{"id":111709,"date":"2026-09-30T22:24:10","date_gmt":"2026-09-30T15:24:10","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/bulan-punya-cadangan-air-tapi-hanya-cukup-untuk-1-juta-orang-selama-100-tahun\/"},"modified":"2026-09-30T22:24:10","modified_gmt":"2026-09-30T15:24:10","slug":"bulan-punya-cadangan-air-tapi-hanya-cukup-untuk-1-juta-orang-selama-100-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/bulan-punya-cadangan-air-tapi-hanya-cukup-untuk-1-juta-orang-selama-100-tahun\/","title":{"rendered":"Bulan Punya Cadangan Air, tapi Hanya Cukup untuk 1 Juta Orang Selama 100 Tahun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790781328_3f42583687020994d0ae.jpg\" alt=\"Bulan Punya Cadangan Air, tapi Hanya Cukup untuk 1 Juta Orang Selama 100 Tahun\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MANUSIA terus membayangkan kehidupan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bulan\" title=\"Bulan\">Bulan<\/a>, dari membangun tempat tinggal hingga menciptakan kota yang dapat dihuni. Namun, mewujudkan kehidupan di sana bukan hanya soal membawa manusia ke luar angkasa. Ketersediaan air menjadi salah satu persoalan penting yang harus diperhitungkan.<\/p>\n<p>Dikutip dari laporan Frontiers in Space Technologies, satu miliar ton air hanya cukup menopang kota berpenduduk satu juta orang selama sekitar 100 tahun dengan tingkat daur ulang air 98%.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>Wilayah Kutub Bulan Menyimpan Air<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagian besar air di Bulan berada di wilayah kutub, terutama di area yang selalu berada dalam bayangan atau permanently shadowed regions (PSR). Suhu yang sangat rendah di wilayah tersebut membuat es dapat bertahan dalam waktu lama. Namun, jumlah air yang tersedia masih belum pasti karena berbagai penelitian menghasilkan perkiraan yang berbeda.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936402\/nasa-temukan-kawah-raksasa-baru-di-bulan-seukuran-dua-lapangan-sepak-bola\" title=\"NASA Temukan Kawah Raksasa Baru di Bulan, Seukuran Dua Lapangan Sepak Bola\" target=\"_blank\">NASA Temukan Kawah Raksasa Baru di Bulan, Seukuran Dua Lapangan Sepak Bola<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam penelitian ini, satu miliar ton air digunakan sebagai patokan untuk menghitung kemampuan Bulan menopang sebuah kota. Jumlah tersebut setara dengan sekitar satu kilometer kubik air.<\/p>\n<h3><strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebutuhan-air\" title=\"Kebutuhan Air\">Kebutuhan Air<\/a><\/strong><\/h3>\n<p>Kebutuhan air di Bulan tidak berhenti pada konsumsi sehari-hari. Penduduk juga memerlukan air untuk kebersihan, menghasilkan oksigen, menanam makanan, hingga membuat bahan bakar roket.<\/p>\n<p>Kebutuhan terbesar justru berkaitan dengan produksi makanan. Penelitian memperkirakan satu orang dapat menggunakan sekitar 500 ton air per tahun jika kebutuhan pribadi dan pertanian diperhitungkan. Dengan kebutuhan tersebut, satu juta penduduk akan menghabiskan satu miliar ton air dalam sekitar 2,4 tahun apabila tidak ada sistem daur ulang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/935930\/bulan-ternyata-menjauh-dari-bumi-35-sentimeter-setiap-tahun-ini-dampaknya\" title=\"Bulan Ternyata Menjauh dari Bumi 3,5 Sentimeter Setiap Tahun, ini Dampaknya\" target=\"_blank\">Bulan Ternyata Menjauh dari Bumi 3,5 Sentimeter Setiap Tahun, ini Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Satu miliar ton air secara teoritis dapat digunakan untuk menghasilkan bahan bakar hampir satu juta roket. Dengan demikian, persoalan utama bukan hanya kebutuhan industri antariksa, tetapi penggunaan air untuk menopang kehidupan sehari-hari dalam jumlah besar.\u00a0<\/p>\n<h3><strong>Daur Ulang Jadi Penentu<\/strong><\/h3>\n<p>Keterbatasan air membuat kemampuan daur ulang menjadi faktor penting dalam rencana permukiman di Bulan. Sistem pengolahan air di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) memiliki tingkat efisiensi 94% sebelum 2023. Setelah ditingkatkan dengan Brine Processor Assembly, angkanya naik menjadi 98%. Tingkat 98% tersebut digunakan dalam perhitungan penelitian.<\/p>\n<p>Dengan persediaan satu miliar ton air, tingkat daur ulang 98% diperkirakan mampu menopang satu juta orang selama sekitar 100 tahun. Untuk populasi 100.000 orang, persediaan yang sama dapat bertahan sekitar 1.000 tahun.<\/p>\n<p>Namun, agar satu juta penduduk dapat bertahan hingga 1.000 tahun, tingkat daur ulang harus mencapai lebih dari 99,75%. Penelitian juga menyebut pengurangan penggunaan air, penemuan cadangan baru, atau mendatangkan air dari benda langit lain sebagai pilihan untuk memperpanjang ketersediaannya.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan permukiman di Bulan tidak hanya bergantung pada keberadaan air, tetapi juga kemampuan menggunakannya secara efisien dan mendaur ulangnya.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Frontiers in Space Technologies<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/939409\/bulan-punya-cadangan-air-tapi-hanya-cukup-untuk-1-juta-orang-selama-100-tahun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) MANUSIA terus membayangkan kehidupan di Bulan, dari membangun tempat tinggal hingga menciptakan kota yang dapat dihuni. Namun, mewujudkan kehidupan di sana bukan hanya soal membawa manusia ke luar angkasa. Ketersediaan air menjadi salah satu persoalan penting yang harus diperhitungkan. Dikutip dari laporan Frontiers in Space Technologies, satu miliar ton air hanya cukup menopang kota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111710,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111709"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111709\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}