{"id":111307,"date":"2026-09-30T04:11:45","date_gmt":"2026-09-29T21:11:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/strategi-efisiensi-industri-konstruksi-indonesia-dari-koreksi-ke-pencegahan\/"},"modified":"2026-09-30T04:11:45","modified_gmt":"2026-09-29T21:11:45","slug":"strategi-efisiensi-industri-konstruksi-indonesia-dari-koreksi-ke-pencegahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/30\/strategi-efisiensi-industri-konstruksi-indonesia-dari-koreksi-ke-pencegahan\/","title":{"rendered":"Strategi Efisiensi Industri Konstruksi Indonesia Dari Koreksi ke Pencegahan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/30\/1790715918_ddebeabfff3defb78764.jpg\" alt=\"Strategi Efisiensi Industri Konstruksi Indonesia: Dari Koreksi ke Pencegahan\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>INDUSTRI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/konstruksi\" title=\"konstruksi\">konstruksi<\/a> terus mengukuhkan perannya sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini berhasil menyumbang 9,81%\u00a0terhadap Produk Domestik Bruto (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pdb\" title=\"pdb\">PDB<\/a>) Indonesia pada triwulan I 2026. Namun, di balik kontribusi besar tersebut, tantangan efisiensi penggunaan waktu, biaya, dan sumber daya manusia masih menjadi isu krusial yang perlu dibenahi.<\/p>\n<p>Urgensi efisiensi ini semakin mendesak mengingat kondisi pasar properti yang masih fluktuatif. Bank Indonesia mencatat adanya kontraksi pada penjualan properti residensial, yang menuntut para pelaku industri untuk meminimalisasi kesalahan kerja demi menjaga margin keuntungan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Indikator Ekonomi Konstruksi &amp; Properti<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Capaian\/Status (2026)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kontribusi Sektor Konstruksi terhadap PDB (Triwulan I)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">9,81%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penjualan Properti Residensial Primer (Triwulan II)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Kontraksi 2,36% (YoY)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Perbaikan Kontraksi Penjualan (dari Triwulan sebelumnya)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Dari -25,67% ke -2,36%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Akar Masalah: Bukan Sekadar Kesalahan Lapangan<\/h3>\n<p>Sering kali, ketika proyek mengalami keterlambatan atau kegagalan struktur, telunjuk langsung diarahkan kepada pekerja di lapangan. Namun, Jean Dee, seorang <i>construction project management dan project delivery specialist<\/i>, menilai bahwa akar persoalan sebenarnya jauh lebih dalam, mencakup kompetensi, standar kerja, hingga kualitas koordinasi sejak tahap awal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/860017\/-tingkatkan-kompetensi-infrastruktur-150-tenaga-kerja-konstruksi-di-tangsel-raih-sertifikasi\" title=\" Tingkatkan Kompetensi Infrastruktur, 150 Tenaga Kerja Konstruksi di Tangsel Raih Sertifikasi\" target=\"_blank\"> Tingkatkan Kompetensi Infrastruktur, 150 Tenaga Kerja Konstruksi di Tangsel Raih Sertifikasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKetika sebuah proyek mengalami keterlambatan atau pekerjaan harus diulang, pertanyaannya tidak seharusnya berhenti pada siapa yang melakukan kesalahan. Kita perlu melihat apakah orang-orang di lapangan sudah diberikan kompetensi, standar, informasi, dan kondisi kerja yang memungkinkan mereka melakukan pekerjaan dengan benar sejak awal,\u201d ungkap Jean Dee.<\/p>\n<p>Data dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan BPS memperkuat argumen tersebut. Dari total 8,2 juta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pekerja-konstruksi\" title=\"Pekerja Konstruksi\">pekerja konstruksi<\/a> di Indonesia, hanya sebagian kecil yang memiliki sertifikasi resmi. Mayoritas pekerja mengandalkan pengalaman otodidak di lapangan tanpa pelatihan formal yang terstandarisasi.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Profil Tenaga Kerja Konstruksi Nasional<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Data<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Total Pekerja Konstruksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">8,2 Juta Orang<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pekerja Bersertifikat Kompetensi Formal<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">7,8%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Metode Belajar Mayoritas<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Pengalaman Lapangan (Non-Formal)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Membangun Budaya Pencegahan (Preventing Problems)<\/h3>\n<p>Menurut Jean Dee, peningkatan kompetensi tidak akan optimal tanpa dukungan standar kerja yang jelas. Ia menekankan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dengan teknologi mahal, melainkan dengan memastikan setiap elemen tim memahami ekspektasi pekerjaan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/812764\/ikuti-indobuildtech-ambpi-dukung-industri-konstruksi\" title=\"Ikuti Indobuildtech, AMBPI Dukung Industri Konstruksi\" target=\"_blank\">Ikuti Indobuildtech, AMBPI Dukung Industri Konstruksi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Salah satu kendala utama yang sering memicu pemborosan adalah benturan antar disiplin (<i>clash<\/i>), seperti jalur perpipaan yang bertabrakan dengan struktur bangunan. Jika masalah ini baru ditemukan saat konstruksi berjalan, dampaknya adalah pembongkaran dan penggunaan ulang sumber daya yang sia-sia.<\/p>\n<p>\u201cSebagian besar pekerjaan yang harus dibangun dua kali sebenarnya bisa dicegah. Bukan dengan bekerja lebih keras, tetapi dengan membuat tim yang berbeda saling berbicara lebih awal. Banyak bentrokan lahir dari percakapan yang tidak pernah terjadi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Jean Dee mendorong pergeseran paradigma dari sekadar memperbaiki masalah (<i>correcting problems<\/i>) menjadi mencegah masalah (<i>preventing problems<\/i>). Hal ini menuntut pemilik proyek untuk lebih proaktif dalam menciptakan kondisi kerja yang ideal, mulai dari kematangan desain hingga koordinasi lintas disiplin yang intensif sebelum mobilisasi lapangan dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cStandar di sebuah proyek tidak muncul dengan sendirinya. Ia dibentuk oleh siapa yang hadir, apa yang mereka ajarkan, dan seberapa awal mereka meminta setiap orang duduk bersama. Kalau kita ingin proyek selesai sesuai rencana, cara kerja, koordinasi, dan standar itu harus dibangun sebelum pekerjaan dimulai,\u201d tutup Jean Dee. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/939001\/strategi-efisiensi-industri-konstruksi-indonesia-dari-koreksi-ke-pencegahan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/HO) INDUSTRI konstruksi terus mengukuhkan perannya sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini berhasil menyumbang 9,81%\u00a0terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I 2026. Namun, di balik kontribusi besar tersebut, tantangan efisiensi penggunaan waktu, biaya, dan sumber daya manusia masih menjadi isu krusial yang perlu dibenahi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111307"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111307\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}