{"id":111583,"date":"2026-09-30T16:45:35","date_gmt":"2026-09-30T09:45:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/3-734-titik-panas-karhutla-terdeteksi-di-sumatra-sumsel-terbanyak\/"},"modified":"2026-09-30T16:45:35","modified_gmt":"2026-09-30T09:45:35","slug":"3-734-titik-panas-karhutla-terdeteksi-di-sumatra-sumsel-terbanyak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/3-734-titik-panas-karhutla-terdeteksi-di-sumatra-sumsel-terbanyak\/","title":{"rendered":"3.734 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Sumatra, Sumsel Terbanyak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790760784_17ba797761c4e5fd431b.jpg\" alt=\"3.734 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Sumatra, Sumsel Terbanyak\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TITIK panas atau <i>hotspot<\/i> yang menjadi indikator kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">Karhutla<\/a>) terdeteksi mengalami lonjakan signifikan di wilayah Sumatra. Berdasarkan pantauan satelit terbaru, tercatat sebanyak 3.734 titik panas tersebar di berbagai provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatra Selatan (Sumsel).<\/p>\n<p>Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Gita Dewi, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, Sumatra Selatan menyumbang angka tertinggi yakni sebanyak 2.639 titik panas. Lonjakan ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap kualitas udara di wilayah sekitarnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cSelain Sumsel, titik panas juga terdeteksi di Jambi sebanyak 603 titik, Lampung 265 titik, Bangka Belitung 183 titik, Sumatra Utara 17 titik, dan Sumatra Barat 13 titik,\u201d papar Gita, Rabu (30\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/933540\/4127-titik-panas-karhutla-terdeteksi-di-sumatra-sumsel-terbanyak\" title=\"4.127 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Sumatra, Sumsel Terbanyak\" target=\"_blank\">4.127 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Sumatra, Sumsel Terbanyak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Gita merinci sebaran titik panas di wilayah lain, yakni Riau sebanyak enam titik, serta Bengkulu dan Kepulauan Riau yang masing-masing mencatatkan empat titik panas. Khusus untuk wilayah Riau, enam titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Pelalawan (2 titik), Siak (2 titik), Bengkalis (1 titik), dan Indragiri Hulu (1 titik).<\/p>\n<h3>Kondisi Udara dan Potensi Asap di Riau<\/h3>\n<p>Meskipun jumlah titik panas di Riau relatif rendah dibandingkan provinsi tetangga, kondisi udara di wilayah ini diprakirakan masih berpotensi kabur akibat kiriman asap. BMKG memprediksi kekaburan udara dapat terjadi sejak pagi hingga dini hari, yang berisiko menurunkan jarak pandang.<\/p>\n<p>Pada siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan bersifat lokal di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir (Inhil), Inhu, Siak, dan Kota Dumai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/932931\/karhutla-di-sumatra-673-titik-panas-terdeteksi-hotspot-di-riau-menurun\" title=\"Karhutla di Sumatra: 673 Titik Panas Terdeteksi, Hotspot di Riau Menurun\" target=\"_blank\">Karhutla di Sumatra: 673 Titik Panas Terdeteksi, Hotspot di Riau Menurun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPada malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Inhu, Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru. Sementara pada dini hari, hujan lokal diprediksi masih berpeluang turun di Kota Dumai,\u201d tambahnya.<\/p>\n<div style=\"padding: 15px; border: 1px solid #ccc; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Peringatan Dini BMKG:<\/strong><\/p>\n<p>BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Inhil, Inhu, Kepulauan Meranti, dan Kota Pekanbaru pada waktu siang, sore, malam, hingga dini hari.<\/p>\n<\/div>\n<p>Untuk parameter cuaca lainnya, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 50 hingga 98 persen. Angin secara umum bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 40 kilometer per jam. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/939190\/3734-titik-panas-karhutla-terdeteksi-di-sumatra-sumsel-terbanyak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) TITIK panas atau hotspot yang menjadi indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terdeteksi mengalami lonjakan signifikan di wilayah Sumatra. Berdasarkan pantauan satelit terbaru, tercatat sebanyak 3.734 titik panas tersebar di berbagai provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatra Selatan (Sumsel). Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Gita Dewi, mengungkapkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111584,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111583"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111583\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}