{"id":111525,"date":"2026-09-30T14:16:38","date_gmt":"2026-09-30T07:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/qodari-sebut-bakom-diserang-siap-melawan\/"},"modified":"2026-09-30T14:16:38","modified_gmt":"2026-09-30T07:16:38","slug":"qodari-sebut-bakom-diserang-siap-melawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/qodari-sebut-bakom-diserang-siap-melawan\/","title":{"rendered":"Qodari Sebut Bakom Diserang, Siap Melawan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790752163_62c395d9838cb5a6a378.jpg\" alt=\"Qodari Sebut Bakom Diserang, Siap Melawan\"\/><figcaption>Kepala Bakom M. Qodari alam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (30\/9\/2026).(MI\/M Ilham Ramadhan Avisena)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEPALA <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/badan-komunikasi-pemerintah\" title=\"badan komunikasi pemerintah\">Badan Komunikasi Pemerintah<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bakom\" title=\"Bakom\">Bakom<\/a>) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/m-qodari\" title=\"M. Qodari\">M. Qodari<\/a> menyebut lembaganya tengah menghadapi serangkaian serangan melalui surat kaleng dalam bentuk unggahan media sosial anonim yang kemudian diamplifikasi sejumlah media. Qodari menilai rangkaian tudingan tersebut sebagai upaya mendelegitimasi dan menyabotase Bakom yang tengah dibangun menjadi lembaga dengan peran lebih besar.<\/p>\n<p>&#8220;Surat kaleng dan rangkaian terkait dengannya adalah upaya sabotase terhadap peran Bakom yang kuat. Demi pemerintahan Prabowo-Gibran dan tranformasi bangsa, saya menyatakan tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut,&#8221; kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (30\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Qodari mengatakan serangan tersebut muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari unggahan akun anonim hingga informasi mengenai rencana demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) salah satu universitas swasta. Ia menyebut surat kaleng tersebut sebagai surat kaleng dalam bentuk modern karena disebarkan melalui media sosial dan kemudian diberitakan oleh sejumlah media massa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/936150\/qodari-penempatan-manajer-kdkmp-dan-knmp-tak-sekadar-kejar-kecepatan-pemerintah-utamakan-kepastian-kerja\" title=\"Qodari: Penempatan Manajer KDKMP dan KNMP tak sekadar Kejar Kecepatan, Pemerintah Utamakan Kepastian Kerja\" target=\"_blank\">Qodari: Penempatan Manajer KDKMP dan KNMP tak sekadar Kejar Kecepatan, Pemerintah Utamakan Kepastian Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Qodari, tudingan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran pihak tertentu terhadap perkembangan Bakom di bawah kepemimpinannya. Ia menyebut ada pihak yang tidak ingin Bakom berkembang menjadi institusi yang lebih besar dan kuat.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka takut Bakom bertranformasi dari kapal tunda menjadi kapal induk,&#8221; ujar Qodari.<\/p>\n<p>Ia menilai upaya tersebut diarahkan untuk memengaruhi pimpinan negara agar tidak memberikan kepercayaan lebih besar kepada Bakom. Menurut dia, serangan terhadap sejumlah pejabat Bakom juga diperkirakan belum berhenti.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/924739\/qodari-harap-hunian-terjangkau-manggarai-tepat-sasaran\" title=\"Qodari Harap Hunian Terjangkau Manggarai Tepat Sasaran\" target=\"_blank\">Qodari Harap Hunian Terjangkau Manggarai Tepat Sasaran<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Qodari menyebut serangan sebelumnya menyasar Timothy Ivan Triyono dan Fatma Devi. Ia memprediksi dua deputi Bakom lainnya, Ulta Levenia Nababan dan Kurnia Ramadhana, kemudian akan menjadi sasaran, sebelum akhirnya mengarah kepadanya sebagai Kepala Bakom.<\/p>\n<p>Qodari kemudian memaparkan sejumlah tudingan dalam surat kaleng yang menurut dia tidak akurat. Salah satunya adalah klaim bahwa Deputi I Devi memasukkan 30 orang dari PAN ke Bakom.