{"id":111507,"date":"2026-09-30T13:30:36","date_gmt":"2026-09-30T06:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/atasi-krisis-air-bersih-pemkot-banjarmasin-rencanakan-pembangunan-embung\/"},"modified":"2026-09-30T13:30:36","modified_gmt":"2026-09-30T06:30:36","slug":"atasi-krisis-air-bersih-pemkot-banjarmasin-rencanakan-pembangunan-embung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/atasi-krisis-air-bersih-pemkot-banjarmasin-rencanakan-pembangunan-embung\/","title":{"rendered":"Atasi Krisis Air Bersih, Pemkot Banjarmasin Rencanakan Pembangunan Embung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790742156_bd9f241e7e3cb215b221.jpg\" alt=\"Atasi Krisis Air Bersih, Pemkot Banjarmasin Rencanakan Pembangunan Embung\"\/><figcaption>Warga antre mengambil bantuan air bersih di Banjarmasin, Kalimantan Selatan .(MI\/Denny Susanto-HO\/Humas Pemkot Banjarmasin)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMERINTAH Kota <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/banjarmasin\" title=\"Banjarmasin\">Banjarmasin<\/a> mengambil langkah strategis untuk mengatasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/krisis-air-bersih\" title=\"Krisis air bersih\">krisis air bersih<\/a> yang membelit wilayahnya. Pemerintah daerah setempat berencana membangun embung berkapasitas 1,1 juta meter kubik sebagai cadangan sumber air baku guna menghadapi ancaman <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"Kekeringan\">kekeringan<\/a> dan intrusi air laut saat musim kemarau.<\/p>\n<p>Krisis air bersih melanda Kota Banjarmasin dalam dua bulan terakhir. Pasokan air baku menyusut hingga 50% akibat kemarau panjang, ditambah berhentinya operasional intake Sungai Bilu akibat intrusi air laut.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dampaknya kian terasa di sejumlah wilayah, mengakibatkan aliran air bersih, terutama di kawasan ujung jaringan, berkurang bahkan terhenti total.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/938763\/sumur-kering-akibat-kemarau-warga-desa-wibawamulya-bekasi-terima-bantuan-air-bersih\" title=\"Sumur Kering Akibat Kemarau, Warga Desa Wibawamulya Bekasi Terima Bantuan Air Bersih\" target=\"_blank\">Sumur Kering Akibat Kemarau, Warga Desa Wibawamulya Bekasi Terima Bantuan Air Bersih<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi tersebut mendorong Pemkot Banjarmasin mencari solusi jangka panjang melalui pembangunan embung.<\/p>\n<p>\u201cSaat kemarau seperti sekarang ini, air baku kita memang tidak mencukupi. Karena itu kita berupaya memastikan bagaimana air yang tersedia ini bisa diolah dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga,&#8221; ungkap Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR, saat meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 di kawasan Pramuka, Selasa (29\/9).<\/p>\n<p>Yamin mengungkapkan rencana pembangunan embung berkapasitas sekitar 1,1 juta meter kubik tersebut telah dikoordinasikan dengan Gubernur Kalimantan Selatan.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/938542\/krisis-air-bersih-di-banjarnegara-meluas-29-ribu-warga-terdampak-kekeringan\" title=\"Krisis Air Bersih di Banjarnegara Meluas, 29 Ribu Warga Terdampak Kekeringan\" target=\"_blank\">Krisis Air Bersih di Banjarnegara Meluas, 29 Ribu Warga Terdampak Kekeringan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sejatinya rencana pembangunan embung sebagai cadangan sumber air baku ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun belum terealisasi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, menjelaskan bahwa pasokan air minum Banjarmasin ditopang dua instalasi pengolahan air dengan sumber yang berbeda.\u00a0<\/p>\n<p>IPA 1 di kawasan Sungai Bilu memanfaatkan air Sungai Martapura, sedangkan IPA 2 di kawasan Pramuka memperoleh air baku dari Sungai Tabuk yang berjarak sekitar 11 kilometer dari instalasi pengolahan.<\/p>\n<p>Sumber air IPA 1 terdampak intrusi air laut sehingga kadar garam meningkat. Sementara IPA 2 masih mengandalkan sumber air dari Sungai Tabuk.\u00a0<\/p>\n<p>Kondisi tersebut membuat pasokan ke jaringan distribusi menurun drastis, dengan dampak terparah dirasakan warga di wilayah yang berada jauh dari pusat pelayanan atau di ujung jaringan.<\/p>\n<p>Situasi semakin berat setelah penyaluran air dengan kadar garam tinggi dihentikan. Sebelumnya, air tersebut sempat disalurkan secara terbatas untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), namun di tengah perjalanan mendapat respons yang kurang baik dari masyarakat.<\/p>\n<p>Berdasarkan data BPBD Kalsel, bencana kekeringan dan krisis air bersih akibat kemarau melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.\u00a0<\/p>\n<p>Selain Kota Banjarmasin, wilayah terparah yang mengalami krisis air bersih meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, dan Kotabaru. (DY\/P-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/939079\/atasi-krisis-air-bersih-pemkot-banjarmasin-rencanakan-pembangunan-embung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga antre mengambil bantuan air bersih di Banjarmasin, Kalimantan Selatan .(MI\/Denny Susanto-HO\/Humas Pemkot Banjarmasin) PEMERINTAH Kota Banjarmasin mengambil langkah strategis untuk mengatasi krisis air bersih yang membelit wilayahnya. Pemerintah daerah setempat berencana membangun embung berkapasitas 1,1 juta meter kubik sebagai cadangan sumber air baku guna menghadapi ancaman kekeringan dan intrusi air laut saat musim kemarau. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111508,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111507\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}