{"id":111617,"date":"2026-09-30T18:17:05","date_gmt":"2026-09-30T11:17:05","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/petang-kusala-sastra-khatulistiwa-2026-merayakan-karya-terbaik-sastra-indonesia\/"},"modified":"2026-09-30T18:17:05","modified_gmt":"2026-09-30T11:17:05","slug":"petang-kusala-sastra-khatulistiwa-2026-merayakan-karya-terbaik-sastra-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/petang-kusala-sastra-khatulistiwa-2026-merayakan-karya-terbaik-sastra-indonesia\/","title":{"rendered":"Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Merayakan Karya Terbaik Sastra Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790766349_4eb813f9e0492529c815.jpeg\" alt=\"Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026: Merayakan Karya Terbaik Sastra Indonesia\"\/><figcaption>Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) menggelar Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 di Graha Utama, lantai 3 Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta, Minggu (27\/9\/2026).(Dok )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kusala-sastra-khatulistiwa\" title=\"Kusala Sastra Khatulistiwa\">KUSALA Sastra Khatulistiwa<\/a> (KSK) menggelar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/petang-kusala-sastra-khatulistiwa-2026\" title=\"Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026\">Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026<\/a> di Graha Utama, lantai 3 Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta, Minggu (27\/9). Acara ini menjadi puncak rangkaian KSK 2026 setelah para pemenang diumumkan pada 23 Agustus lalu.<\/p>\n<p>Kusala Sastra Khatulistiwa merupakan penghargaan sastra yang bermula sebagai Khatulistiwa Literary Award pada 2001, digagas Richard Oh bersama Takeshi Ichiki, dan menggunakan nama Kusala Sastra Khatulistiwa sejak 2014. Setelah sempat terhenti, penghargaan ini kembali diselenggarakan sejak 2025 oleh Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia sebagai upaya melanjutkan perhatian terhadap perkembangan sastra Indonesia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Tiga buku ditetapkan sebagai pemenang KSK 2026, yaitu <em>Ikhtiar yang Tak Benar-Benar<\/em> karya Nukila Amal, terbitan Kepustakaan Populer Gramedia, untuk kategori Novel; <em>Hantu Ulang-alik<\/em> karya Ratri Ninditya, terbitan baNANA, untuk kategori Kumpulan Cerita Pendek; dan <em>Nusantara, Amnesia <\/em>karya Ari Pahala Hutabarat, terbitan Lampung Literature, untuk kategori Kumpulan Puisi.<\/p>\n<p>KSK 2026 diselenggarakan atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Astra, dan Falcon Pictures. Dukungan rekanan media diberikan oleh <em>Tempo, Republika, Retizen, Metro TV, Metro TV News, Media Indonesia<\/em>, dan <em>Kompas.id<\/em>, serta dukungan fasilitas dari Perpustakaan Jakarta, Balai Sastra HB Jassin, Komunitas Utan Kayu, dan Graha Utama Kemendikdasmen.<\/p>\n<p>Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa Gema Mawardi menerangkan bahwa sebagaimana telah ditetapkan oleh para kurator, KSK adalah penghargaan untuk karya sastra terbaik sepanjang tahun, yang menunjukkan pengerahan kerja kreatif sastrawan Indonesia, pengembangan potensi estetis dalam penggunaan bahasa Indonesia, dan perluasan kemungkinan wilayah pertemuan antara imajinasi dan realitas kehidupan.<\/p>\n<p>\u201cDi tengah kesulitan dan beragam gejolak yang kita hadapi tahun ini, kami mengupayakan yang sebaik-baiknya untuk melanjutkan Kusala Sastra Khatulistiwa. Dan upaya ini melibatkan banyak pihak yang tentu saja peduli dan masih meletakkan harapan baik pada capaian para penulis Indonesia,\u201d demikian dipaparkan Gema Mawardi.<\/p>\n<p>Ketua Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia, Pratiwi Juliani, melihat penghargaan sastra tidak semata-mata sebagai cara memilih karya terbaik, tetapi juga sebagai upaya mencatat perjalanan kesusastraan pada suatu masa, termasuk karya, suara, dan persoalan yang muncul serta cara para penulis merespons perubahan dunia.<\/p>\n<p>\u201cSastra yang baik tidak selalu memberikan jawaban. Sering kali, ia justru membuat kita mengajukan pertanyaan yang mampu melampaui suatu karya itu sendiri,\u201d demikian papar Pratiwi Juliani.<\/p>\n<p>Sementara itu, kurator KSK 2026, Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria, menegaskan pentingnya menjaga independensi penjurian sekaligus membuka ruang bagi keragaman kemungkinan sastra. KSK tidak diarahkan untuk menentukan bentuk sastra Indonesia yang seharusnya, melainkan memastikan karya-karya yang terbit mendapatkan pembacaan yang sungguh-sungguh.