan dari Teheran. Iran menyerang sejumlah pangkalan militer AS dan fasilitas energi di beberapa negara Teluk, termasuk Qatar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/936206\/as-hentikan-operasional-maskapai-komersial-iran-mulai-23-september-2026\" title=\"AS Hentikan Operasional Maskapai Komersial Iran Mulai 23 September 2026\" target=\"_blank\">AS Hentikan Operasional Maskapai Komersial Iran Mulai 23 September 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Apresiasi Peran Qatar<\/strong><\/p>\n<p>Dalam pertemuan dengan Al Thani, Takaichi menyampaikan penghormatan mendalamnya atas peran penting yang dimainkan Qatar sebagai mediator, dan menyatakan keinginan saya untuk bekerja sama erat dengan Qatar menuju stabilisasi situasi secepatnya.<\/p>\n<p>Al Thani yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar turut menyampaikan informasi mengenai status terkini pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, kata Takaichi.<\/p>\n<p>Selain membahas konflik, kedua pemimpin juga mendiskusikan kerja sama ekonomi dan energi antara Jepang dan negara-negara Teluk.<\/p>\n<p>Takaichi mengatakan kepada Al Thani bahwa Jepang saat ini sedang merumuskan rencana kerja sama komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan energi negara-negara Teluk, termasuk Qatar.<\/p>\n<p>Dalam pembahasan hubungan bilateral, Jepang dan Qatar juga sepakat memperkuat kerja sama di sejumlah sektor.<\/p>\n<p>Kedua negara membahas kemitraan ekonomi dengan keinginan untuk memperkuat kerja sama tidak hanya di bidang energi tradisional tetapi juga di berbagai bidang termasuk investasi dan kecerdasan buatan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan terus bekerja sama erat dengan Qatar untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara kami,&#8221; sebut Takaichi.<\/p>\n<p><strong>Dampak Gangguan Selat Hormuz<\/strong><\/p>\n<p>Selain bertemu Takaichi, Al Thani juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, Motegi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kebuntuan yang berlangsung antara Washington dan Teheran.<\/p>\n<p>Ia menyoroti dampak gangguan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz yang telah berlangsung selama lebih dari enam bulan.<\/p>\n<p>Menurut Motegi, terganggunya navigasi yang bebas dan aman di jalur perairan strategis tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global.<\/p>\n<p>Jepang menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Qatar dalam upaya mendorong stabilitas kawasan sekaligus menjaga ketahanan ekonomi dan energi di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. (Al Jazeera\/Fer\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/939946\/pm-jepang-dan-qatar-bahas-konflik-as-iran-dan-gangguan-pelayaran-hormuz\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selat Hormuz.(Google Maps) PERDANA Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani membahas konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam pertemuan di Tokyo pada Jumat (2\/10). Dalam pertemuan tersebut, Takaichi menyampaikan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketegangan militer di sekitar Iran serta terganggunya jalur pelayaran internasional. &#8220;Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-112556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}