{"id":111491,"date":"2026-09-30T12:49:41","date_gmt":"2026-09-30T05:49:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/dari-surabaya-ke-rote-asdp-menyambung-rantai-logistik-antarpulau\/"},"modified":"2026-09-30T12:49:41","modified_gmt":"2026-09-30T05:49:41","slug":"dari-surabaya-ke-rote-asdp-menyambung-rantai-logistik-antarpulau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/dari-surabaya-ke-rote-asdp-menyambung-rantai-logistik-antarpulau\/","title":{"rendered":"Dari Surabaya ke Rote, ASDP Menyambung Rantai Logistik Antarpulau"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790746113_43634be2510ed053f470.jpeg\" alt=\"Dari Surabaya ke Rote, ASDP Menyambung Rantai Logistik Antarpulau\"\/><figcaption>Truk ekspedisi turun dari kapal feri di Pelabuhan Bolok, di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (25\/9\/2029). Kapal feri menjadi bagian dari konektivitas laut nasional yang mendukung distribusi logistik antarpula(MI\/Palce Amalo)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TRUK ekspedisi yang dikemudikan Ba\u2019i Adoe masih terparkir di Terminal Keberangkatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pelabuhan-bolok\" title=\"pelabuhan bolok\">Pelabuhan Bolok<\/a> di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (25\/9) siang.<\/p>\n<p>Tujuannya Pulau Rote, sekitar 40 mil dari Kupang. Namun, perjalanan belum bisa dimulai. Kapal kedua yang dijadwalkan menyeberang ke pulau di selatan Indonesia itu ditunda hingga keesokan harinya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ba\u2019i bersama belasan sopir ekspedisi lainnya memilih bermalam di pelabuhan. Kali ini, ia mengangkut perabot rumah tangga, sembako, dan perlengkapan toko dengan berat sekitar 8 ton.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/938431\/menembus-ombak-menyatukan-negeri\" title=\"Menembus Ombak, Menyatukan Negeri\" target=\"_blank\">Menembus Ombak, Menyatukan Negeri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Waktu keberangkatan kapal bukan sekadar soal jadwal. Satu kali penundaan membuat barang lebih lama sampai ke penerima dan perjalanan berikutnya ikut bergeser.<\/p>\n<p>Ba\u2019i sudah menjalani pekerjaan sebagai sopir truk ekspedisi sejak 2012. Dalam sebulan, dua hingga tiga kali ia mengangkut barang dari Rote ke Kupang maupun sebaliknya, sesuai pesanan.<\/p>\n<p>Suku cadang kendaraan, peralatan bengkel, bahan bangunan hingga mebel pernah memenuhi bak truknya. Muatan itu dibawa sesuai pesanan, dari kebutuhan bengkel dan toko hingga perlengkapan rumah tangga. Di balik perjalanan sebuah truk itu, ada rantai logistik yang lebih panjang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/934892\/mti-pengawasan-keselamatan-laut-harus-diperketat\" title=\"MTI: Pengawasan Keselamatan Laut harus Diperketat\" target=\"_blank\">MTI: Pengawasan Keselamatan Laut harus Diperketat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perjalanan barang menuju Rote tidak selalu dimulai dari Kupang. Sebagian muatan telah lebih dulu menempuh perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menggunakan kapal tol laut maupun kapal-kapal ekspedisi pengangkut barang.<\/p>\n<p>Setelah tiba di Kupang, barang diturunkan di Pelabuhan Peti Kemas Tenau. Dari sana, muatan diangkut menggunakan truk ekspedisi menuju Pelabuhan Bolok untuk kemudian diseberangkan ke Rote dengan kapal feri <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asdp\" title=\"ASDP\">ASDP<\/a>.<\/p>\n<p>Untuk mebel, sebagian muatan berasal dari Bali. Barang itu lebih dulu dikirim ke Surabaya, lalu diteruskan bersama muatan lainnya menuju Kupang sebelum masuk ke jalur penyeberangan ke Rote.<\/p>\n<p>Perjalanan dari Surabaya menuju Rote tidak berlangsung dalam satu tahap. Ada kapal pengangkut, truk ekspedisi dan kapal penyeberangan ASDP yang mengambil bagian sebelum barang tiba di tujuan.<\/p>\n<h2>Dari Rote, Biji Kelampis Dikirim ke Jawa<\/h2>\n<p>Arus barang tidak hanya bergerak dari Kupang menuju Rote. Dari Rote, komoditas juga dibawa keluar daerah melalui Kupang. Setiap bulan, Yermi Nuha, pedagang antardaerah di Rote, mengirim sekitar 30 ton biji kelampis (<em>Acacia tomentosa<\/em>) ke Surabaya. Ia menekuni pekerjaan itu sejak 2021.<\/p>\n<p>Pengiriman dilakukan secara bertahap dari Rote ke Kupang menggunakan feri dari Pelabuhan Pantai Baru menuju Pelabuhan Bolok.<\/p>\n<p>Dari Bolok, biji kelampis dibawa ke tempat pengepul di Desa Takari, Kabupaten Kupang, sebelum dikirim ke Surabaya menggunakan kapal ekspedisi. Di Surabaya, biji kelampis diolah sebagai bahan makanan, termasuk untuk menghasilkan kecambah ale, sambal ale dan bahan sayuran.