{"id":111004,"date":"2026-09-29T15:11:40","date_gmt":"2026-09-29T08:11:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/soroti-kondisi-klaster-lapas-cibinong-kepala-bappisus-sebut-indikasi-pelanggaran-makin-terang\/"},"modified":"2026-09-29T15:11:40","modified_gmt":"2026-09-29T08:11:40","slug":"soroti-kondisi-klaster-lapas-cibinong-kepala-bappisus-sebut-indikasi-pelanggaran-makin-terang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/soroti-kondisi-klaster-lapas-cibinong-kepala-bappisus-sebut-indikasi-pelanggaran-makin-terang\/","title":{"rendered":"Soroti Kondisi Klaster Lapas Cibinong, Kepala Bappisus Sebut Indikasi Pelanggaran makin Terang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/29\/1790668760_6e169c817da9eb7d0d70.jpg\" alt=\"Soroti Kondisi Klaster Lapas Cibinong, Kepala Bappisus Sebut Indikasi Pelanggaran makin Terang\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEPALA Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menyoroti perbedaan kondisi fasilitas di rumah klaster Lapas Kelas IIA Cibinong saat inspeksi mendadak (sidak) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ombudsman\" title=\"ombudsman\">Ombudsman<\/a> RI dan peninjauan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.<\/p>\n<p>Aris menilai pencopotan perabotan mewah, pendingin udara (AC), serta bingkai foto setelah sidak Ombudsman tersebut memperjelas arah penyelidikan terkait dugaan pelanggaran di dalam Lapas.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Temuan yang berbeda kemarin itu bagus. Ya ini kalau Anda ke salon ada <em>before<\/em> dan <em>after<\/em>. Jadi kemarin itu karena banyak yang sudah berubah, itu justru investigasinya semakin dalam. Kalau saya datang kemarin masih dalam keadaan lengkap, malah bingung juga kita. Kenapa berubah, apa maksudnya? AC dicopot, barang ini tidak ada, itu tidak ada,&#8221; ujar Aris di Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Selasa (29\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937576\/komisi-xiii-akan-panggil-ombudsman-dan-imipas-bahas-fasilitas-mewah-di-lp-cibinong\" title=\"Komisi XIII Akan Panggil Ombudsman dan Imipas Bahas Fasilitas Mewah di LP Cibinong\" target=\"_blank\">Komisi XIII Akan Panggil Ombudsman dan Imipas Bahas Fasilitas Mewah di LP Cibinong<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Aris mempertanyakan motif di balik pemindahan dan pencopotan fasilitas di rumah klaster tersebut. Ia menegaskan, jika bangunan tersebut murni berfungsi sebagai ruangan atau rumah dinas karyawan lapas, tidak seharusnya ada upaya untuk memindahkan barang-barang di dalamnya usai sidak Ombudsman RI.<\/p>\n<p>Aris memastikan seluruh temuan serta indikasi manipulasi di lapangan akan didalami secara komprehensif oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) serta Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).<\/p>\n<p>&#8220;Kalau itu ruangan karyawan, peruntukan karyawan, kenapa harus dipindah? <em>Bener nggak<\/em>? Nah, ini panjang. Oleh karena itu nanti hasil investigasinya akan disampaikan oleh Kementerian Imipas, nanti tunggu saja tanggal mainnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937182\/dpr-desak-evaluasi-total-lapas-usai-temuan-sel-mewah-tak-boleh-ada-fasilitas-khusus\" title=\"DPR Desak Evaluasi Total Lapas usai Temuan Sel Mewah, tak Boleh Ada Fasilitas Khusus\" target=\"_blank\">DPR Desak Evaluasi Total Lapas usai Temuan Sel Mewah, tak Boleh Ada Fasilitas Khusus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Aris menilai tak mempersoalkan bantahan dan jawaban dari Kalapas Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto yang menyebut fasilitas itu merupakan milik pegawai Lapas. Aris menegaskan bahwa pemerintah tetap menjunjung asas praduga tak bersalah tanpa mengesampingkan pembuktian objektif di lapangan. Hasil akhir investigasi menyeluruh tersebut dijadwalkan akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.<\/p>\n<p>&#8220;Silakan saja Kalapas mau berbicara apa pun ya. Tapi itu nanti kan dari pihak Dirjen dan Irjen Imipas yang akan mendalami. Manusia ya silakan bisa membela diri, kita juga asas praduga tak bersalah kita junjung juga. Namun yang benar tetap benar, yang salah tetap salah, nanti semuanya akan kelihatan. Hasilnya sesuai dengan kemarin yang disampaikan Pak Menteri Imipas, kemungkinan Jumat ini,&#8221; pungkas Aris.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, mencecar Kalapas Kelas IIA Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto menyusul raibnya fasilitas mewah hingga bingkai foto narapidana korupsi dari area Lapas setelah disita oleh Ombudsman RI.