{"id":112203,"date":"2026-10-01T22:14:37","date_gmt":"2026-10-01T15:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/01\/lele-raksasa-mekong-seberat-293-kg-salah-satu-ikan-air-tawar-terbesar-di-dunia\/"},"modified":"2026-10-01T22:14:37","modified_gmt":"2026-10-01T15:14:37","slug":"lele-raksasa-mekong-seberat-293-kg-salah-satu-ikan-air-tawar-terbesar-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/01\/lele-raksasa-mekong-seberat-293-kg-salah-satu-ikan-air-tawar-terbesar-di-dunia\/","title":{"rendered":"Lele Raksasa Mekong Seberat 293 Kg, Salah Satu Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/01\/1790867385_c5132d0dad4a4a20034d.jpg\" alt=\"Lele Raksasa Mekong Seberat 293 Kg, Salah Satu Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sungai-mekong\" title=\"sungai mekong\">Sungai Mekong<\/a> di Asia Tenggara dikenal sebagai habitat sejumlah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ikan-air-tawar\" title=\"Ikan air tawar\">ikan air tawar<\/a> berukuran besar. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lele-raksasa-mekong\" title=\"lele raksasa Mekong\">lele raksasa Mekong<\/a> (Pangasianodon gigas), spesies yang dapat tumbuh hingga beberapa meter dengan bobot ratusan kilogram.<\/p>\n<p>Salah satu penangkapan terbesar terjadi di Thailand pada 2005. Seekor lele raksasa Mekong berhasil ditangkap nelayan di wilayah Chiang Khong, Thailand utara, dekat perbatasan Laos. Ikan tersebut memiliki panjang sekitar 2,7 meter dan berat mencapai 293 kilogram. Ukurannya begitu besar hingga digambarkan memiliki bobot setara beruang grizzly.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Penangkapan tersebut menarik perhatian para peneliti karena lele raksasa Mekong merupakan salah satu ikan air tawar terbesar yang pernah terdokumentasi secara valid. National Geographic mencatat spesimen tersebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi ikan air tawar terbesar yang pernah tercatat pada saat itu. Peneliti Zeb Hogan, yang mempelajari ikan-ikan air tawar berukuran besar, menyebut keberadaan ikan sebesar itu di sungai sebagai sesuatu yang luar biasa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/800071\/ikan-laut-dan-ikan-air-tawar-sama-sama-mengandung-omega-3\" title=\"Ikan Laut dan Ikan Air Tawar Sama-sama Mengandung Omega 3\" target=\"_blank\">Ikan Laut dan Ikan Air Tawar Sama-sama Mengandung Omega 3<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lele raksasa Mekong memiliki karakteristik yang berbeda dari banyak ikan predator. Saat dewasa, ikan ini kehilangan gigi dan lebih banyak mengonsumsi tumbuhan, alga, serta material organik yang terdapat di lingkungan sungai. National Geographic mencatat spesies ini dapat mencapai panjang sekitar 3 meter dan berat hingga 646 pon atau sekitar 293 kilogram.<\/p>\n<p>Meski memiliki ukuran sangat besar, keberadaan lele raksasa Mekong justru semakin sulit ditemukan. Populasinya mengalami penurunan akibat berbagai tekanan terhadap ekosistem Sungai Mekong. Penangkapan ikan berlebihan, perubahan habitat, pembangunan bendungan, serta gangguan terhadap jalur migrasi menjadi sejumlah ancaman yang dihadapi spesies tersebut.<\/p>\n<p>UC Davis juga mencatat bahwa jumlah tangkapan lele raksasa di sejumlah lokasi di Mekong telah mengalami penurunan tajam sejak akhir 1990-an.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/789185\/duh-sungai-mekong-tercemar-logam-berat-\" title=\"Duh, Sungai Mekong Tercemar Logam Berat \" target=\"_blank\">Duh, Sungai Mekong Tercemar Logam Berat <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, upaya konservasi kembali menemukan sejumlah lele raksasa Mekong di Kamboja. Pada Desember 2024, enam ekor lele raksasa berhasil ditangkap, ditandai, dan dilepaskan kembali dalam waktu lima hari.<\/p>\n<p>Beberapa di antaranya memiliki bobot lebih dari 120 kilogram. Para peneliti menilai temuan tersebut memberikan informasi penting mengenai migrasi dan kondisi populasi spesies yang terancam punah tersebut.<\/p>\n<p>Upaya konservasi terus dilakukan dengan melibatkan peneliti, petugas perikanan, dan masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Mekong. Pada 2026, sistem pelaporan melalui hotline dan aplikasi juga digunakan untuk membantu masyarakat melaporkan ikan besar yang tertangkap secara tidak sengaja sehingga dapat segera diselamatkan dan dikembalikan ke sungai.<\/p>\n<p>Kisah lele raksasa seberat hampir 300 kilogram tersebut menunjukkan bahwa Sungai Mekong masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Namun, keberadaan ikan berukuran raksasa itu juga menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat dan pengelolaan perikanan berkelanjutan diperlukan agar spesies tersebut tidak hanya menjadi bagian dari catatan sejarah.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>National Geographic<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/939772\/lele-raksasa-mekong-seberat-293-kg-salah-satu-ikan-air-tawar-terbesar-di-dunia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) Sungai Mekong di Asia Tenggara dikenal sebagai habitat sejumlah ikan air tawar berukuran besar. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lele raksasa Mekong (Pangasianodon gigas), spesies yang dapat tumbuh hingga beberapa meter dengan bobot ratusan kilogram. Salah satu penangkapan terbesar terjadi di Thailand pada 2005. Seekor lele raksasa Mekong berhasil ditangkap nelayan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112204,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-112203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112203\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}