<\/p>\n<p>Barang datang, barang pergi. Dari Jawa, muatan bergerak menuju Kupang sebelum menyeberang ke Rote. Dari Rote, komoditas menempuh jalur sebaliknya, menuju Kupang dan kemudian diteruskan ke Jawa.<\/p>\n<p>General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Ardian, mengatakan penyeberangan memiliki peran dalam menjaga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau.<\/p>\n<p>Arus barang tersebut juga berada dalam konteks pengembangan jaringan yang lebih luas. Pada Juli 2026, ASDP bersama Pemerintah Provinsi NTT membahas percepatan pengembangan <em>Long Distance Ferry <\/em>(LDF) yang menghubungkan Pulau Jawa dengan NTT.<\/p>\n<p>ASDP memaparkan kajian awal lintasan Surabaya-Lembata dan Surabaya-Belu. Pengembangan tersebut masih dalam tahap kajian, termasuk aspek kelayakan operasional, kesiapan ekosistem logistik dan potensi muatan.<\/p>\n<p>Di tengah jaringan yang terus dikembangkan itu, pergerakan kendaraan angkutan barang di lintasan Kupang-Rote sudah berlangsung setiap hari.<\/p>\n<h2>6.441 Truk Menyeberang pada 2025<\/h2>\n<p>Pergerakan barang dan kendaraan itu berlangsung dalam jaringan penyeberangan yang melayani berbagai wilayah di NTT. Data ASDP Cabang Kupang menunjukkan jumlah truk pada lintasan Kupang-Rote mencapai 5.430 unit pada 2023. Jumlahnya meningkat menjadi 6.147 unit pada 2024 dan kembali naik menjadi 6.441 unit pada 2025.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, ASDP Cabang Kupang melayani 48 lintasan yang terdiri atas 9 lintasan komersial, 17 lintasan perintis dan 22 lintasan terusan. Khusus lintasan Kupang-Rote, sepanjang 2025 tercatat 4.958 trip dengan 467.096 penumpang, 87.506 kendaraan roda dua, 23.039 kendaraan roda empat, 151 bus dan 23.680 truk ekspedisi.<\/p>\n<p>Pada Januari-Juni 2026, lintasan yang sama mencatat 1.829 trip dengan 175.819 penumpang, 33.851 kendaraan roda dua, 8.760 kendaraan roda empat, 58 bus, dan 11.134 truk ekspedisi.<\/p>\n<p>Ardian mengatakan jaringan penyeberangan memiliki peran dalam menjaga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau di NTT maupun secara nasional.<\/p>\n<p>\u201cSecara nasional memang ASDP mengemban misi pendistribusian, baik itu barang dan jasa, yang memang kita merupakan bagian dari perpanjangan tangan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jaringan penyeberangan itu juga mencakup lintasan perintis untuk daerah yang masih membutuhkan konektivitas.<\/p>\n<p>Menurut Ardian, lintasan perintis dapat berubah menjadi komersial ketika muatan kendaraan telah mencapai lebih dari 60 persen sesuai ketentuan yang berlaku, sementara dukungan keperintisan dapat dialihkan ke daerah lain yang masih membutuhkan layanan.<\/p>\n<p>Namun, kelancaran distribusi logistik tidak selalu berjalan sesuai jadwal. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang dapat menghentikan pelayaran.<\/p>\n<p>Pada 29 Desember 2025, layanan Kupang-Rote sempat dihentikan sementara karena cuaca ekstrem. Penghentian pelayaran dilakukan demi keselamatan kapal dan penumpang. \u201cKecuali kalau di luar <em>force majeure<\/em>, cuaca ekstrem, kapal misalnya ada gangguan teknis yang memang itu mengganggu atau berdampak terhadap potensi kecelakaan kapal, ya nggak jalan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Gangguan pelayaran berarti waktu tunggu yang lebih panjang bagi sopir ekspedisi. Dalam kondisi tertentu, Ba\u2019i bersama sopir lainnya bisa menunggu sampai berminggu-minggu. \u201cKalau misalnya Kupang-Rote tutup satu minggu saja, parah semua,\u201d kata Ba\u2019i.<\/p>\n<p>Sore terus berjalan di Pelabuhan Penyeberangan Bolok. Ba\u2019i menghabiskan waktu bermain kartu bersama sopir dan kondektur lainnya di sisi bangunan terminal, sambil menunggu kapal yang akan membawa mereka dan muatan menuju Rote.<\/p>\n<p>Di tempat seperti itu, menunggu menjadi bagian dari pekerjaan. Barang belum sampai, truk belum bergerak, dan perjalanan belum bisa dilanjutkan. Perjalanan Ba\u2019i belum selesai. Setelah kapal berangkat, truk dan muatannya masih harus menyeberang ke Rote sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.(PO\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/939094\/dari-surabaya-ke-rote-asdp-menyambung-rantai-logistik-antarpulau\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Truk ekspedisi turun dari kapal feri di Pelabuhan Bolok, di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (25\/9\/2029). Kapal feri menjadi bagian dari konektivitas laut nasional yang mendukung distribusi logistik antarpula(MI\/Palce Amalo) TRUK ekspedisi yang dikemudikan Ba\u2019i Adoe masih terparkir di Terminal Keberangkatan Pelabuhan Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111491"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111491\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}