{"id":112411,"date":"2026-10-02T09:52:16","date_gmt":"2026-10-02T02:52:16","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/02\/jangan-dikupas-ini-3-alasan-makan-ubi-jalar-beserta-kulitnya\/"},"modified":"2026-10-02T09:52:16","modified_gmt":"2026-10-02T02:52:16","slug":"jangan-dikupas-ini-3-alasan-makan-ubi-jalar-beserta-kulitnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/02\/jangan-dikupas-ini-3-alasan-makan-ubi-jalar-beserta-kulitnya\/","title":{"rendered":"Jangan Dikupas Ini 3 Alasan Makan Ubi Jalar Beserta Kulitnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/02\/1790909322_c6f0f5d5dbbb6a1972e2.png\" alt=\"Jangan Dikupas! Ini 3 Alasan Makan Ubi Jalar Beserta Kulitnya\"\/><figcaption>Seorang petani mengemas ubi jalar ke dalam wadah saat panen di Desa Tempurejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (3\/1\/2026).(ANTARA FOTO\/Prasetia Fauzani)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ubi-jalar\" title=\"ubi jalar\">UBI jalar<\/a> dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang sangat serbaguna dan lezat diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, tersimpan nutrisi melimpah yang kerap terbuang sia-sia hanya karena kebiasaan mengupas kulitnya.<\/p>\n<p>Menurut para ahli gizi, membiarkan kulit ubi jalar tetap utuh saat dimasak memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih optimal. Berikut adalah tiga alasan utama mengapa Anda tidak boleh membuang kulit ubi jalar:<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Sumber Serat Tertinggi: Sebagian besar kandungan serat pada ubi jalar terkonsentrasi di bagian kulitnya. Mengonsumsi satu ubi jalar berukuran sedang beserta kulitnya dapat menyuplai sekitar lima gram serat yang sangat penting untuk melancarkan pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta menjaga kadar gula darah tetap stabil.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kaya Senyawa Antioksidan: Kulit ubi jalar dipenuhi oleh antioksidan kuat, seperti asam klorogenat. Senyawa ini berfungsi melawan stres oksidatif di dalam tubuh yang menjadi pemicu utama peradangan dan berbagai penyakit kronis jangka panjang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penyimpanan Kalium Terbesar: Mineral penting seperti kalium (potasium)\u2014yang berperan vital dalam mengatur <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tekanan-darah\" title=\"tekanan darah\">tekanan darah<\/a> serta menjaga fungsi otot dan saraf\u2014banyak ditemukan tepat di bawah dan di dalam lapisan kulit ubi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<h2>Tips Aman Mengonsumsi Kulit Ubi Jalar<\/h2>\n<p>Meskipun kaya nutrisi, pastikan Anda selalu mencuci dan menyikat ubi jalar dengan bersih di bawah air mengalir sebelum dimasak guna menghilangkan sisa tanah dan bakteri. Hindari mengonsumsi ubi jalar yang sudah bertunas, memiliki area lunak, atau mengalami perubahan warna menjadi hijau karena menandakan ubi tersebut sudah tidak layak. Mulai sekarang, nikmati ubi jalar secara utuh demi investasi kesehatan tubuh yang lebih baik.\u00a0<\/p>\n<p>(Real Simple\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/939855\/jangan-dikupas-ini-3-alasan-makan-ubi-jalar-beserta-kulitnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang petani mengemas ubi jalar ke dalam wadah saat panen di Desa Tempurejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (3\/1\/2026).(ANTARA FOTO\/Prasetia Fauzani) UBI jalar dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang sangat serbaguna dan lezat diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, tersimpan nutrisi melimpah yang kerap terbuang sia-sia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-112411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112411\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}