<\/p>\n<p>Ia membantah informasi tersebut dengan menjelaskan keterbatasan anggaran dan jumlah pegawai yang dapat direkrut. Menurut Qodari, ketika dirinya mulai menjabat beberapa bulan lalu, Bakom hanya memiliki anggaran untuk menambah 15 orang yang harus dibagi ke empat kedeputian. Sementara itu, Deputi I sejauh ini disebut baru menambah empat orang.<\/p>\n<p>&#8220;Dan deputi I yang dipimpin Devi sejauh ini hanya menambah 4 orang. Jadi angka 30 itu dari mana? gak mungkin, apalagi semuanya PAN,&#8221; kata Qodari.<\/p>\n<p>Ia juga membantah adanya anggaran media Rp60 miliar untuk agency mutual sebagaimana disebut dalam unggahan media sosial yang beredar. Qodari memastikan proses pengadaan barang dan jasa di Bakom melibatkan Kelompok Kerja Kementerian Sekretariat Negara agar berjalan sesuai prosedur.<\/p>\n<p>Selain itu, Bakom disebut berkonsultasi dengan sejumlah lembaga eksternal, yakni Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah (LKPP), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan. Qodari mengatakan kehati-hatian tersebut dilakukan untuk memastikan aspek keamanan dan kepatuhan dalam pengelolaan lembaga.<\/p>\n<p>&#8220;Blak-blakan saja, saya tidak mau begitu lepas dari sini, saya terkena masalah seperti pejabat lain. Buat kami keamanan itu nomor satu. Saya kira itu sangat jelas,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Tudingan lain yang dibantah Qodari berkaitan dengan Timothy Ivan Triyono. Dalam surat kaleng tersebut, Ivan disebut bermasalah secara hukum di KPK. Qodari membantahnya dan mengatakan Ivan hanya menjadi saksi dalam perkara suap yang melibatkan pamannya.<\/p>\n<p>Menurut Qodari, keterlibatan Ivan sebatas karena sebelumnya dia memperkenalkan seseorang kepada pamannya untuk urusan bisnis kecantikan. Setelah perkenalan tersebut, terjadi urusan lain antara pihak yang dikenalkan dengan pamannya yang kemudian berkaitan dengan perkara suap.<\/p>\n<p>Qodari menegaskan Ivan tidak terlibat dalam perkara tersebut dan hanya dimintai keterangan karena menjadi pihak yang memperkenalkan keduanya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi ini salah satu bukti bahwa ini adalah upaya delegitimasi, serangan, sabotase kepada Bakom melalui beberapa deputinya. Tidak ada masalah hukum, sudah clear dari tahun lalu, tetapi dipakai untuk menyusun narasi yang mendelegitimasi Bakom,&#8221; kata Qodari.<\/p>\n<p>Di tengah bantahannya terhadap berbagai tudingan tersebut, Qodari mengakui adanya hal yang perlu dibenahi di internal Bakom. Ia mengatakan telah menegur keras Ivan dan mengingatkan Devi serta seluruh deputi agar tidak mengekspos gaya hidup mewah dan lebih berhati-hati menggunakan media sosial.<\/p>\n<p>Qodari juga menyampaikan permintaan maaf atas kelalaiannya dalam mengingatkan jajaran terkait persoalan tersebut. Ia menyatakan akan melakukan perbaikan ke depan.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk kelalaian mengingatkan deputi mengenai gaya hidup mewah, saya sebagai Kepala Bakom, pribadi, meminta maaf dan akan memperbaiki di masa depan,&#8221; pungkas Qodari. (<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/939119\/qodari-sebut-bakom-diserang-siap-melawan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala Bakom M. Qodari alam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (30\/9\/2026).(MI\/M Ilham Ramadhan Avisena) KEPALA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M. Qodari menyebut lembaganya tengah menghadapi serangkaian serangan melalui surat kaleng dalam bentuk unggahan media sosial anonim yang kemudian diamplifikasi sejumlah media. Qodari menilai rangkaian tudingan tersebut sebagai upaya mendelegitimasi dan menyabotase Bakom yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111526,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111525"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111525\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}