{"id":111064,"date":"2026-09-29T17:46:59","date_gmt":"2026-09-29T10:46:59","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/karhutla-di-sulbar-melonjak-358-kasus-pemprov-dorong-status-tanggap-darurat\/"},"modified":"2026-09-29T17:46:59","modified_gmt":"2026-09-29T10:46:59","slug":"karhutla-di-sulbar-melonjak-358-kasus-pemprov-dorong-status-tanggap-darurat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/karhutla-di-sulbar-melonjak-358-kasus-pemprov-dorong-status-tanggap-darurat\/","title":{"rendered":"Karhutla di Sulbar Melonjak 358 Kasus, Pemprov Dorong Status Tanggap Darurat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/29\/1790678415_262fa8ea113cf09d3aa4.jpg\" alt=\"Karhutla di Sulbar Melonjak 358 Kasus, Pemprov Dorong Status Tanggap Darurat\"\/><figcaption>Warga mengambil air dari belik atau rembesan mata air di Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (29\/8\/2026)(ANTARA\/Muhammad Rifki Hasan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MUSIM kemarau berkepanjangan di Sulawesi Barat (Sulbar) memicu krisis ganda. Kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>) melonjak tajam menjadi 358 kejadian pada September 2026, naik signifikan dari 155 kejadian pada Agustus. Di saat yang sama, kebutuhan air bersih masyarakat meningkat hingga dua kali lipat, memicu Pemerintah Provinsi Sulbar untuk mendorong kenaikan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.<\/p>\n<p>Kondisi mendesak ini menjadi agenda utama dalam Rapat Koordinasi Teknis Daerah yang digelar pada Senin, 28 September 2026. Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, menyatakan bahwa dampak kekeringan telah dirasakan di hampir seluruh wilayah provinsi dan memerlukan perhatian serius.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cKita mengamati dan merasakan bahwa musim kekeringan yang berkepanjangan ini mengakibatkan masalah kebakaran hutan dan lahan, serta masalah kekeringan dan kebutuhan air bersih yang terdampak di beberapa wilayah,\u201d ujar Junda pada Selasa (29\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/936986\/kemarau-dan-karhutla-melonjak-14951-warga-tasikmalaya-terserang-ispa\" title=\"Kemarau dan Karhutla Melonjak, 14.951 Warga Tasikmalaya Terserang ISPA\" target=\"_blank\">Kemarau dan Karhutla Melonjak, 14.951 Warga Tasikmalaya Terserang ISPA<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Lonjakan Kasus dan Luas Dampak<\/h3>\n<p>Berdasarkan data yang dipaparkan Junda, terjadi peningkatan signifikan baik dari jumlah kejadian maupun luas wilayah yang terdampak karhutla. Luas lahan yang terbakar tercatat meningkat dari 32,12 hektare pada Agustus 2026 menjadi 167 hektare pada September 2026.<\/p>\n<p>Paralel dengan itu, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/krisis-air-bersih\" title=\"Krisis air bersih\">krisis air bersih<\/a> juga semakin menekan warga. Kebutuhan air bersih yang pada Agustus berada di kisaran 50.000 hingga 100.000 liter per hari, kini melonjak menjadi 100.000 hingga 200.000 liter per hari pada September.<\/p>\n<h3>Pengerahan Sumber Daya Terpadu<\/h3>\n<p>Junda menegaskan bahwa skala bencana yang mencakup seluruh kabupaten di Sulbar tidak bisa lagi ditangani secara parsial oleh masing-masing pemerintah daerah. Diperlukan pola penanganan terintegrasi yang melibatkan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/936807\/kemarau-di-kabupaten-bandung-karhutla-tinggi-dan-krisis-air-bersih-mengancam\" title=\"Kemarau di Kabupaten Bandung: Karhutla Tinggi dan Krisis Air Bersih Mengancam\" target=\"_blank\">Kemarau di Kabupaten Bandung: Karhutla Tinggi dan Krisis Air Bersih Mengancam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKita tidak bisa berjalan sendiri. Kita tidak bisa menggantungkan penanganan ini kepada masing-masing pemerintah kabupaten sendiri, begitu juga sebaliknya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Peningkatan status menjadi tanggap darurat akan mengubah skala prioritas penanganan. Jika pada status siaga darurat fokus berada pada patroli dan kesiapsiagaan, maka pada tahap tanggap darurat akan dilakukan pengerahan sumber daya yang lebih besar untuk pemadaman intensif dan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih.<\/p>\n<h3>Dukungan Anggaran dan Komando<\/h3>\n<p>Terkait keterbatasan anggaran, Pemprov Sulbar berkomitmen untuk memberikan dukungan melalui program dan penganggaran pada aspek-aspek yang tidak mampu ditangani oleh pemerintah kabupaten. Junda meminta pengeluaran dilakukan secara selektif agar benar-benar berdampak langsung pada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah provinsi akan melakukan <i>supporting program<\/i>, <i>supporting<\/i> kehidupan, dan <i>supporting<\/i> penganggaran pada hal-hal yang memang kita butuhkan secara bersama,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu, BPBD Sulbar diminta segera memetakan kebutuhan peralatan yang masih kurang. Mekanisme komando terpadu akan diterapkan secara berjenjang, di mana pemerintah kabupaten tetap menjadi garda terdepan, sementara provinsi memberikan dukungan saat kapasitas daerah sudah tidak mencukupi.<\/p>\n<p>Sebagai langkah pencegahan, Pemprov Sulbar mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka area perkebunan atau pertanian guna mencegah meluasnya titik api di tengah cuaca ekstrem ini.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/938787\/karhutla-di-sulbar-melonjak-358-kasus-pemprov-dorong-status-tanggap-darurat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga mengambil air dari belik atau rembesan mata air di Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (29\/8\/2026)(ANTARA\/Muhammad Rifki Hasan) MUSIM kemarau berkepanjangan di Sulawesi Barat (Sulbar) memicu krisis ganda. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melonjak tajam menjadi 358 kejadian pada September 2026, naik signifikan dari 155 kejadian pada Agustus. Di saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111065,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111064"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111064\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}