{"id":111118,"date":"2026-09-29T20:03:36","date_gmt":"2026-09-29T13:03:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/12-bahaya-ngemil-makanan-tidak-sehat\/"},"modified":"2026-09-29T20:03:36","modified_gmt":"2026-09-29T13:03:36","slug":"12-bahaya-ngemil-makanan-tidak-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/12-bahaya-ngemil-makanan-tidak-sehat\/","title":{"rendered":"12 Bahaya Ngemil Makanan tidak Sehat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/29\/1790686704_c17e9887f2ac5351f8cd.jpg\" alt=\"12 Bahaya Ngemil Makanan tidak Sehat\"\/><figcaption>Berikut Bahaya Ngemil Makanan tidak Sehat(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ngemil\" title=\"Ngemil\">NGEMIL<\/a> adalah kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman di antara waktu makan utama, seperti sarapan, makan siang, dan makan malam.<\/p>\n<p>Makanan yang dikonsumsi saat ngemil biasanya disebut camilan, misalnya buah, kacang-kacangan, roti, biskuit, atau makanan ringan lainnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Meningkatkan risiko berat badan berlebih<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan ringan tinggi kalori dapat menambah asupan energi harian, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/875132\/12-bahaya-sering-ngemil-untuk-kesehatan\" title=\"12 Bahaya Sering Ngemil untuk Kesehatan\" target=\"_blank\">12 Bahaya Sering Ngemil untuk Kesehatan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Meningkatkan kadar gula darah<\/strong><\/h3>\n<p>Camilan yang banyak mengandung gula dan karbohidrat olahan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat.<\/p>\n<h3><strong>3. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2<\/strong><\/h3>\n<p>Pola makan yang secara keseluruhan tinggi gula tambahan dan kalori dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes tipe 2.<\/p>\n<h3><strong>4. Meningkatkan tekanan darah<\/strong><\/h3>\n<p>Camilan tinggi natrium atau garam dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, terutama pada orang yang sensitif terhadap natrium.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/841841\/15-dampak-sering-ngemil\" title=\"15 Dampak Sering Ngemil\" target=\"_blank\">15 Dampak Sering Ngemil<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Mengganggu kesehatan jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan natrium dapat meningkatkan faktor risiko penyakit kardiovaskular.<\/p>\n<h3><strong>6. Mengganggu kesehatan gigi<\/strong><\/h3>\n<p>Camilan manis yang sering dikonsumsi dapat meningkatkan risiko kerusakan dan gigi berlubang.<\/p>\n<h3><strong>7. Menimbulkan gangguan pencernaan<\/strong><\/h3>\n<p>Camilan rendah serat dan tinggi lemak dapat membuat sebagian orang mengalami sembelit, kembung, atau rasa tidak nyaman pada pencernaan.<\/p>\n<h3><strong>8. Membuat pola makan kurang seimbang<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu banyak ngemil dapat membuat seseorang lebih jarang mengonsumsi makanan bergizi, seperti sayuran, buah, sumber protein, dan biji-bijian.<\/p>\n<h3><strong>9. Mudah merasa lapar kembali<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagian makanan ringan tinggi kalori tetapi rendah protein dan serat sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih singkat.<\/p>\n<h3><strong>10. Meningkatkan asupan gula dan garam<\/strong><\/h3>\n<p>Berbagai makanan kemasan dapat mengandung gula tambahan atau natrium dalam jumlah cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asupannya dapat melampaui kebutuhan harian.<\/p>\n<h3><strong>11. Meningkatkan asupan lemak jenuh<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa camilan yang digoreng atau mengandung bahan tinggi lemak dapat meningkatkan asupan lemak jenuh jika terlalu sering dikonsumsi.<\/p>\n<h3><strong>12. Menyebabkan asupan kalori berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p>Kebiasaan ngemil tanpa memperhatikan porsi dapat membuat total asupan energi harian lebih tinggi daripada yang dibutuhkan tubuh.<\/p>\n<p>Agar ngemil tetap menjadi bagian dari pola makan yang seimbang, pilih camilan yang mengandung serat dan protein, serta perhatikan kandungan gula tambahan, natrium, dan lemak jenuh. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, halodoc<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/938876\/12-bahaya-ngemil-makanan-tidak-sehat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Bahaya Ngemil Makanan tidak Sehat(magnifik) NGEMIL adalah kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman di antara waktu makan utama, seperti sarapan, makan siang, dan makan malam. Makanan yang dikonsumsi saat ngemil biasanya disebut camilan, misalnya buah, kacang-kacangan, roti, biskuit, atau makanan ringan lainnya. 1. Meningkatkan risiko berat badan berlebih Makanan ringan tinggi kalori dapat menambah asupan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111119,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111118"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111118\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}