{"id":111797,"date":"2026-10-01T02:09:48","date_gmt":"2026-09-30T19:09:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/01\/sarkopenia-di-usia-madya-tingkatkan-risiko-demensia-42-persen\/"},"modified":"2026-10-01T02:09:48","modified_gmt":"2026-09-30T19:09:48","slug":"sarkopenia-di-usia-madya-tingkatkan-risiko-demensia-42-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/01\/sarkopenia-di-usia-madya-tingkatkan-risiko-demensia-42-persen\/","title":{"rendered":"Sarkopenia di Usia Madya Tingkatkan Risiko Demensia 42 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790779070_67ead8ab30a9f4a2a583.jpg\" alt=\"Sarkopenia di Usia Madya Tingkatkan Risiko Demensia 42 Persen\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KONDISI\u00a0umum di usia madya yang memengaruhi banyak orang dewasa ternyata dapat meningkatkan risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/demensia\" title=\"Demensia\">demensia<\/a> secara signifikan. Menurut <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penelitian\" title=\"penelitian\">penelitian<\/a> terbaru yang diterbitkan dalam <i>International Journal of Food Sciences and Nutrition<\/i>, menjaga kekuatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/otot\" title=\"otot\">otot<\/a> saat memasuki usia paruh baya menjadi faktor krusial dalam melawan demensia di masa tua.<\/p>\n<p>Para peneliti menemukan bahwa <b><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sarkopenia\" title=\"Sarkopenia\">sarkopenia<\/a><\/b>&#8211;istilah medis untuk hilangnya kekuatan dan massa otot&#8211;dikaitkan dengan risiko demensia 42 persen lebih tinggi. Kondisi ini sering kali terjadi seiring bertambahnya usia seseorang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Temuan ini tergolong kompleks karena faktor risiko utama demensia lain ialah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/obesitas\" title=\"obesitas\">obesitas<\/a>. Jika seseorang menurunkan berat badan tanpa latihan kekuatan, mereka kemungkinan besar akan kehilangan massa otot juga. Secara berlawanan, hal tersebut justru dapat meningkatkan risiko demensia, meskipun lemak tubuh mereka berkurang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/936406\/waspada-sarkopenia-kehilangan-massa-otot-tanda-peringatan-dini-demensia\" title=\"Waspada Sarkopenia, Kehilangan Massa Otot Tanda Peringatan Dini Demensia\" target=\"_blank\">Waspada Sarkopenia, Kehilangan Massa Otot Tanda Peringatan Dini Demensia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ini bukan hanya tentang berapa berat badan Anda&#8211;menjaga kekuatan dan fungsi otot juga tampak penting seiring bertambahnya usia,&#8221; ujar peneliti utama Dr. Uraiporn Booranasuksakul dari Universitas Burapha dalam siaran pers. &#8220;Temuan kami menunjukkan bahwa kehilangan otot bisa menjadi tanda peringatan penting bagi risiko demensia.&#8221;<\/p>\n<h2>Hubungan yang Berubah antara Berat Badan dan Usia<\/h2>\n<p>Studi ini juga menyoroti dinamika menarik antara obesitas dan usia. Para peneliti menemukan bahwa obesitas sebelum usia 65 tahun dikaitkan dengan risiko demensia sembilan persen lebih tinggi. Namun, setelah seseorang melewati usia 65 tahun, obesitas justru dikaitkan dengan risiko 17 persen lebih rendah.<\/p>\n<p>Temuan ini menunjukkan betapa krusialnya kekuatan fisik seiring bertambahnya usia. &#8220;Kami menemukan bahwa obesitas di usia paruh baya terkait dengan risiko demensia yang lebih tinggi, tetapi hubungan ini berubah di masa tua,&#8221; kata penulis korespondensi studi, Mario Siervo.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/928581\/hubungan-jumlah-pushup-dengan-kesehatan-jantung-dan-umur-panjang\" title=\"Hubungan Jumlah Pushup dengan Kesehatan Jantung dan Umur Panjang\" target=\"_blank\">Hubungan Jumlah Pushup dengan Kesehatan Jantung dan Umur Panjang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Siervo menegaskan bahwa hal ini bukan berarti orang harus menambah berat badan saat menua. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa hubungan antara berat badan, penuaan, dan demensia sangatlah kompleks.<\/p>\n<h2>Pentingnya Aktivitas Fisik dan Nutrisi<\/h2>\n<p>Penelitian ini menjadi sangat relevan di tengah populernya obat penurun berat badan seperti Ozempic dan Mounjaro. Meskipun penurunan berat badan dapat bermanfaat bagi populasi yang menua, studi terbaru ini menunjukkan bahwa penurunan berat badan saja tidak memberikan gambaran lengkap tentang kesehatan otak.<\/p>\n<p>Para ahli menekankan bahwa hampir setengah dari kasus demensia sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Fokus pada pemeliharaan otot menjadi bagian integral dari penuaan yang sehat.<\/p>\n<p>&#8220;Menjaga otot adalah bagian penting dari penuaan yang sehat, dan aktivitas fisik yang teratur serta nutrisi yang baik dapat membantu mendukung kekuatan dan fungsi otot,&#8221; pungkas Booranasuksakul. (Newsweek\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/939394\/sarkopenia-di-usia-madya-tingkatkan-risiko-demensia-42-persen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) KONDISI\u00a0umum di usia madya yang memengaruhi banyak orang dewasa ternyata dapat meningkatkan risiko demensia secara signifikan. Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, menjaga kekuatan otot saat memasuki usia paruh baya menjadi faktor krusial dalam melawan demensia di masa tua. Para peneliti menemukan bahwa sarkopenia&#8211;istilah medis untuk hilangnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111798,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}