<\/p>\n<p>Yanuar mempertanyakan fasilitas yang mendadak kosong saat peninjauan ulang bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Perubahan instan tersebut mencakup hilangnya sofa, pendingin udara (AC), hingga bingkai foto narapidana Jimmy Masrin yang sebelumnya terekam jelas dalam temuan Ombudsman RI. Yanuar menyoroti pemindahan barang-barang temuan yang dinilainya dilakukan secara mendadak.\u00a0<\/p>\n<p>Wisnu kemudian mengaku bahwa dirinya yang memerintahkan semua fasilitas tersebut. Yanuar kemudian menanyakan alasan Wisnu memerintahkan fasilitas itu.<\/p>\n<p>&#8220;Siap, izin Bapak. Karena barang-barang tersebut bukan barang milik negara, Bapak,&#8221; ujar Wisnu.<\/p>\n<p>Yanuar terus mengejar asal-usul masuknya barang-barang tersebut ke dalam lingkungan lapas. &#8220;Yang memasukkan barang-barang itu siapa?&#8221; tanyanya. &#8220;Eh, petugas tersebut, Bapak,&#8221; sahut Wisnu.<\/p>\n<p>&#8220;Siapa yang memerintahkan barang-barang itu masuk?&#8221; desak Yanuar lagi. &#8220;Petugas tersebut, Bapak,&#8221; jawab Wisnu pendek.<\/p>\n<p>&#8220;Siapa namanya?&#8221; cecar Yanuar. &#8220;Eh penanggung jawab rumah tersebut adalah Kepala Seksi Kamtib, Bapak,&#8221; terang Wisnu.<\/p>\n<p>Yanuar lantas menyinggung rekam jejak kepemimpinan Wisnu di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lapas-cibinong\" title=\"lapas cibinong\">Lapas Cibinong<\/a>. &#8220;Anda menjadi Kalapas, dalam catatan saya, ini 3 tahun bulan Oktober besok. Artinya Anda tahu persis barang-barang itu masuk. Kenapa baru kemarin? Setelah Ombudsman datang ke sana,&#8221; sindir Yanuar.<\/p>\n<p>Wisnu pun berdalih mengenai pola pengawasan internalnya. &#8220;Siap. Mohon izin Bapak. Karena memang kami tidak pernah silaturahmi atau masuk ke rumah anggota kami, Bapak,&#8221; alibi Wisnu.<\/p>\n<p>Mendengar alibi tersebut, Yanuar langsung menegurnya dengan nada keras. &#8220;Bapak jangan bohong lah. Enggak, ini disaksikan oleh semua publik, Pak. Melihat peristiwa kemarin Pak Menteri datang ke sana dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuman bohongin Pak Menteri. Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia, Pak. Ini enggak bisa dibenarkan. Jadi Bapak mendingan jujur, terbuka di sini, itu mungkin bisa meringankan. Jadi jangan main-main dengan kecerdasan publik, Pak. Jangan bilang AC rusak, kemudian dicopot. Di mana pernah ada AC rusak dicopot, Pak? Ya Anda diperbaiki, diservis. Jangan bikin kebohongan lagi, Pak. Ya. Anda 3 tahun lho di sana lho. Itu untuk ukuran KUPT itu terlalu lama. Dan ini nanti Pak Dirjen ini tanggung jawab, terhadap fungsi pengawasan. Pak Irjen nanti juga harus masuk ke situ,&#8221; cecar Yanuar.<\/p>\n<p>Yanuar kemudian beralih mempertanyakan keberadaan bingkai foto narapidana kasus korupsi, Jimmy Masrin. &#8220;Kemudian, saya ingin tanya, Pak. Ini di sini dicatatan dari progres ya, yang disampaikan tadi oleh Pak Dirjen. Itu ada figura ya, bingkai foto atas nama Jimi Masrin. Ya kan? Ini ada di rumah siapa, Pak Kalapas?&#8221; tanyanya.<\/p>\n<p>&#8220;Siap. Di rumah Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Bapak,&#8221; jawab Wisnu.<\/p>\n<p>Yanuar mencecar ketidakhadiran Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Lapas Cibinong dalam rapat dengar pendapat tersebut. Wisnu berdalih Kasi Kamtib absen karena sakit. Namun, ia mengaku belum menerima surat keterangan medis resmi. Jawaban tersebut membuat Yanuar geram.<\/p>\n<p>&#8220;Jangankan Kasi, Menteri kalau diundang di Komisi XIII wajib hadir, Pak, kecuali dipanggil Presiden. Ini urusan penting. Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan! Ini rakyat lihat. Sejak kapan figura itu ada? Sejak kapan kulkas itu ada? Sejak kapan sofa-sofa itu ada di situ?&#8221; pungkas Yanuar. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/938713\/soroti-kondisi-klaster-lapas-cibinong-kepala-bappisus-sebut-indikasi-pelanggaran-makin-terang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) KEPALA Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menyoroti perbedaan kondisi fasilitas di rumah klaster Lapas Kelas IIA Cibinong saat inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI dan peninjauan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Aris menilai pencopotan perabotan mewah, pendingin udara (AC), serta bingkai foto setelah sidak Ombudsman tersebut memperjelas arah penyelidikan terkait dugaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-111004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}