<\/p>\n<p>\u201cPerbedaan pandangan adalah bagian dari proses. Perdebatan adalah bagian dari kerja penjurian. Dan keputusan akhir adalah tanggung jawab mereka,\u201d disampaikan Hasan Aspahani dalam sambutan kurator KSK.<\/p>\n<p>Tahun ini, sebanyak 225 dari 240 buku yang terjaring dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri atas 74 novel, 46 kumpulan cerita pendek, dan 105 buku puisi. Buku-buku tersebut melalui proses pembacaan dan diskusi secara bertahap untuk menentukan daftar panjang, daftar pendek, hingga pemenang. Dewan Juri KSK 2026 terdiri atas Andina Dwifatma, Arif Bagus Prasetyo, Martin Suryajaya, Ni Made Purnama Sari, dan Saras Dewi.<\/p>\n<p>Dalam laporannya, Dewan Juri mencatat bahwa karya-karya tahun ini menunjukkan capaian artistik dan pengayaan tematik yang beragam, dengan kekuatan pada kekriyaan bahasa, keutuhan konsep artistik, ketajaman gagasan, serta kerja kreatif yang memperluas pertemuan antara imajinasi dan realitas.<\/p>\n<p>\u201cDengan caranya masing-masing, setiap penulis berusaha mengisi, mengembangkan, serta memberi kemungkinan lain dari karya-karya sastra yang telah ada di Indonesia. Usaha pencarian ini patut untuk dihargai,\u201d demikian disampaikan Dewan Juri KSK 2026.<\/p>\n<p>Untuk kategori Novel, Dewan Juri memilih <em>Ikhtiar yang Tak Benar-Benar<\/em> karya Nukila Amal, antara lain karena kematangan bahasa, kekhasan suara setiap tokoh, serta kemampuannya mengangkat persoalan keluarga, waktu, budaya, dan kehidupan sehari-hari menjadi refleksi mengenai hubungan antarmanusia. Dalam catatan penerimaannya, Nukila berbicara mengenai eksperimentasi sebagai salah satu kemungkinan dalam kerja penciptaan sastra.<\/p>\n<p>\u201cSemangat \u2018eksperimental\u2019 adalah nyali dan keriangan untuk melakukan jelajah estetik di dalam medan kemungkinan sastra, mengulik-ulik, merambah batas-batasnya,\u201d terang Nukila Amal.<\/p>\n<p>Pada kategori Kumpulan Cerita Pendek, <em>Hantu Ulang-alik<\/em> karya Ratri Ninditya dinilai kuat dalam mendekatkan cerita pada realitas sehari-hari perempuan pekerja urban serta menyuarakan kelelahan yang hadir dalam kehidupan hari ini. Ratri menerangkan bahwa cerita-cerita dalam buku tersebut mulai ditulis sejak masa pandemi dan tumbuh dari perasaan terhimpit yang kemudian ia sadari berhubungan dengan persoalan yang lebih sistemik.<\/p>\n<p>\u201c<em>Jangkar Hantu Ulang-alik<\/em> adalah perasaan yang belum punya bentuk. Karakter dan plot cerita saya perlakukan sebagai percobaan untuk memberi bentuk pada perasaan-perasaan tersebut,\u201d papar Ratri Ninditya dalam <em>acceptance speech<\/em> yang ia sampaikan.<\/p>\n<p>Sementara itu, <em>Nusantara, Amnesia<\/em> karya Ari Pahala Hutabarat, pemenang kategori Kumpulan Puisi, merupakan pembacaan dan refleksi metaforis terhadap masa lalu serta identitas Indonesia. Melalui puisi, Ari berupaya membuka kembali sejarah sebagai ruang bagi ambiguitas, pertanyaan, keraguan, dan lapisan-lapisan ingatan yang tidak selalu nyaman untuk dihadapi.<\/p>\n<p>\u201cKita memilih bagian-bagian tertentu yang ingin kita ingat: kisah-kisah kejayaan, kekayaan, dan kepahlawanan. Namun pada saat yang sama kita tak ingin tinggal dengan betah lalu mendiami bagian-bagian yang tidak nyaman untuk diingat,\u201d demikian diungkapkan Ari Pahala Hutabarat.<\/p>\n<p>Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 menempatkan pengumuman pemenang bukan sebagai akhir dari proses penghargaan. Melalui pembacaan laporan Dewan Juri dan catatan para pemenang, publik diajak untuk menilik lebih dalam pertimbangan di balik keputusan sekaligus meneruskan percakapan mengenai karya-karya yang terpilih. (RO\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/939252\/petang-kusala-sastra-khatulistiwa-2026-merayakan-karya-terbaik-sastra-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) menggelar Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 di Graha Utama, lantai 3 Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta, Minggu (27\/9\/2026).(Dok ) KUSALA Sastra Khatulistiwa (KSK) menggelar Petang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 di Graha Utama, lantai 3 Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta, Minggu (27\/9). Acara ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111618,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111617"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111617\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}